Bethlehem: Masjid Umar Al-Khattab – Church of the Holy Sepulchre
Ketika membebaskan Palestina, tidak ada darah yang tumpah…
Ketika itu pendeta Kristian Ortodoks tidak mahu menyerahkan kunci kota Palestina kecuali hanya kepada pemimpin Muslim.
“Saya mahu menyerahkan kunci kota Palestina kepada pemimpin kalian secara langsung, tiada perantara. Siapakah pemimpin kalian?...”
Maka berangkatlah Saidina Umar Al-Khattab dari kota Madinah ke kota Palestina.
Pendeta Kristian Ortodoks menyangka bahawa Umar datang membawa ribuan pasukan, dengan tentara berkuda, baju besi, tombak, pedang, anak panah…
Ternyata Umar Al-Khattab hanya datang berdua bersama pembantunya dan seekor onta…
Kadang-kadang Umar di atas onta, pembantunya di bawah menarik onta…
Kadang-kadang pembantunya di atas onta, Umar di bawah menarik onta. Mereka saling bergantian…
Begitu sampai di pintu gerbang kota Palestina, giliran Umar menarik onta, pembantunya di atas onta…
Maka pendeta Kristian Ortodoks kehairanan…Mana satu Umar dan mana satu pembantunya?..
Ternyata orang yang ditakuti itu bukan karena kenderaannya, bukan karena pakaiannya, bukan karena seragamnya…tapi karena ketulusan hatinya.
Maka, pendeta Kristian Ortodoks pun menyerahkan kunci kota Palestina kepada Umar Al-Khattab…
Lalu, Umar pun masuk ke kota Palestina. Ada satu gereja di Bethlehem, lalu pendeta pun mempersilakan Umar solat di dalamnya…
Umar tidak mahu solat di dalam. Umar solat diluar depan gereja itu. Tempat sujud Umar Al-Khattab dibangunkan masjid…
Hari ini masjid itu masih tegak berdiri. Masjid itu bernama Masjid Umar Al-Khattab—berhadapan dengan gereja besar.
Kedamaian tidak ada yang menghancurkan, tidak ada yang menumbangkan, tidak ada yang diluluh lantakkan…
Maka, terbukti ajaran agama membawa pesan..”Wa maa arsalnaaka illa rahmatan lil alamin -- Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad), kecuali untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.” (Al-Anbiya 21:107).