Dad, surga tu jauh banget loh... bisa gak aku kesana juga?

Love Begins

izzy's playlists!
Sweet Seals For You, Always

Origami Around
🪼

if i look back, i am lost
Peter Solarz
wallacepolsom

★

祝日 / Permanent Vacation
Stranger Things
Alisa U Zemlji Chuda
I'd rather be in outer space 🛸

shark vs the universe
Misplaced Lens Cap
$LAYYYTER
No title available
we're not kids anymore.
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
taylor price
seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from Malaysia

seen from Australia
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Bolivia

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Mexico
seen from United States
@miracerebrum
Dad, surga tu jauh banget loh... bisa gak aku kesana juga?
Not only I'm tired, but I am also scared.
What if I was wrong all along?
What if what I thought was wrong and dirty is actually right and clean?
What if there is no such thing as sin, that's why everyone can do whatever they want.
All the digusting things I thought might actually be good things.
What if the world is actually not a good place. What if the world is actually an evil place and to be right in an evil place you have to be evil, therefore trying to be a good person is actually a very bad thing.
What if my enemy is actually right, I must do everything to get whatever I want. There's no such thing as moral, because when you live in an evil world, having a moral is actually wrong.
What is it's actually wrong to be kind?
I feel so tired.
Tired of everything.
I'm tired of boss, who's always wasting my time, doing things and uses me as an alibi.
He and his dirty tricks.
I am tired of going to work everyday and see the face of that sonofabi*ch who thinks that he is the most holy one of all of us, yet still trying to corrupt here and there.
Tired of people talking shit and have to listen to them.
Tired of facing a bunch of fake people.
Tired of going home without anyone to cry on to.
What Plan?
Dear God,
Whatever it is you have for me, please just don't let me wait too long to be happy. I honestly cannot handle anymore sadness and tears.
Wajib Sayang
Andaikata solat dan puasa tidak diwajibkan, akankah ada yang solat dan puasa karena memang ingin? Ingin memberikan semacam pembuktian ke Tuhan kalau kita rela bersujud dan menahan segala nafsu demi Allah.
Tapi apakah Allah butuh itu? Apakah Yang Maha Kuasa butuh pembuktian cinta dari hambaNya? Bukankah kita yang harusnya membuktikan kalau kita benar2 sayang? Tuhan tanpa kita dak masalah, Kita kan yang butuh Tuhan? 😁
Selama ini kita berpuasa ya karena diwajibkan saja, andai tak diwajibkan, saya yakin hampir semua orang tidak puasa.
Kadang saya pikir Tuhan suka memberikan beberapa hal hanya untuk melihat saja seberapa sayang hambaNya padaNya.
Seperti dlm hubungan pacaran, kadang kita suka kasih syarat2 gak penting cuma untuk buktiin aja kalau ni orang beneran sayang gak. Misalnya, "Kalau kamu sayang aku, kamu harus bangunin aku tiap sahur pake kata-kata mesra, trus setiap buka kamu harus kirim makanan."
Jika benar2 sayang, pasti hal itu tidak akan terasa berat, bahkan tanpa diharuskan juga akan dikerjakan saja, karena sayang.
Tapi kalau terasa berat, ya bisa jadi hubungannya terlalu memberatkan sebelah pihak, kalau dipaksakan ya jadi toxic ituu 😁
Membangun hubungan dengan Tuhan harusnya lebih mudah dari pacaran. Ketika diharuskan puasa, Kalau kita jalanin ya bisa jadi bukti sayang kita pada Tuhan, tp jalanin puasa dengan penuh keluh kesah, ya Tuhan tau juga. Tapi toh kamu masih dikasi rejeki hidup.
