Hari 1
Dear Sayang, ini hari pertama aku menuliskan surat padamu, katanya ini akan membantu aku untuk lebih cepat pulih. Sebentar lagi tepat satu tahun aku tanpamu, rasanya gimana? Wah rasanya gak bisa aku deskripsikan yang. Rasanya aku masih benar-benar ingat bagaimana hangatnya pelukanmu, bagaimana tawamu, ah semuanya terasa masih benar-benar lekat dalam ingatanku dan seluruh tubuhku. Kehilangan kamu membuatku sadar, betapa aku begitu bergantung padamu, rasanya aku kehilangan setengah nyawaku yang. Anak kita sudah hampir 8 bulan yang, wajahnya sangat mirip denganmu, rasanya kalau kamu ada di sini, kamu akan membanggakan hal itu. Cara dia tersenyum, cara dia memelukku, cara dia menatapku, rasanya membuat aku semakin kangen kamu. Aku gak peduli yang, bagaimana mereka bilang bahwa aku harus kuat, aku pasti bisa melewati ini, dan lainnya. Nyatanya aku tetap hancur kehilanganmu, nyatanya aku tetap lemah ketika kamu tidak lagi menemani langkahku. Semua itu kenyataan yang gak bisa aku sembunyikan bagaimana pun caraku berpura-pura. Yang, jangan sedih ya di sana, aku gak pernah menyesal menikah denganmu, aku gak pernah menyesal menemani langkahmu sampai akhir, aku gak pernah menyesal untuk segala pertengkaran, kesedihan, kebahagian dan kenangan yang kita bagi. Aku bahagia mengenalmu, aku bahagia menikahimu, aku bahagia memilikimu.
Aku .. (aku lanjutin lagi nanti ya yang, karena sulit menuliskan ini sambil mengingatmu)














