Mencintai seseorang memerlukan keberanian untuk menitipkannya kembali pada Tuhan yang sedari awal telah mengatur pertemuanku dengannya. Aku selalu ingin menulis tentangmu berlembar-lembar karena setelah kita sepakat untuk mengalah pada waktu, setiap detik di antara kita menjadi serupa benang yang menenun banyak sekali kejadian yang akan kita rindukan, bahkan hanya berselang di satu jam berikutnya. Kita menerima bahwa waktu akan terus menarik kita ke masa depan dengan dua pilihan: kita hargai bersama dengan perasaan yang menerawang atau kita hamburkan dengan kata-kata yang hanya berasal dari permukaan?
Aku merindukanmu. Kata-kata yang aku sampaikan sangat transparan dan spontan, karena kita telah sepakat untuk mengalah pada waktu. Biar waktu yang menyeret kita berdua ke masa depan dan memperlihatkan bagaimana bentuk keberanian kita masing-masing, yang telah kita ceritakan sedari awal. Aku ingin tahu bagaimana bentuk keberanian yang kamu miliki untuk menjebakku supaya mimpi-mimpi kita jadi melekat satu sama lain. Kita telah mengalah pada waktu. Kita akan tahu. Waktu yang memberi tahu.
S.Santika