Kalau dipikir lagi sebagai contoh, misal saya minta sesuatu dari pasangan, misal mintanya, kamu bisa gak sayang sama aku aja? bisa gak kamu buktiin kalau kamu sayangnya sama aku aja? Andai pasangan kita harus mikir lama gimana caranya, ikhlas gak kl cuma sayang dengan 1 orang, tar pacar2 gue yang lain gimana, dsb dsb... ya jelaslah itu adalah hal yang memberatkan dia untuk sayang hanya dengan kita seorang, tinggal kita aja ikhlas apa nggak untuk terus bersama orang yang tidak sepenuhnya sayang dengan kita. Ya kalau sudah ikhlas teraniaya, jelas kita sayang dengan orang yang gak sayang kita.
Tapii, jika Tuhan bilang, kamu kalo sayang Aku, kamu bisa gak sholat 5 waktunya tepat waktu. Kenapa? ya solat aja supaya kamu jadi manusia bertaqwa. Ini Tuhan loh yang minta, harus mikir gak? Duh, kl gw solat ntar meeting gue mundur sm client penting, trus gw ada kencan kan, Wee e e, pentol korek. Tuhan itu sayang ke kita unconditional, kita nakal aja masih sayang sama kita. Lo bengal, nakal, ngerjain yang dilarang, haram2 dsb, asal minta ampunan aja diampunin, asal janji jangan ulangin lagi, Tuhan ttp kasi rejeki yang cukup ke kita. Tapi kita cuma diminta solat dan puasa aja beratnya minta ampun. Eh malah ke dukun minta tambahin rejeki. Dah ndak mau jalanin syaratnya, ngeduain pulak. Yakin lo bakal dibolehin masuk surga?
Gini aja, kl pasangan lo, lo sakitin berkali2, yakin lo pintu rumah masih dibukain? 😁
Jadi jalani aja perintahNya dengan senang hati, kalau ada salah mohon ampunanNya. Tuhan itu tau, siapa yang ikhlas mencintai Dia. Syarat2 yang diberikan sebenernyauntuk kita agar lebih mencintai dia aja.
Maybe...
Sehat adalah hal yang utama. Bukan hanya sehat secara lahir tapi juga secara batin.
Banyak orang tertawa mendengar kata "healing" seolah tidak ada hal seperti depresi.
Bapak saya pernah berkata jika 80% kesehatan tubuh kita ini dibentuk dari pikiran kita.
Ketika kita merasa tidak berguna, dikucilkan, dipojokan tanpa ada support system, hal ini bisa berimbas ke kesehatan tubuh kita. Penyakit yang tadinya mungkin sudah membaik bisa tiba-tiba muncul lagi dengan kondisi yang lebih parah.
Sebegitu kuat pikiran kita untuk merusak tubuh kita. Jika hal ini terjadi maka saatnya kita menerapkan yang kita sebut healing. Istirahat, dan tenangkan pikiran, minimal sampai sakit tubuh mereda.
Terkadang ada hal-hal yang bisa memicu sakit itu seperti kelelahan dan mungkin kondisi mental yang tidak siap dengan keadaan.
Just take it easy. Heal your self slowly. Karena yang kenal tubuhmu adalah dirimu sendiri.
Positive Thinking
Wabah pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama 2 tahun, dengan segala pertahanan dan ketatnya protokol kesehatan yang saya terapkan, akhirnya jebol juga. Kemarin saya dinyatakan reaktif.
Saya tidak mau menolak, in denial, apalagi minta ulang swab antigen ataupun ngotot mau pcr aja. Saya lebih ke menerima nasib.
Saya tidak mau menyalahkan siapa2, tidak menyalahkan kantor yang tidak tutup saat banyak yang terdeteksi positif covid, tidak menyalahkan teman2 yang tidak menjaga prokes, ga nyalahin diri sendiri juga yang ga jaga diri.
Kata kawan sekantor saya, pak Mahmud, beliau sekarang sudah pensiun. Belia bilang salah satu nikmat yang diabaikan adalah nikmat sakit. Kenapa gitu, ketika sakit kita memiliki waktu utk beristirahat, mungkin selama ini kita bekerja terlalu keras, dan dengan sakit, dosa2 kita sebagian dihapuskan.
