Untuk segala sesuatu yang tak terucapkan, entah disimpan untuk apa. Dijadikan apa atau didiamkan saja demi menjaga apa. Untuk segala sesuatu yang tak terkatakan, yang masih disimpan. Dikunci rapat dalam lemari. Untuk segala sesuatu yang tak terungkapkan, yang masih disembunyikan. Takut ditemukan, entah apa yang ditakutkan. Semuanya, adalah terima kasih mewakilinya. Untuk segala sesuatu yang tak terkatakan, tak akan pernah terkatakan atau terlambat dikatakan. Meski misalnya diketahui berpuluh tahun setelah ini. Adalah terima kasih mewakili semua juga. Karena entah bagaimana, pikirku terima kasih adalah syukur yang terbaik. Menyesal hanya akan terus memenuhi hati kita dengan segala kejenuhan perasaan yang sama. Aku mau, untuk selamanya berterima kasih pada-Mu. Juga padamu. Untuk kemarin, hari ini dan esok. :) *lain kali, kalau aku mengutuki diri kenapa kamu begini ketika misalnya kamu berubah nanti. Barangkali biar tulisan ini menjadi belati untuk membunuh segala kalimatku yang lupa asal mulanya.