Topik ini sering banget jadi pembicaraan nge hits bagi para lajang. Kapanpun, dimanapun. Perjalanan untuk menemukannya juga membuat emosi bergejolak seperti jalanan pegunungan. Naik turun. Senang, antusias, sedih, kecewa, silih berganti. Ditambah lagi banyak joke-joke konyol yang membuat urusan perjodohan ini makin mendrama. Joke – joke misalnya nih ya, ada yang bilang jodoh itu dapat dilihat kemiripan wajah, suku tertentu, dan masih banyak lainnya. Joke-joke ini membuat kita makin kebingungan apa sebenarnya jodoh itu dan apa yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan jodoh terbaik.
Nah, sebagai wanita muslimah yang memiliki panduan hidup alquran dan hadist, yuk mari kita lihat apa kata panduan kita ini tentang hal ini. Biar ga pusing. Karena sebenarnya ada beberapa hal yang juga sangat penting selain mengurusi jodoh ini. Hehe.
QS An Nur Ayat 26 “Wanita wanita yang keji adalah untuk laki laki yang keji, dan laki laki yang keji adalah untuk wanita wanita yang keji pula. Dan wanita wanita yang baik adalah untuk laki laki yang baik dan laki laki yang baik adalah untuk wanita wanita yang baik pula”. (QS An Nur : 26).
Jelas dalam firman tersebut bahwa Allah memberikan jodoh berdasarkan akhlak dari hamba Nya tersebut, sebab itulah senantiasa ada nasehat bahwa setiap orang hendaknya memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan Nya agar kelak mendapat jodoh yang baik pula.
QS Ar Rum Ayat 21 “Dan diantara tanda tanda kekuasan Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepasanya, dan dijadikan Nya diantaramu rasa kasih dan sayang”. (QS Ar Rum : 21) Jodoh akan menjadikan dua orang menjadi tentram hatinya dan memiliki kasih sayang satu sama lain
Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang “Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya…” [Diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim]”
Jodoh, termasuk rezeki seseorang. Jadi memang sudah ditentukan oleh Allah semenjak manusia belum diciptakan, dan sudah ditulis di Lauh Mahfuzh. Dalam hal ini, kita tidak diperintahkan untuk memikirkan tentang takdir tersebut, tapi hanya diperintahkan untuk berusaha menentukan siapa jodoh kita sesungguhnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Beramallah, masing-masing akan dimudahkan melakukan apa telah dituliskan baginya.” (Riwayat Muslim).
Jodoh adalah takdir Allah. Itu berarti semua kembali kepada Allah, termasuk kapan kita akan dipertemukan dengan jodoh kita. Allah lebih tau kapan waktu yang tepat untuk hal tersebut terjadi. Usaha kita hanyalah lebih mendekatkan diri kepada Allah dan berusaha mendapatkan ridho-Nya agar dibukakan pintu-pintu kemudahan dalam mencari pasangan hidup yang terbaik. Yang perlu diingat selalu, bahwa wanita baik akan dipertemukan dengan pria yang baik. Asalkan niat tulus selalu dijaga. Peliharalah kualitas ibadah, dan tingkatkan dari waktu ke waktu. Sehingga saat pernikahan tiba, kita dalam kondisi iman terbaik, dan pilihan kita juga lebih didasari oleh luapan iman, bukan desakan nafsu dan syahwat.
Secara umum untuk mendekatkan jodoh, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan :
a. Berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh, bertakwa, berdzikir, beristighfar, bertahajud
b. Memperbaiki diri lahir dan bathin karena Allah. Memperbaiki diri bisa penampilan, pemikiran dan karakter juga
d.Meminta tolong orang yang paham agama
Lalu sebenarnya, bagaimanakah pasangan idaman itu menurutalqu'an dan al hadist ?
a. Kriteria untuk pasangan (Taat kepada Allah dan Rasul, artinya melakukan yang diperintah dan menjauhi yang dilarang, Kesetaraan : agama dan status sosial, Menyenangkan jika dipandang dan Subur (mampu menghasilkan keturunan)
b. Kriteria khusus untuk calon suami : Mampu menafkahi
c. Kriteria untuk calon istri (Bersedia taat pada suami, Menjaga aurat dan tidak pamer kecantikannya kecuali pada suami, Lebih diutamakan gadis)
“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)
Begitulah kata alqur’an dan al hadist tentang jodoh. Semua dikembalikan ke diri kita masing-masing. Semoga semuanya mendapatkan jodoh terbaiknya dan bahagia dunia akhirat
Catatan : penulis meramu dari beberapa sumber. Wallahu a’lam. Jika ada yang kurang tepat, mohon bantuannya untuk mengoreksi yaaa terima kasih