Yaa sebagai orang yang gak baik2 amat, saya bersyukur sih kl sebagian dosa saya dihapus 😁😁
Jadi hari ini adalah hari Minggu. Di hari kamis saya mulai merasa agak meriang, tapi saya masih ngantor, sempat bilang ke teman kantor, badan saya agak greges. Tapi masih bisa lah kerja.
Sorenya, salah satu teman dekat saya swab antigen, dan hasilnya reaktif. 2 kali swab dan hasilnya sama2 reaktif. Teman saya ini besok mau mudik ke Padang karena ada acara keluarga. Jd karena dia ngotot pengen pulang, pergilah ybs PCR di hari jumat pagi, dan di hari jumat sore hasilnya positif.
Di hari Jum'at saya masih merasa greges, plus badan agak nyeri ngilu gimanaaa gitu. Tapi saya fikir ini karena saya mau mens, biasanya ya greges.
Hari Sabtu pagi, saya bangun dengan tenggorokan sakit dan hidung mampet, badan greges dan kepala berat. Dan karena teman dekat saya sudah dipastikan positif covid, saya jg harus dipastikan apaka sudah terpapar atau aman. Dan.. Hasil swab antigen saya reaktif. Ya sudah saya prediksi sih. Semua ring pertama saya sudah terpapar dan sedang menjalani isoman.
Jadi di hari Sabtu, badan saya pegal-pegal, nyeri2 sendi, kepala berat, batuk dan sakit tenggorokan serta hidung meler dan mampet.
Saya minum sumagesic, obat batuk sanadrylndan multivitamin serta air banyak2.
Hari ini, Minggu, saya msh merasakan pegal2 sedikit, sakit kepala berkurang, tapi masih batuk dan hidung msh sedikit mampet dan meler. Hri ini saya jg bersin lebih banyak. Saya seharian tiduran aja, main hape, bahkan makan di kamar, diantar oleh anak saya.
Yang hebatnya sih nafsu makan saya malah bertambah, saya jadi laparan, sedikit2 pengen ngunyah, padahal tenggorokan sakit, hahahaa.
Saya memantau SO2 saya dengan oxymeter, masih di kadar normal 98%, tensi masih normal. Dan saya tidak ada demam. Demikian yang bisa saya tulis untuk jurnal isoman saya di hari 1 dan 2.
5 Tahap Kesedihan
Perasaan sedih, adalah perasaan yang sangat memilukan di hati, terasa gundah, resah, tidak tenang, kesepian, ditolak dan putus asa. Dalam bukunya On The Death and Dying (1969), Dr. Elisabeth Kubler-Ross mengatakan ada lima tahap dalam kesedihan, yaitu Denial, Anger, Bargaining, Depression, dan Acceptance.
Saya tidak tahu saya berada di level mana, tapi kesedihan saya telah berlangsung bertahun-tahun. Saya merasa kehilangan yang amat hebat, kadang saya merasa ini semua tidak terjadi, semua masih seperti dulu, semua baik-baik saja. Banyak yang bilang saya masih dalam tahap denial. Cerita-cerita saya pun masih melibatkan orang yang telah hilang itu, seolah dia masih ada seperti biasa. Apakah saya in Denial? saya tidak tahu.
Anger. Apakah saya marah? ya terkadang saya marah. Kenapa orang ini pergi begitu saja? Bajingan bangsat, merusak semua rencana, merusak hidup saya, saya merasa kesal, saya marah. Sangat marah. Masihkah saya marah? Masih. Masih sangat marah. Saya marah dengan semua yang terjadi, marah dengan sistem yang ada, marah karena semua-semua yang membuat saya marah.
Bargaining. Ini saya pun lakukan setiap hari, saya berandai-andai. Andai saya tidak terlalu mencintainya, andai saya mati saja, andai semua orang tidak terlalu reseh, andai saya tidak pernah bertemu orang ini. Andai Tuhan mendengar do’a saya.
