UNIK : ALIH-ALIH MERANTAU UNTUK KKN, MAHASISWA UNS KKN DI DESA SENDIRI
Kuliah Kerja Nyata yang kita kenal dengan KKN biasa dilakukan dengan kampus yang menerjunkan mahasiswanya di sebuah daerah yang kiranya membutuhkan peran mahasiswa dalam membangun daerah tersebut untuk lebih meningkatkan potensinya. Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 ini beberapa Universitas Negeri maupun Swasta mengadakan program KKN terbaru. Salah satunya yaitu Universitas Sebelas Maret yang mengadakan KKN UNS era Covid-19 yang dilakukan mahasiswa baik secara daring maupun luring yang tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
Selama masa pandemi Covid-19, UNS membuka program KKN relawan penanganan Covid-19 yang dapat meringankan beban masyarakat. Kegiatan KKN ini dilaksanakan dalam bentuk kegiatan relawan UNS tanggap wabah Covid-19 dan dilakukan oleh mahasiswa di daerah tempat tinggal masing-masing pada bidang atau tema besar Kesehatan Masyarakat, Ketahanan Ekonomi Masyarakat, Ketahanan Pangan, Supporting Keselamatan Masyarakat Terhadap Covid-19, Supporting Pemahaman Masyarakat Terhadap Covid-19, Pendidikan Selama Covid-19, Penyusunan Sistem Informasi dan Secara Langsung Terjun Menjadi Satgas Covid-19.
Relawan KKN UNS Covid-19 yang ada di Kab. Magetan salah satunya adalah Lintang Dyah Pangastuti (21), mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UNS yang melaksanakan KKN di Lingkungan KPR Asabri 1 Jl. Purnayuda III Rt 03/Rw 05 Kelurahan Tawanganom Kabupaten Magetan. Dengan tema besar yang diambil yaitu Supporting Pemahaman Masyarakat terhadap Covid-19 dengan menjadi relawan KKN UNS Covid-19 mulai tanggal 2 Juni – 17 Juli 2020 (Batch III). KKN UNS Covid-19 bersifat KKN individu dengan didampingi oleh 1 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu Joko Lulut Amboro, S.Sn, M.Sn.
. “Selama menjalani KKN Covid-19 ini saya mendapatkan respon yang baik dari masyarakat setempat”, ujar Lintang. Uniknya, program kerja yang dilaksanakan oleh Lintang diantaranya dilakukan dengan nama-nama yang unik diantaranya Yuk Pak Mas! yang kepanjangannya adalah Yuk Pakai Masker! Dan Rujak yang kepanjangannya Ruang Belajar Anak. “Saya membuat nama program kerja yang unik agar masyarakart tertarik dan berpartisipasi dengan apa yang saya lakukan”, ujar Lintang.
Program kerja yang dilaksanakan oleh Lintang antara lain, mulai dari memberikan edukasi kepada warga RT 03 tentang informasi seputar perkembangan Covid-19 dan edukasi-edukasi untuk tetap terjaga disaat pandemi Covid-19 ini melalu WaG (Whatsapp Group) RT 03, Memasang banner bertuliskan “Area Wajib Pakai Masker” untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya memakai masker disaat berada diluar rumah. Selain memberikan informasi melalui media sosial, Lintang juga memberikan video tutorial mengenai bagaimana membuat ember cuci tangan, membuat masker dari kain dan membuat handsanitizer sendiri yang dibagikan di Channel Youtube serta WaG (Whatsapp Group RT 03), mengingat langkanya handsanitizer di Indonesia. Tujuan video edukasi tersebut yaitu agar warga sekitar dapat menerapkan dan berkreasi sendiri dirumah. Selain itu, ada beberapa prgram kerja lainnya seperti mengajarkan anak-anak untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), bagi-bagi masker, pendampingan belajar anak, dan membantu warga yang membutuhkan bantuan akibat dampak Covid-19. Lintang juga memberikan edukasi dengan terjun ke masyarakat untuk mengajarkan bagaimana cara batuk yang baik dan benar saat pandemi Covid-19, namun tetap mematuhi protokol kesehatan.
Hasil yang didapatkan dari pelaksanaan KKN UNS Covid-19 yang dilakukan Lintang yaitu menjadikan masyarakat lebih peduli dan mematuhi protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Hal ini terbukti dengan munculnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah, munculnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan phsychal distancing, selalu membawa starter kit (alat perlindungan diri pribadi) diantaranya membawa handsanitizer. Selain itu, masyarakat juga mulai memiliki kebiasaan mencuci tangan dengan sabun. Dan yang lebih berpengaruh, anak-anak lebih memiliki kegiatan positif yang menyenangkan. Sebelumnya pada saat stay at home, kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu dengan bermain gadget, namun setelah Lintang membagikan perlengkapan menggambar dan mewarnai, sekarang anak-anak dapat mengurangi pemakaian gadget dan lebih tertarik dengan aktivitas yang lebih positif. Hal ini disampaikan langsung oleh beberapa orang tua bahwa berkat proker relawan, anak mereka menjadi mendalami hobi tersebut.

















