Xjet Technology 070316 novel Technology from Xjet NanoParticle Jetting TM Redefining Metal AM. source
seen from Chile
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Maldives

seen from T1
seen from China
seen from Türkiye

seen from United Kingdom
seen from Croatia

seen from Lithuania

seen from Singapore

seen from Netherlands
seen from China

seen from Netherlands

seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from Singapore
seen from Singapore

seen from Malaysia
Xjet Technology 070316 novel Technology from Xjet NanoParticle Jetting TM Redefining Metal AM. source
|-/ @stillstreet
07.03.16
and I'll try to delay what you make of my life but I don't want your way, I want mine
Rumah Rey
Namaku Rinai. Dan ini kisahku. Kisah tentang temu dan pisah yang harus ku relakan dalam satu waktu. Kisah tentang harap yang masih selalu kusimpan dalam diam.
Waktu seakan berjalan begitu lambat bersama hujan yang malam ini turun. Lelah tak lantas membuatku lelap. Ingatan masa laluku kembali setelah nama itu kembali muncul di layar hapeku.
"Nay..besok aku pulang, kita ketemu yah. Salam Rey mu". Sebaris kalimat dari nomor yang tak ku kenali ini membuat ingatanku kembali terlempar ke masa setahun lalu
**** Rey..kata kamu kita bertemu karena takdir. Entah ada rencana apa dibaliknya, bahkan sampai membuat kita begitu dekat empat tahun belakangan ini. Tapi, kurasa sekarang sudah waktunya kita berpisah karena-Nya juga. Aku tahu resiko apa saja yang akan terjadi. Tapi, aku merasa jalan kita untuk bersatu adalah salah, kuharap kita bisa memperbaikinya.
Rey..jika kita jodoh, Tuhan akan kembali mempersatukan kita bukan? Maukah kamu bersabar bersama waktu?
Rey diam. Benar-benar hanya diam. Sempat kulirik matanya, namun tak ada apapun yang mampu kutangkap dari sorotnya. Dinginnya Malino yang biasanya bisa menembus ke tulangku tak lagi terasa. Takutku di cekam hening. Hingga serak suara yang beberapa tahun ini selalu kurindu disetiap pagiku mulai terdengar.
Seberapa siap hatimu bersabar Nay? Seberapa percaya kamu pada waktu?
Emghh..entah Rey. Aku hanya akan menjalaninya, kesiapanku tak bisa kuuraikan, percayaku hanya kutitipkan pada-Nya.
Hari itu, di Kota Bunga. Dimana akhirnya aku dan Rey kembali bertemu setelah setahun tak pernah saling bertatap muka, sudah kusiapkan pula untuk menjadi pertemuan terakhir kami.
Setelahnya kami tak lagi saling tahu kabar, langkah kami sudah kembali masing-masing. Dia kembali ke tanah rantaunya, dan aku kembali pada yakin yang ingin ku jalani. Meski aku sadar, langkahku tak akan lagi bisa setegak kemarin, tegar dan kuat yang berusaha ku tunjukkan pada Rey dan pada orang-orang hingga setahun ini hanya topeng semata. Ikhlasku untuk kembali ke jalan-Nya tak semudah yg kupikir.
***** Tapi, hari ini dia kembali. Rey pulang dan kupikir inilah saat yang tepat, meski yakinku akan kepulangannya tak sama seperti kenyataan.
Aku bergegas menuju tempat Rey. Seperti kembali ke masa dua tahun silam. Langkahku tak lagi harus ku arahkan, dia sudah sangat hapal tempat pulangnya kemana.
Hari ini Rey pulang. Dan ternyata kepulangannya tak hanya ingin disambut oleh senyumanku, tapi oleh senyuman dia yang pun selalu ku sebut kesayangan.
Hari ini Rey pulang, bukan kerumah berpintu coklat yang selalu kukagumi bentuknya, pintu rumahnya kali ini berwarna hijau. Tanpa lukisan daun, hanya ada tulisan nama dan tanggal berwarna putih. Bukan warna kesukannya memang, tapi terlalu aneh jika Nisan harus bertinta kuning.
*pagi tadi ketika kado untuk rey baru kusiapkan, nomor yang semalam tertera dilayar hapeku kembali mengabarkan bahwa Rey benar-benar pulang, tapi bukan kepadaku, bukan untuk menjemputku, melainkan untuk berpulang kemana asal manusia itu diciptakan*
Ini adalah tulisan kolaborasi dengan @gadisfebruaryy yang sayang jika hanya mengendap di draft saja, hasil WP Narasi yang rada failed hihihii.. Niat bikin apa, jadinya malah apa.
Where's Riva?hehe 😊😄😉 #tbt #friendship #070316