Lalu Depression. Di titik ini semua invidu biasanya merasa di titik terendah. Merasa tidak berguna, tidak berarti, ada tidak dianggap, hilang tidak dicari. Disini saat kita butuh dukungan orang-orang terdekat. Tapi tentu saja, saya harus sendirian menghadapi ini, jadi jangan salahkan saya kalau saya menjadi kembali merokok dan murung seharian. Saya putus asa. Saya benar-benar putus asa.
Acceptance. Mungkin saya sudah menerima nasib saya. Nasib sial yang selalu saja mengikuti ketika saya merasa semua sudah berjalan dengan baik. Saya sudah menerima semua caci maki orang-orang mengatakan saya tidak bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup, saya mungkin sudah menerima bahwa sayalah bajingan itu. Dan saya menerima kalau saya tidak berhak hidup bahagia.
Being Quiet.
Sometimes, when I decided to be quiet, that just means I am frustrated.
I just don't know what to do, what to say and I feel like I desperately need to scream and cry alone.
When I decided to be quiet and withdrawing myself from people doesn't mean that I don't want to be comforted. On the contrary, I need to be comforted and listened to. I need to be found when I feel sad.
I need to be looked for when I'm gone.
I need to be told that everything is going to be okay so I don't have to mess up my brain learning useless things.
But, sometimes, I just need that one person to look after me.
Who would understand that I actually don't like to be quiet and crying alone.
If only that one person would understand.
Adulting.
Adulting is hard.
Correction, hitting 40 is hard.
At 40 you are expected to be a full grown up, responsible adult. Everyone expects you to know everything, and everyone expects you know the right thing to do.
When you were young they tell you to do what you like to do with passion, love with all your heart and don't be afraid to be wrong. Right now, everything is just wrong. Having a feeling is wrong being indifference is also wrong. There are no such things as passion and ambition, they are just fun things to imagine when you are a nobody.
You are not allowed to dream anymore, you are not allowed to love beyond your corridor, you are not allowed to start something new. Just do whatever you are doing even if you hate it with all yout heart. It is always too late to start anew.
You are not allowed to laugh so hard, you are also not allowed to cry because a responsible adult never show emotions in front of others.
You are not to mention to anyone about your dreams, because it's either "you are too old for that" or "why are you being so selfish?"
Being 40 is hard.
They expect you can do everything perfectly, because, well, you're an adult.
Laa tahzan innallaha ma'ana.
We sure don't like feeling sad. Sometimes when we feel sad, we just don't feel like talking. We just want to be alone, crying. Or just pray for a long time, hoping that Allah will listen and do something.
It is a little awkward when I'm sad and always hope for someone to tell me that everything is gonna be alright. Someone, I mean, a person. A human saying that and give a pat on my shoulder comforting me.
But we do have to keep our sadness to ourselves, so many things to keep from other people, so much pretending. We pretend that everything is alright.
Then I have to keep telling myself, nothing bothers me, I am not angry, not sad, not disappointed. I am okay, I am happy.
That's what the society expects me to be. When I go to work, the first thing I see in front of the building, is the quote "Smile, so everyone knows that you are better today than yesteday."
No, I am not feeling better.
No, I am not okay.
No, I am not happy.
What's wrong with all of you who cannot handle the "sad me" And only want to see the "happy me"?
All the closest people are the ones I expect to understand me, and all of them are just being quiet. None of them telling me that it is okay to be sad. Is it not alright to have some certain emotion?
Most of my closest people would just leave me when I feel sad and down. Telling me to calm down and be happy without wanting to know why I am feeling sad.
There really is something wrong with society. We don't like to see sad people because we don't want anyone to get depressed. But forcing someone to be happy all the time is not going to make them happy. They are just feeling more guilty because they cannot fulfil what the society wants, to be a happy person.
