Kyoto, 9 April 2024
Fushimi Inari, Amata udah gede 13 tahun, tapi emosinya masih belum stabil. Di area turis dan high season seperti bulan ini, sulit sekali mendapat area sepi untuk foto bagus tanpa ada orang di background. Apalagi dengan menggunakan self timer camera dan tripod.
Beberapa kali jepret, selalu ada saja orang lewat di latar, dan Amata gak sabaran hingga emosinya meledak, dia pergi jalan sendirian meninggalkan spot ini. Papa & mama masih berusaha untuk mendapat foto bagus dengan beberapa kali foto ulang, baru mencari Amata, karena sebelumnya masih terpantau mata ke arah mana dia berjalan.
Mama ke arah Amata, papa ke arah kita datang, karena sepantauan peta di awal masuk, area ini berputar kembali ke awal. Beberapa menit kami berdua berjalan hingga bertemu kembali di gerbang awal, Amata tidak kelihatan.
Untungnya, Amata masih memiliki pulsa karena dia sudah diluar jangkauan modem wifi yang kita pakai bersama. Mama mendapat sms dr Amata, utk bertemu di lokasi pemotretan, dan akhirnya kita pun berkumpul bertiga kembali.
Yang menarik adalah ketika mamanya bertemu Amata, dengan masih emosi dia bilang, kenapa kalian pergi dr tempat pemotretan? Spontan mama bilang kami mencari kamu. Tapi logika Amata adalah dia pergi menenangkan diri untuk menemui kami di tempat awal dia meninggalkan kami.











