Pertanyaan simple untuk laki-laki
Hari Jumat pekan lalu saya pergi ke Alfamidi untuk membeli saus salad. Saat itu kondisi saya cukup kurang sehat dan sudah kelelahan karena baru pulang kerja langsung cus ke pasar dan lanjut ke Alfamidi. Kebetulan juga saat itu Pemkot Surakarta memberlakukan aturan PPKM yang mana mewajibkan merchant perbelanjaan untuk tutup jam 19.00. Oleh karena itu saya cukup merasa diburu-buru waktu belanja, mana lagi di luar sedang kondisi mendung. Selagi mengantri, di depan saya tampak ada suami istri yang “menurut saya” cukup repot menata barang bawaannya di meja kasir. Kenapa saya bilang repot? Karena si istri ini sambil menggendong bayi lengkap dengan selimut bayinya sedangkan belanjaannya berupa pack popok bayi yang juga besar. Bagi saya yang masih single ini, kondisi semacam itu adalah kondisi yang “sangat ribet”. Seusai berbelanja, kami keluar dari Alfamidi. Saya berada di belakang pasutri tersebut. Ada pemandangan yang super duper ribet dan cukup menyebalkan buat saya. Barang belanjaan itu tadi ternyata dibawa oleh sang istri. Mmmm Kenapa gitu??? Si istri kan nggendong bayi di tangan kirinya, tangan kanannya dipakai buat bawa barang belanjaan. Si suami?? dia ngga bawa apa-apa loh. Kok bisa gitu?? Let me ask everyman in the world. Kalau misalkan saya lempar studi kasus “istri menggendong anak dan membawa barang belanjaan, apakah kalian bakal bantu istri kalian kalo kalian ga bawa apa-apa?” Saya yakin 98% kalian bakal jawab “bantuin istri bawa belanjaan/ gendong anak”. Tapi pertanyaan lanjutannya, apakah kalian tetep akan melakukan hal itu saat kalian bener-bener mengalaminya? I don’t know. Saya ngga tahu. Ini hanyalah tulisan tentang keresahan saya pribadi dari kejadian yang saya alami. Saya ngga menjustifikasi laki-laki secara umum ya. Tapi, saya yakin kalian yang membaca tulisan ini adalah laki-laki yang cukup smart untuk memutuskan mana yang harus saya lakukan dan mana yang tidak. Terkadang kita tidak sadar akan hal-hal kecil yang ternyata kita remehkan.