Eating with your friends is great. Eating alone is even better 😌
I don't need to share, that's why. 🤭
Actually I was feeling kinda lonely and sad. So I took myself driving around town and found a garden cafe. The location is a bit hidden, meaning not on a main street. The place is great, like its name, it's a garden cafe. It's called Kopi Darat.
Oh, btw, I am in Palembang now. South Sumatera, Indonesia.
From the outside it looks like a small cozy cafe, but when I got in it was quite spacious. There are outdoor seats and also rooftop seats. Since I was alone and not smoking I chose the AC room, I just felt like eating anyways, so I need a comfortable, cool room with enough lights to make photographs.
I decided to have chicken feet and shrimp hakau dimsum as appetizers and for my main course I chose HongKong style noodles. There was some desserts menu, but I thought, hey I haven't had my coffee today, maybe that's why I was feeling kinda down. I ordered Kopi Darat Coffee which is hazelnut flavoured coffee drink served with vanilla ice cream.
I love chicken feet. Here, in Kopi Darat, the chicken feet are not too spicy, I like it. Although, when i took a bite there was still some cold part in the inside. It's not uncooked, just not completely heated. But only a little bit tiny part. So it's okay, maybe they picked them up too fast from the steamer. Shrimp Hakau was okay, but one thing I enjoyed the dimsum sauce so much. It's spicy, but sweet, and you can taste the garlic and some sourness that gives it fresh bursting flavor. Love it.
The Hongkong Noodles was okay, note, you really should mix them well before eating or you will be left with salty sauce at the bottom. Remember mix it well. The wonton that comes with it is great, only one piece though... For me i think I need two or three, because I love wonton. 🤭
I guess it was a good afternoon dine for me. I definetely will come back with friends.
The price is just normal, but for that great flavor and good ambience I guess is not too much. I spent IDR 117.000, which is about 6.77 Euros or CAD$ 10.38. For all those food I ordered. All payment are accepted. No special discount or cashback.
The only drawback is that is kinda hard to park your car there because it's located in a small street.
Dear dad,
How are you up there?
I hope heaven is as great as we are always told.
Dad, you left without giving me a chance to hug you and said good bye while holding your hand. I sometimes blame myself for my choice of living away from home and leaving home too early of an age. I wanted to spend more time with you. There are so many things I want to talk about with you.
I never asked you, what do you do when you can't sleep at night.
I never asked you what to do when you made wrong choices.
I never asked you what am I supposed to do when I have no strength to stand up for the right thing, yet not doing anything feels so guilty.
What am I supposed to do, dad?
I never really asked you when I have big problems, you know me, the eldest always tends to keep things to herself. I should have learnes to be more opened up, I guess because you always know what's on my mind without me telling and offers solution, I got so used to that.
Dad, I really miss you. Now I really want to talk to you. I guess you are the only person who listened to me without judging. Without stopping me when I am getting angry for whatever the case.
Dad, I am so sorry for taking you for granted, I always thought you will always live forever.
I am so sorry for leaving home too early, leaving you so soon to be in the arm of another man. You will always be my first love, and I will always be your girl.
I miss you, dad. Please stop by in my dream so I can tell you my stories...
Love always,
Your first born.
Waktu saya kecil, saya menonton Dunia Dalam Berita di TVRI dan melihat berita tentang seorang penyanyi cilik bernama Ricardo yang menyanyikan lagu berjudul "I Love You Daddy".
Lalu saya meminta bapak saya untuk membelikan kaset lagu Ricardo, "Dad, beliin kaset lagu I Love You Daddy ya... Itu lagi ngetrend loh"
Dad bilang, "Oo iya, nanti dad beliin".
Lalu setiap dad balik dari kantor saya dan adik saya selalu mengecek tas daddy, sambil mencari cari kaset lagu Ricardo itu. Sampai pada suatu hari, kami sekeluarga makan keluar ke daerah Blok M, tepat di sebelah restorannya ada toko kaset, lalu saya menyeret2 dad ke toko kaset. Mami saat itu sudah terlihat malas, karena toko kaset itu kecil dan terlihat tidak laku. Saya dan adik saya memasang tampang memelas ingin dibelikan kaset lagu tersebut. Dan akhirnya dad belikan.
