Hanya bisa berharap
Kali pertama saya mencintai laki-laki yg saya amat cintai melebihi cinta saya kepada ayah saya, tp semua terhalang dengan atap ibadah yg berbeda, dia yg mencintai saya melebihi cinta ayah saya kepada saya, belajar menikmati hidup tanpa beban dengan dia, suka senang suka duka hujan badai kita lewati bersama, berlinang air mata turun membasahi hubungan ini, ketika kita terdiam dikala bertanya mau dibawa kemana hubungan ini? Ikatan hubungan tanpa restu dari seorang ibu karna keyakinan yg berbeda. Saat ini dia jd kebanggaan hati saya, perbedaan tidak akan menyatukan kita untuk selama nya. Sampai kapan saya bertahan didalam hati yg penuh harapan bisa hidup bersama? entah sampai kapan menyiksa trs perasaan yg ada, saya percaya akan ada keindahan untuk saya dan dia di balik semua usaha saya meyakin kan dia tentang keyakinan saya. Orang ke 3 datang silih berganti tetapi selalu bertahan dengan semua nya untuk mempertahan kan hubungan saya, banyak tentangan dari orang sekeliling saya tp tak saya dengar satu kata pun dari mereka, do'a saya pun mungkin di kabulkan dengan dia mau ikut satu atap ibadah dengan saya, apakah tuhan benar-benar sedang menguji saya? Apakah tuhan benar-benar mengabulkan doa saya? Akan kah saya lebih cinta kepada pencipta nya atau ciptaan nya? Dengan pendirian dan tekad saya bertahan di iman yg saya percayai dan disetiap perjalanan hubungan slalu saya selipkan pembicaraan tentang keyakinan saya. sekian lama terus berjalan nya waktu sampai tidak terfikir kan bagaimana masa depan kita? Dan akhir nya memutuskan untuk semakin serius tetapi cobaan pun datang silih berganti, yg akan slalu menggoda di kala hati ini tergoyangkan dengan masalah-masalah yang kita hadapi. hati ini pun tidak bisa terima begitu saja ketika melihat dia dekat dengan yg lain. Hati ini hancur dikala semua kebaikan akan kalah dengan kesalahan, itulah hukum alam. Dan saya sadar dengan apa yg saya lakukan kepada nya dan tak seberapa yg saya lakukan untuk nya. Sadar dengan kesalahan saya dan sadar tidak sebanding apa yg dia berikan kepada saya, berusaha untuk ikhlas dan menerima semua situasi yg saya hadapi dengan nya, kita yg dahulu saling sapa tetapi sekarang seperti tak saling kenal, ada waktu untuk bertemu pun menghindar walau memang hati ini menahan rindu yg berat, menahan rasa ingin memeluk tubuh nya yg slalu menghangatkan saya di kala kita masih bersama.
Meskipun pada akhir nya dia memilih pergi, aku tak akan pernah menyesali.
Pertemuan ku dan dia itu seperti berjuta kemungkinan yg tuhan gariskan.
Bagaiman mungkin dua titik tepat saling bersinggungan, padahal banyak titik lain di sekitar nya.
Jika bukan aturan tuhan, mau di sebut apa? Kebetulan? Sesungguh nya saya tidak percaya kebetulan ketahuilah semua itu sudah di rencanakan.
Maka jika saat ini kita harus berpisah, tidak lain juga bagian dari skenario nya.
Mempertemukan kemudian di pisahkan.
Karena pada akhir nya, sekeras apapun usaha kita, jika tuhan berkata tidak, maka tidak akan pernah bersama.
Slalu ada kebiasaan kita ber2 yg selalu di lewati bersama dan di inget akan memori otak ini, dikala dia mengorban kan uang Rp. 25.000 dia hanya untuk kemauan saya yg gajelas, dia rela panas panasan untuk bisa menjemput saya, mengendarai dengan kecepatan tinggi agar saya tidak menunggu lama, makan sepiring ber2, dia yg selalu memanjakan saya saat tidur selalu memeluk erat dan mencium kening saya ketika dia melihat saya tertidur lelap, dia yg selalu memenuhi permintaan permintaan saya yg luar biasa banyak ‘ayy aku pengen ini’ ‘ayy aku pengen itu’ ‘ayy nanti kita kesini ya’ 'ayy beliin aku ini dong’ begitu terus terus dan menerus sampai permintaan saya terkabulkan… dan dia dengan sabar bilang 'iya sayang nanti atuh yah' 'iya sayang ayo kita kesana' tp terkadang dia marah (tegas) dengan permintaan manja saya, dia bukan laki-laki dari kalangan yg mapan dan kaya raya… dia biasa ajah tp dia laki laki yg bertanggung jawab… laki-laki yg selalu sabar memenuhi semua kemauan yg saya mau walau dalam keadaan apapun dia tidak punya uang kah dia selalu menyempatkan untuk memenuhi semua permintaan saya, satu hal kecil yg sering kita lakukan… saya perokok dari sebelum kenal dia kadang kita join bersama untuk merokok. kami berbeda, sangat berbeda. setiap kali dia menelungkupkan tangan, saya mengadahkan tangan. namun, perlindungannya setiap kali harus mendekati minuman musuh ku, lebih dari perlindungan orang2 yang kukenal di hidupku. ia mungkin mencintai minuman yg dia anggap manis itu tapi aku tahu ia lebih mencintaiku. Dia yg melindungi aku dari air rintik hujan turun yg membasahi rambut ku, dia yg melindungi saya dari terik matahari yg menerangi bumi ini, dia yg selalu memuji saya dalam keadaan kusam kucel bersih sekali pun, dia yg selalu memberikan semangat lebih untuk saya bangkit dalam pekerjaan yg numpuk, dia yg selalu memeluk saya dalam keadaan sedih dalam keadaan apapun, mengusap air mata yg mengalir di pipi saya, yg selalu memberi semangat kalau saya bisa mendapatkan lebih dari apa yg saya dapatkan, dia yg paling mengerti dengan salah satu sikap sifat saya yg tidak percaya diri dan tidak bisa berinteraksi dengan orang2 yg baru saya kenal… awal terjadi perselisihan dan salah paham hingga menimbulkan pertengkaran besar tetapi lambat laun dia mengerti dengan sikap sifat saya yg seperti ini, dengan sabar dia membujuk saya agar saya mau keluar dari zona yg buruk seperti itu perlahan dia rayu agar saya percaya diri dan mau berinteraksi dengan sabar dan kata2 yg lembut dia memberikan motivasi untuk bisa keluar dari zona itu. Masih banyak yg lewati bersama dengan nya dan yg tak cukup untuk di ceritakan disini. Selalu berdoa dan masih berharap agar kita tetap di satukan sampai membina rumah tangga walau akhir nya itu semua imposibble… saya percaya tuhan memberikan kebahagiaan kepada orang-orang yg sabar dan saya sangat sabar dalam menunggu anugrah dari tuhan agar kita bisa terus sama sama. Kini saya resah lemah tanpa diri nya, gapai semua jemari saya rangkul saya dalam kebahagiaan mu saya ingin bersama ber2 selama nya… jika buka mata ini saya ingin selalu ada dirimu dalam kelemahan hati ini bersama mu aku selalu tegar menanti semua anugrah dari tuhan…









