#29Maret #March29 お誕生日おめでとうございます、諏訪部 順一さん 🎉👏😄 . Happy Birthday, @j.suwabe san Btw we have the same birthday ✌😁 . #HappyBirthday #誕生日おめでとう #諏訪部順一 #SuwabeJunichi #JunichiSuwabe #Seiyuu
seen from Türkiye
seen from Romania

seen from Malaysia

seen from T1
seen from United Kingdom
seen from China

seen from Malaysia
seen from China

seen from United States
seen from Russia

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from China

seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from China

seen from Malaysia

seen from China
#29Maret #March29 お誕生日おめでとうございます、諏訪部 順一さん 🎉👏😄 . Happy Birthday, @j.suwabe san Btw we have the same birthday ✌😁 . #HappyBirthday #誕生日おめでとう #諏訪部順一 #SuwabeJunichi #JunichiSuwabe #Seiyuu
Teruntuk Tiga Serangkai :)
tulisan ini, spesial untuk tiga sahabat yang sudah kukenal selama 1/3 tahun :)
Selamat malam, tiga tengah malamku..
Malam ini, aku sejenak ingin bernostalgia, tentang kenangan yang terlanjur terangkai dalam takdir kita.
Malam itu, 27 Juni 2014, rangkaian pertama dimulai melalui perjumpaan singkat di Gazebo FIB. Untuk pertama kalinya aku berjumpa denganmu, 12 Mei. Untuk kesekian kalinya aku berjumpa denganmu 11 September (baik aku maupun kamu ternyata sama-sama tak punya nyali untuk menyapa satu sama lain). Dan khusus kamu, 29 Maret, aku baru menjumpamu di 15 Juli 2014. :)
Sejak awal menjumpamu, aku bersyukur kamu akan memimpin perjalanan 25 hari di sebuah desa yang belum kita ketahui saat itu, 12 Mei. Mengetahui track recordmu di BEM, akupun tidak ragu dengan kemampuanmu menjadi sekretaris, 11 September. Dan kamu, 29 Maret, sikap tegasmu membuatku yakin bahwa kamu adalah bendahara yang handal. Kalian adalah kesatuan yang saling melengkapi, aku bangga menjadi bagian dari kalian.
Perjalanan dimulai... memasuki sebuah desa, bernama Sudah..
ya, aku akan menjalani 25 hariku bersama 10 makhluk-makhluk Allah yang belum mengenal aku (sepertinya). Tidak kusangka, lagi-lagi kalian yang menurutku bisa sangat mengerti aku.
29 Maret, terima kasih atas senyum manis dan tawamu setiap melihat gelak tawaku. Terima kasih telah merawatku selama aku sakit diare dan masuk angin, terima kasih telah berbagi cerita denganku, berjamaah denganku, dan juga berbagi canda tawa selepas shubuh sambil menyetrika :) Terima kasih telah menjadi partner duel senam bersama adik-adik TK di desa Sudah, :) kau ingat dengan senam-senam kita? kau ingat dengan gelak tawa ceria adik-adik saat kita senam libur telah tiba? :) Kau adalah orang pertama yang berhasil membuatku terharu di tengah-tengah kau mengerok punggungku (adakah bahasa yang lebih romantis dari mengerok?). Terima kasih telah menjadi partner cuci piring dan cuci baju paling romantis, terima kasih telah menjadi salah satu partner cenglu di tanggal 23 Agustus, terima kasih :') Terima kasih untuk selalu mencoba menjalin silaturahim hingga saat ini. :')
11 September, sejak aku mengenalmu di tahun 2012, aku yakin kamu adalah orang yang tegas, kerja keras, dan cakcek. :') Dan ternyata benar. Kamu adalah sekretaris kebanggan kami, yang selalu tepat waktu (kecuali bangun pagi), yang rapi dan bersih, yang seringkali satu selera denganku, :). Terima kasih telah berbagi kisah denganku, semua ceritamu masih terekam jelas dalam ingatanku. Tentang perjuanganmu di masa SMA, kisah cintamu, tentang impian, harapan, dan doa, juga tentang duo sejoli dharmaudin yang membuatku selalu teringat padamu :) terima kasih telah sangat membantuku, bahkan menggantikan posisiku saat aku sakit, mengetahui keinginanku untuk pergi ke kota, dan seketika mau diajak ke kota :') dan terutama, terimakasih telah menemani 12 Mei menyelesaikan segala urusan. :) Terima kasih telah menguatkanku dalam berbagai kondisi, terimakasih :')
Dan kamu, 12 Mei. Sejak jumpa pertama, sesungguhnya aku punya firasat, cepat atau lambat kita akan menjadi akrab. Sepertinya Allah memilihkan jalan yang lambat. Dari sekian banyak anak-anakmu, sepertinya aku adalah anak terakhir yang bisa kau ajak bicara. Hehe. Terima kasih untuk bisa mengerti dan menyesuaikan saat berbicara denganku. Awalnya, kukira kamu adalah orang yang kaku, sekarang kubuang jauh-jauh pikiran itu, mengingat kamu adalah orang yang paling bisa bikin aku ketawa bahkan dalam kondisi mengangis jelek (seperti yang kamu bilang). Terima kasih, telah menjadi pemimpin 25 hari hidupku dan kesembilan sahabat kita. Terima kasih telah mengajarkan kesabaran, melalui sikapmu, ceritamu, dan hal-hal spontan lainnya. Terima kasih telah menjadi partner diskusi midnight yang luar biasa, dinamika emosiku bisa kamu sulap jadi roller coaster, habis nangis jelek, ketawa jelek, nangis haru, senyum tipis-tipis, nahan ketawa, nangis jelek lagi, muter gitu terus. Terima kasih telah mau direpotkan untuk berbagai hal, baik sebelum, selama, bahkan pasca '25 hari' itu. Terima kasih atas segala usahamu untuk menyelematkan orang yang ada dibelakangmu saat 25 Agustus, terima kasih atas berbagai usaha yang kamu lakukan agar aku tidak sedih, semua ceritamu juga masih terangkai jelas dalam bingkai ingatanku. Yang tidak kalah berkesan, terima kasih telah memberikan pengalaman pertamaku, menyanyi lagu dangdut. Meskipun awalnya aku benar-benar sebal mengetahui disuruh balik ke balai desa hanya karena disuruh menyanyi lagu dangdut, hehehe. Terima kasih, sekali lagi terima kasih, 12 Mei. Maaf atas semua kesalahanku ya :)
kemarin, 27 Oktober, tepat 4 bulan aku mengenal kalian, 1/3 tahun. hehe. Lumayan lama kan? (:
Terima kasih telah memberikan warna-warni kehidupan di 4 bulan terakhir, kuharap, esok, lusa, dan seterusnya, kalian tetap mewarnai hidupku. :)
Maaf bila akhir-akhir menjadi sangat sensitif, hingga tega-teganya menganggap kalian berubah, padahal aku yakin, kalian tetap disini, di ruang hatiku, begitupun aku, yang ada di ruang hati kalian masing-masing.
Jauh, dekat...
Statis, berubah...
Saling atau tidak saling...
Ingat atau lupa..
Doaku akan selalu mengiringi langkahmu, sahabat-sahabatku... :')
28 Oktober 2014
Valina Khiarin Nisa
yang sedang belajar untuk menanam rindu dan tidak terlalu manja dengan kalian.