Setiap datang membawa cerita yang bikin nyesekkkk!!!!
d e v o n

No title available
almost home

Product Placement
ojovivo
taylor price
KIROKAZE
No title available
dirt enthusiast

roma★
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

★
sheepfilms
Monterey Bay Aquarium
hello vonnie

JVL
Peter Solarz
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Three Goblin Art
trying on a metaphor
seen from United States
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Poland
seen from Canada

seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from United States

seen from Mexico

seen from United States

seen from United States
seen from Belarus

seen from Japan
seen from Canada

seen from United States
@sitoresmiumeus
Setiap datang membawa cerita yang bikin nyesekkkk!!!!
“Ga perlu ultah itu diraya-rayain. Lagian bukan budaya kita juga”
“Aku dari kecil ga pernah dirayain ultah. Mungkin ultah aku aja ga diinget orang tuaku.”
Yaudah, mulai sekarang kita ngerayain ultah Ayah terus, ya!
Sekarang, ini bukan cuma soal budaya2! Tapi juga tentang perasaan berharga, diperhatikan, dan dirayakan ❤️
21 April 2026 ❤️❤️
Terimakasih sudah berusaha! Proud of you ❤️
🥹
Alhamdulillah, maturnuwun yaa Allah..
Ga pernah terlintas sebelumnya…
Jika akan ada suatu masa, aku membenci lebaran. Bukan, maksudku bukan hari lebarannya. Melainkan, momen dimana kita harus bersilaturahim.
Kenapa harus sih?
Jika saja bisa kuputuskan, aku tak akan menginjakkan rumah itu lagi.. tak akan menatap manusia itu lagi.
Entah apa yang terjadi besok.
Panik udah kucicil dari kemarin2.
Kalo bisa aku mau kabur saja! :(
Bagian paling fatalnya..
Kamu adalah korban dari parenting toxic, kau terbiasa mendengar saudara laki-lakimu yg bicara dan bertindak sesuai ego, terbiasa menerima kelakuan saudara perempuanmu yg semena-mena.
Tapi..
Kau malah menikahi perempuan dari keluarga cemara, penuh kasih sayang, dan selalu akur dengan saudara-saudaranya.
Kau kuasai dirinya untuk patuh terhadap egomu yg dipenuhi trauma-trauma keluarga dan masa kecil.
Kau waspadai dirinya agar tak seperti ibu dan saudara perempuanmu.
Padahal.. istrimu bukan perempuan seperti keduanya.
Dia cuma perempuan yg datang dengan niat baik, tapi dijadikan pelampiasan traumamu dan jadi “samsak” bagi saudaramu perempuanmu yang terbiasa bertindak sesuai mood dan pikiran dangkalnya..
Menjadi robot yang harus patuh pada budaya sialan yang dianut keluargamu itu.
Maka, kau lahirkan seseorang baru dalam diri perempuan itu. Sesuatu yg membawa energi pemberontakan sekaligus kewaspadaan.
Nggak tahu gimana ngungkapinnya, bahkan pada diriku sendiri.
Tapi situasi ini sangat tidak bikin nyaman 🥹
Disatu sisi, bersyukur ada yg perhatian. Tapi di sisi lain, jangan terlalu gitu sampe mengasihani.
Alhamdulillah bisa hidup layak, ga pernah kekurangan makan, pendidikan anak aman, bahkan mau jalan-jalan masih bisa.
Just because hidup kita belum sesuai standarmu, bukan berarti kami se menyedihkan itu. Tapi.. bukan berarti kami berhenti sampai disini.
Iya,
Emang bukan seperti keluarga kalian yg full support orang tua. Tapi kami tidak diam mengulurkan tangan.
Kami setiap hari berkarya dan mencari nafkah.
Iyasih, ini cuma masalah mindset. Tp sungguh tidak nyaman mendengar kata-kata seperti itu🙏🏼
When dalam sehari, you punya video berkali-kali lewat di beranda sendiri dengan tanda “sponsored”: 🥰🥰🥰 (Masyaa Allah tabarakallah, berkah yaa Allah)
Aku tidak pernah berniat “datang” untuk merusak sesuatu, dalam hal apa pun!
Begitu pun,
Aku tidak pernah berkenalan dengan seseorang hanya untuk menjadikannya musuh.
Tapi saat itu, benar kuakui..
Aku tidak cukup punya kesadaran bahwa setiap orang tak semuanya siap dengan kedatangan apalagi perkenalan.
“Apa yang kau kira dirimu mampu, bisa.. belum tentu sama dengan orang lain”
Aku salah tidak waspada.
Orang yang harusnya di sampingku pun tak mampu melindungiku (saat itu).
Dimana “tempat yang kudatangi”, yang kukira akan menjadi tempat amanku yg baru.. ternyata malah sangat tidak ramah padaku.
Saat itu aku melihat semua orang “senyum” di depanku.
“Ah, oke.. mungkin aku hanya belum beradaptasi” Tanggapanku atas beberapa perasaan tidak nyaman yg kurasakan
Ya, sebagaimana diriku yg tak mudah menyerah. Aku bertahan dan mencoba menelan segala “ganjil” yang kurasakan..
Sejak kecil aku diajarkan..
