#77 “Papa beliin jam untuk adek, buat kenang-kenangan”
Sepulang kantor menjelang maghrib hari ini..
Tiba2 papa menyodorkan foto di hp nya menunjukkan 2 foto jam sambil menawarkan “adek mau jam tangan ini, ini merk xxx lo”
Langsung saja kubalas “lohh, itu harga 2-3 juta pa.. nggak usah. Adek nggak suka modelnya” aku menolak, karena bagiku untuk jam, alokasi uang segitu bisa untuk hal lain.
“Kalau yang ini…” aku sontak menjawab “enggak pa.. itu bukan model yang adek suka.. adek baru aja beli jam” aku menunjukkan jam incaranku yang masih berada di keranjang, selama 3 bulanan ini, karena pikir panjang. Harganya nggak seberapa, tapi pikirku mending untuk keperluan mendesak yang lain.
Tiba-tiba penolakanku berlanjut pikir panjang setelah papa bilang “papa belikan ini sekali-sekali.. beli jam sekalian agak mahal, kenang-kenangan dari papa.” Jangan ditanya responku gimana, langsung diam. Overthinking.
Mulai mbatin “kayaknya papa pingin belikan sesuatu buat anaknya, jadi gapapa”. Padahal, kalau aja papa beliin langsung jam atau barang apapun itu, dan sudah langsung dikasih, pasti dipakainya.
Setelah itu bilang “jam yang tadi adek belum beli kok pa.. kalau mau belikan yang tadi nggak apa, bagus itu. Jangan yang juta-jutaan ya pa pokoknya”
Ternyata ini maksudnya, kadang orangtua juga pingin belikan anaknya, senang lihat anaknya pakai pemberiannya. Walaupun sudah dewasa dan bisa cari uang sendiri. So,, I do always appreciate it a lot.
.tiba-tiba ingin menulis, sambil air mata netes dikit karna kata ‘kenang-kenangan’ cukup buat mikir kesana kemari.












