Sudah lama tidak menulis di Tumblr. Halo, Tumblr! Hari ini aku mau mencoba menceritakan hidupku yg penuh hikmah ini. 😆
Beberapa bulan lalu, aku bertanya kepada teman kantorku, “Lo pakai pensil alis apa?” karena aku beli pensil alis dan sudah mau habis.
Lalu, dia menjawab, “Aku mah suka beli yg murah aja, Mba. Yang harga 5–6 ribuan.”
Sontak aku kaget ada pensil alis harga segitu. Kayanya aku mainnya kurang luas ya. Ngga tahu ada pensil alis harga segitu. Wkwkwk.
“Serius ada pensil alis harga segitu? Mereknya apa?” tanya aku lagi.
“Ada, Mba. Im**o**,” jawabnya.
Kemudian, aku cek e-commerce. Bener dong, ada pensil alis segitu.
Terus, beberapa hari kemudian, aku pergi ke mall. Masuklah ke toko belanja make up/skincare, sebutlah So**ol**. Lalu, aku carilah pensil alis merek yg disebut teman kantorku itu. Aku lebih suka belanja barang yg belum aku ketahui itu secara langsung. Kalau sudah tahu beli barang apa dan tahu itu bagus, baru beli online. Eh, ternyata pensil alis itu ngga ada dong.
Ketika sudah hari masuk kantor, aku ngobrol dong sama temanku di kantor.
“Eh, weekend kemarin gue ke So**ol**. Ngga ada merek pensil alis lo.”
Teman kantorku dan temanku lain yg mendengar malah menertawakanku. Wkwkwk.
“Hanooyy.. Lo ngga akan mungkin nemuin pensil alis Im**o** di So**ol**. Lo cari di toko kosmetik pinggir jalan atau kaya Dandan gitu, baru ada.”
Huahahaha.. Ya Allah..
Benar-benar aku masih buta ya ternyata tentang hal-hal kehidupan ini. Di usia 32 tahun, baru tahu ada pensil alis 5ribuan dan ngga dijual di mall. 😩
Beberapa hari lalu, aku cerita sama Akang tentang ketidaktahuan aku ini.
Kemudian, Akang menasihati begini.
“Sekarang perspektif kamu tentang hal-hal materiel dalam hidup lebih luas ya. Setiap orang, setiap keluarga, kebutuhan hidupnya sama. Sama-sama butuh makan, sama-sama butuh make up. Cuma bedanya, nilai kebutuhan antara satu orang dengan orang lainnya berbeda. Misalnya, nilai 100ribu di hidup keluarga kita hanya untuk makan satu hari, sedangkan di hidup keluarga orang lain mungkin 100ribu bisa untuk 2–3 hari makan. Yang sama apa sih antara kita dan mereka? Waktu. Waktunya sama, tapi cara hidup kita dan mereka berbeda-beda. Maka dari itu, ada agama yg menyamakan cara hidup manusia. Agama mengajarkan manusia untuk hidup merasa cukup dan bersyukur. Sabar kalau belum mendapatkan suatu hal.”
Ya Allah.. Terima kasih telah memberikanku hikmah terhadap kehidupan yg sangat luas ini. Manusia itu ilmunya terbatas. Teruslah belajar, teruslah menuai makna dalam hidup.