Berbuat baiklah, maka kamu akan mendapat balasan setimpal.
Meminta maaflah, untuk meredakan ketidaknyamanan.. bahkan ketika kamu tak bersalah. Karena itu adalah sikap terpuji dan patriot,
Mengalahlah, demi ketenangan orang lain.
Berempatilah, agar kau bisa lihat sisi-sisi lain dari orang lain.
Nyatanya semua hal itu bekerja dengan baik selama 25 tahun aku hidup.
Aku dipertemukan dengan orang-orang yg paham cara bergaul yang sehat! Aku kira semua orang begitu..
Sampai akhirnya…
Aku dipertemukan dengan beberapa orang sekaligus, yang:
Jika kita terlalu baik padanya, selalu memahami ketidaknyamanan yang ditimbulkannya.. dia malah semakin memposisikan diri “di atas”. Merasa berhak berbicara apapun meskipun itu akan samgat menyinggung lawan bicaranya.
Ketika kita meminta maaf, dia malah semakin menindas..
Ketika kita berusaha memahami kesalahannya, dia malah semakin tak sadar diri.
Tapi lucunya, ketika kita menyinggung sedikit perasaannya, kita yang diteriaki jahat “ke seluruh penjuru dunia”.
Dan lucunya..
Orang disekitarnya, yang sebenarnya juga sering tersakiti olehnya.. tetap berada di pihaknya. Mengasihaninya, menutupi perilakunya, bahkan ikut meneriaki “jahat” orang yg difitnahnya.
Dibiarkan…
Entah karena sudah kehabisan akal menghadapinya. Tapi yang jelas…
Dia darah daging mereka, kalau aku kan bukan, tentunya :)
Fakta dan bisa dipahami. Karena gen akan selalu jadi prioritas.
Tapi dari sisi kemanusiaan, ini tak adil bagiku!
Aku juga adalah seorang anak dari seseorang. Bukankah begitu?
Dan lagi..
Aku datang bukan untuk sebagai orang asing!
Melainkan datang untuk menjadi bagian dari anak mereka yang lain.
Aku datang untuk menjadi bagian dari saudara dari seseorang itu!
“Kadang emang suka nyekroll postingan lama. Bukan apa-apa. Kadang kita bisa nemuin momen-momen lalu yang membuat sekarang kita bersyukur dan (berusaha) menjadi lebih kuat. Kadang pula kita perlu belajar dari diri kita yang dulu.”
—
Pertemuan lagi?
Hayukk aja aku, sih!
Selama kakiku berdiri di atas kebenaran, tidak memegang kebohongan apalagi fitnah.
Kita buktikan saja, siapa yg dari awal tak mau diajak bicara baik-baik. Karena kalau kita sampai duduk anteng bersama, sudah pasti ketahuan siapa yang selama ini memfitnah dan berbohong.
Jika masih belum puas dengan kondisiku yg sudah “babak belur” secara psikis ini,
Jika masih tiada artinya ungkapan-ungkapan dr kami ini,
Maka..
Kami berserah.
Masih bisa hidup dan menghidupi keluarga kecil kami ini saja sudah cukup. Ga akan cari validasi apalagi memaksakn diri untuk dipahami “bagaimana rasanya hal-hal yang selalu kalian anggap sepele itu.”
Dari awal kami gak pernah mau cari musuh.
Tapi kalo ditindas hingga berkali-kali, jangan coba usik harga diri kami lebih jauh lagi.
Berani menjeda diantara banyak sekali kecemasan.. ternyata memang se-sulit itu,
Hai!
Jiwa yang selalu resah oleh ketidak-pastian dalam hidup.
Di antara sekian peluang yang tlah kau tutup demi menghambat ketidak-nyamanan yang dapat pula ikut masuk mengisi waktu-waktu berhargamu.
Bolehlah sesekali menepi, dan menempatkan dirimu dalam kebebasan bermimpi seluas-luasnya.
Buka sedikit jendela masalalu yg belum usai untuk punya kesempatan barangkali dapat hadir di kemudian hari.
Jiwamu yang sepi dan terikat, bukan berarti tak punya sedikit celah untuk mengubah kondisi atau pun menerima perubahan yang siapa tahu itu..
Waktu telah berhenti lama di hatimu. Tapi bolehkah kau seka debu itu agar kau tahu.. masih ada yg hidup dan hanya perlu sedikit disiram untuk menumbuhkan sesuatu yg barangkali akan menakjubkan itu.
Jiwamu terlalu sepi dan sesak.. hela napas panjang. Siapa tahu ada harapan yang mampu membebaskan tubuhmu dari rasa ketidak-berdayaan.
Tak apa sedikit demi sedikit.. tak ada salahnya menjadi dirimu, lagi. Sesekali🩶
Udah berusaha hati-hati banget untuk tidak mendekatkan diri pada hal-hal yg berpotensi melukai mental.
Tetep aja.. ada aja..
Orang-orang itu ga ketebak banget. Makanya akhir-akhir ini berusaha terhubung dgn yg pasti-pasti aja.
Semua bukan salah dunia. Akunya aja yg rentan dan belum punya energi untuk menghadapi dengan lantang.
Nanti lah..
Apanih?!
The day!
Cuma berharap ga pingsan dan ttp bisa mengendalikan emosi.
Apapun endingnya, yg penting semuanya harus terungkapkan hari ini.
Pesimis. Tapi yaudahlah ya kita liat aja