#78 Semakin Sedikitnya Frekuensi Pertemuan
Memasuki usia di mana teman-teman seusiaku sudah mulai menyusun tanggal pernikahan, mengikhtiarkan hadirnya anak dalam keluarga kecilnya, atau sibuk dengan karirnya. Sedangkan, aku di sini alhamdulillah sedang menata kembali apa-apa yang perlu diprioritaskan, mempertimbangkan segala hal dari baik dan buruknya untuk diri sendiri, lingkungan, dan ridhoNya.
Ternyata, semakin dewasa, memperbanyak frekuensi cangkruk dan teman tidak sepenuhnya membahagiakan. Apalagi, kalau dikaitkan dengan pengeluaran setiap kali pertemuan. Sehingga keputusan untuk mencatat semua pengeluaran dan pemasukan dalam 2 bulan terakhir ini, merasa perlu dan harus dilakukan. Karena pengeluaran yang dirasa tidak seberapa, tapi kok saldo rekening segini-gini aja? Larinya kemana? HAHAHA.
Kadang juga, banyaknya pertemuan dengan orang lain, berakhir nggak begitu recharge diri, malah cenderung ngabisin energi. Padahal tujuan awal ketemu orang lain, untuk bertukar cerita, tanya kabar, dan belajar dari apa yang mereka lewati. Tapi nggak semua orang berpikiran hal yang sama, dan nggak semua hal berjalan sesuai ekspektasi kita.
Jadi, untuk saat ini, mulai menata prioritas, khususnya terhadap apa-apa yang perlu diiya-kan, apa-apa yang perlu diusahakan, dan apa-apa yang perlu di ‘enggak dulu’ atau ‘kayaknya next time aja’.
















