Telpon Kriminal
Sudah sebulan ini saya diteror oleh orang bernama Ayu yang ngakunya debt collector dari Bank Mega, Bank Lippo, PT Nuansa, Pinjaman Online apa, pokoknya ganti-ganti.
Awalnya si Ayu ini bilang ibu saya ngutang kartu kredit, saya iya-iya aja, lah ibu saya ini ibu rumah tangga, darimana bisa punya kartu kredit, bapak saya aja gak punya. Saya yakin bank-bank tidak sembarangan mengeluarkan kartu kredit tanpa income, ditambah lagi ibu saya bukan orang yang ngerti cara transaksi dengan kartu kredit. Lalu saya pikir, ini pasti modus penipuan. Pertama, dia menggunakan nama medsos saya, bukan nama asli, lalu nama yang disebut berhutang berbeda dengan nama ibu saya, kalau saya bilang itu bukan ibu saya, nama ibu saya adalah bla bla, dia sudah dengan mudah dapat mengakses data perbankan saya.
Lalu saya cek lah dari mbah google, nomor yang berawalan 021 311 **** ternyata banyak komplain tentang nomor itu, itu adalah nomor telpon debt collector pinjaman online. Mereka meneror tidak melihat waktu dan tidak perduli apakah yang ditelpon orang yang benar atau salah. Saya curiga ada yang menyebar nomor saya dan menyalah gunakannya.
Akhirnya saya memutuskan untuk memblokir nomor-nomor tersebut. Tapi apa daya, mereka selalu berganti-ganti nomor. Dan ini tidak bisa dilaporkan sebagai aksis teror ke polisi karena nomornya selalu berubah.
Tidak berhenti di meneror saya di hp, ternyata ibu Ayu ini tau dimana saya kerja, lagi-lagi mungkin dari melihat akun medsos, dan kebetulan orang-orang kantor tau nama medsos saya. Hampir setiap hari bu Ayu menelpon kantor memaki-maki siapapun yang mengangkat telpon menagih hutang atas nama saya.
Pernah sekali waktu saya suruh bapak bagian legal angkat telpon, ya bapak itu kena maki-maki juga, sampai bapak itu nanya, kamu ada utang mir? Saya sampe bilang, “Demi Allah demi Rasulullah saya dak ada tunggakan pak, utang ada, alhamdulillah tiap bulan autodebit dan selalu terbayar.” Lalu bapak ini menyarankan untuk saya blokir aja semua nomor-nomor itu. Ya iyaa paak, ini udah saya blokir semua, tapi kan dese nelpon pake 50 nomor yang berbeda.
Saya rasanya ingin marah, pertama, saya TIDAK PERNAH berhutang ke semua instansi yang disebut, kedua, ini sudah mulai meresahkan dan menimbulkan fitnah. Saya sudah bosan dan capek ngasi tau orang-orang macam bu Ayu kalau saya tidak ada tunggakan. Mereka kan taunya cuma ngebacot dan berharap di transfer duit.
Sampai akhirnya saya lapor ke OJK yang sama sekali tidak menolong, malah menyuruh saya lapor ke polisi, ke polisi pun ya tidak bisa karena terornya selalu ganti-ganti nomor.
Bagi siapapun yang berhutang pakai nama saya dan menggunakan nomor saya, bangsat kalian, semoga kalian cepet kaya dan bisa membayar hutang-hutang itu. Dan bagi Bu Ayu, semoga ibu cepet mati jantungan, Gak capek apa ngamuk2 tanpa sebab dan bikin orang lain nyumpahin ibu macam-macam? Saya doainnya mati jantungan loh, biar matinya gak pake sakit lama-lama. Saya kan baik.

















