Leaving for Abu Dhabi | December 10, 2017 - squad list (24 players)
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Canada
seen from Germany

seen from Canada

seen from United States

seen from Canada

seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States
Leaving for Abu Dhabi | December 10, 2017 - squad list (24 players)
wearing clothes that smells like and belongs to someone you love is quite possibly the best feeling ever
Today I celebrated by being more hungover than I’ve ever been in my life, which, in a way, was quite a blessing because it gave me an excuse to not move for 90% of the day.
I only listened to the record that I had custom made for him one time. While I was home alone.
I pet a dog for 37 consecutive minutes.
I watched Pride And Prejudice two times. Back to back.
And I held back all tears until this moment, 1:59am.
Tiny accomplishments.
Today was sad.
On the downside, it's been two years since Radio City...
воспоминания убивают. да, вы правы.. воспоминания - это все, что остается от тех, кого не вернуть. от меня тоже когда-то останутся лишь воспоминания и они тебя убьют.
Rasa Diakui
Untuk Alung, Lanang, dan kamu Marsha, seuntai syair yang kutulis akhir tahun lalu, kira-kira untuk mengabadikan 'Kita' saat itu :
"Potongan bayang hari itu abadi terekam di mataku
Mulai dari susahnya hati yang satu untuk yakin
Kosongnya tatapan mata yang lain
Dan jiwa yang selalu menghibur, hingga malam itu
Tak usahlah kalian tanya alasanku berada di sisi
Karena aku bisa meyakinkanmu bahwa aku tak punya
Tak usahlah beri perhatian padaku
Karena sebenarnya ruang jiwa ini tidak bisa menerimanya
Tak perlulah aku tanamkan di benak kalian
Jika sesungguhnya aku tidak pernah separuh hati
Bahkan jika dukamu bisa berubah menjadi butiran air mataku
Jika gundahmu menjadi khawatirku saja
Dan kosongnya mata kalian meniadakan aku
Aku sepenuh hati bersedia
Karena kalian menarikku dari kesemuan menjadi nyata
Dan apapun bisa kulakukan untuk kalian yang menyadari kehadiranku
Karena harga pengakuan untuk sebuah eksistensi itu mahal
Dan tak ada jumlah materi yang bisa membayar tuntasnya
Maka kuserahkan raga dan jiwaku saja"
Apa kabarnya kalian? aku dengar beberapa prahara sempat mengguncang indahnya tawa kita, dan sendunya pilu kita. Masihkah dua rasa itu masih akan kita nikmati bersama? Ataukah sudah digelayuti oleh ego pribadi saat ini? Aku masih di sini, kok, tak pernah beranjak, mungkin kalian tak menyadarinya.
Aku yang rindu,
Darta :)
Una Bèstia Incontrolable - 10.11.12 - Vulnerable