Satu2nya yang saya mengerti dari lagu tersebut saat itu adalah kalimat "I love you daddy". Menurut saya itu keren.
Dan hampir setiap pagi saya diantar dad ke sekolah, kaset lagu itu terus diputar. Saya yang tidak mengerti bahasa Inggris hanya bernyanyi keras di bagian reff saja. Lalu dad mulai memberi tau arti dari lagu itu. Itulah pertama kali saya belajar Bahasa Inggris. Jaman dulu, pelajaran Bahasa Inggris baru diajarkan di tingkat SMP. Saya yang waktu itu kelas 3 SD kalau tidak salah, berasa keren banget, karena mengerti arti dari lagu tersebut.
Dad sendiri juga jadi suka dengan lagu tersebut dan kadang suka ikut menyanyikannya. Dan lagu itu menjadi theme song bagi kami anak2nya.
Beberapa hari sebelum dad masuk ke RS, kata adik saya beliau sempat bernyanyi2 lagu tersebut. Dan sejak beberapa hari yang lalu saya selalu menyanyikan lagu ini.
Mungkin karena saya rindu dad, dan nyanyiannya.
Dan ternyata adik saya yang di Dubai juga beberapa hari ini menyanyikan lagu ini. 😂
Wah, memang benar, saudara itu ikatannya sangat kuat. Sampai music vibes nya bisa bersamaan 😂
Seringkali apa yang kita pikirkan dan kita harapkan tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Seseorang yang kita cintai, dalam pikiran kita masih ada waktu yang cukup banyak untuk terus mencintai dia, ternyata harus pergi. Padahal Ribuan rencana sudah tertulis di kepala, jutaan khayalan tentang apa yang akan kita lakukan bersama, dan milyaran harapan yang terus ada di hati tapi mungkin tak pernah tercetus.
Ketika kita kehilangan seseorang yang kita cintai, separuh dari kita juga ikut hilang. Ribuan sesal karena belum sempat mewujudkan khayalan dan rencana, orang itu keburu di panggil yang kuasa.
Yang tersisa sekarang mereka yang masih ada dunia. Tinggal kita saja mau mewujudkan impian bersama mereka atau tidak. Karena rencana dan khayalan tanpa ada langkah nyata untuk mewujudkan, hanya akan berakhir di sesal, ketika orang itu sudah tiada.
/In memory of my first love/
Kabhie Kushi Kabhie Gham
Artinya "Kadang Senang Kadang Sedih"
Bukankah dalam hidup memang begitu? Kebahagiaan dan Kesedihan datang silih berganti. Seperti Roda yang berputar kadang kita di atas kadang di bawah.
Ketika bahagia jangan lupa bahwa ada orang-orang disekelilingmu yang bersedih, ketika bersedih, ingatlah ini hanya sementara, nanti kita akan gembira lagi.
Film Kabhie Kushi Kabhie Gham dirilis tahun 2001, tapi baru hari ini saya mengetahui artinya. Dan saya hanya bisa berdoa, semoga kesedihan ini hanya sementara, sembari roda kehidupan ini perlahan kembali naik keatas untuk kita semua kembali bahagia.
Tetaplah kuat dalam menghadapi masalah, karena Allah tidak pernah memberikan cobaan yang kita tak sanggup memikulnya.
Dan sesungguhnya akan ada kemudahan setelah kesulitan, akan ada kemudahan setelah kesulitan.
For my greatest hero, you can go through this, dad. I know you are very strong. While I am weak without you....
"Feeling sad? Buy shoes. Depressed? Buy shoes. Useless? Buy shoes. Broken hearted? Buy shoes."
-Mira, 40-ish, some of her shoes weren't even worn yet-