Karena corona temanku rugi 70 juta.
Sedih dan iba adalah rasa yang pertama kali muncul saat mengetahui teman seperjuanganku dari awal SMA ikut bangkrut karena wabah ini.
Lockdown yang memang harus diterapkan pemerintah mengakibatkan pendapatan para pengusaha turun drastis, salah satunya rumah makan. Banyak cerita dari teman-teman yang kerja di rumah makan tentang keluh kesahnya di masa-masa ini, bahkan untuk membayar uang sewa bulanan pun mereka kesulitan.
Salah satu yang harus menelan kerugian adalah rumah makan yang baru saja dirintis oleh temenku ini. Saham yang baru saja ia beli awal tahun ini terpaksa harus gulung tikar alias berhenti.
Padahal bagi seorang pengusaha newbie modal yang ia keluarkan cukup besar, 5500$ atau sekitar 80an juta dalam rupiah.
Apalagi melihat dan mengetahui barang-barang yang ia jual sangat murah, bikin hati jadi makin miris. Jika diperkirakan uang yang kembali hanya seperdelapan dari modal.
Menutup adalah keputusan yang sangat berat, tapi sepertinya memang ini adalah pilihan yang terbaik baginya. Karena menutup usahanya akan rugi dan tetap membukanya di jam-jam kerja pun akan lebih rugi, karena besar pasak daripada tiang.... Ia harus mengeluarkan biaya untuk membeli kebutuhan dapur, gas, listrik, gaji pegawai, operasional dll. Bisa saja ia menutup sementara, akan tetapi ia tetap harus membayar sewa tempat, perbulan 5000 le.
Sebagai seorang teman, saya hanya bisa membantu serta mendoakan semoga ada hikmah di balik ini semua, walaupun sekarang kita belum mengetahuinya. InsyaAllah Allah swt. akan menggantinya dengan yang lebih baik.