Aku, ingin pun mencintai dengan sederhana. Bersamanya yang sederhana.
When i love you in the way you are, and you love me in this way i am.
Karena kita bukan manusia sempurna. Kita terlalu banyak kekurangan. Yang ketika tuhan berkenan menampakkan aib kita, entah jadi seburuk apa rupa kita. Dan kekurangan2 itu melengkapi kita. Dan aib2 itu, dilindungi oleh masing2 kita. Bukankah indah?
Aku ingin dicintai dengan sederhana. Cukup ucapan selamat tidur sebelum aku memejamkan mata. Dan selamat pagi ketika aku baru membuka mata. Hingga tak ada ruang kamu tidak ada disana.
Aku ingin kita saling mencintai dengan sederhana. Ketika cukup tentang aku dan kamu. Tentang bagamana kita lemah dan saling menguatkan, dimana kita lelah dan saling memopang, dimana kita bosan dan saling bertahan, dimana ketika kita khilaf dan saling mengingatkan dan dimana kita salah dan saling memafkan
Aku, ingin hidup denganmu dengan sederhana. Bagaimana secangkir teh dibayar dengan sebuah kecupan dan pelukan hangat yang akan mengawali pagi kita. Menyambutmu dengan senyum kerinduan di akhir sore setelah menunggumu pulang. Berbagi hal-hal yang kita suka, dan mengkompromikan hal-hal yang masing2 tidak kita suka. Bertengkar untuk hal-hal kecil hingga besar, hingga kita berasa ingin saling meninggalkan, tetapi pada akhirnya hanya membuat kita semakin sadar, kita tidak bisa hidup dengan ketiadaan masing2 kita.
Dan aku ingin, cinta2 sederhana kita, membuat kita dicintai orang-orang disekitar kita. Ketika cinta kita menjadikan cinta-cinta yang lain.
yang berharap segera kutemukan.