Terima kasih... Terima kasih sudah jadi penerang dikala mendung menyerang Hujan tadi sore, mengingatkan kembali pada amarahku waktu itu. Tubuhku basah kuyup karenanya. Dulu aku benci hujan, aku benci basahnya. Saat dimana orang-orang suka hujan, aku tidak begitu Tapi bersama hujan, banyak kenangan tercipta. Hujan tadi sore membawa ingatanku padanya Dia yang selalu mengukir kisah bersama saat hujan Dalam-dalam aku menatap hujan Dalam senyap terhanyut lamunan Daun kering yang lelah, tertarik gravitasinya Saling bertumpukan bersama puing-puing rindu Aku rindu, rindu hujan yang membasahiku bersautan dengan gerutuku. Sembari mengusap kacamataku yang mengembun karena termakan senja. Dia membisu mendengarkan celotehku, kami saling diam Karena ia tahu betul aku tak suka hujan. Motor masih melaju kencang menembus hujan. Air mataku mengalir deras menyelip diantaranya, menangisi yang telah terjadi. Walau tak akan bisa kembali. Aku rindu, dan akan selalu rindu Kini semua hanya terasa dalam ilusi Aku seperti berinteraksi dengan bayanganmu Tak dapat kugapai Rasanya kalau sudah begini aku semakin sadar, tak ingin menyia-nyiakan waktu lagi jika diberikan kesempatan bersamamu. Ah memang manusia sifatnya sering begitu. Dekat disia-siakan, jauh dicari-cari. Tersisa hanya kenangannya Mengharap iba agar bersama, tapi sayang hanya angan saja Percuma Berlarut dalam sedih, meminta kembali tapi mustahil Terima kasih waktu yang berharga Meninggalkan Kenangan indah Taken by @dyancahyaningrum #30DJ #30DJ3 #30DJ3Day24 #30DJofAWI #30DJSeason3 #300Juni2020 #tantanganmenulis #tantanganmenulis30hari #kompetisimenulis #AWIOfficial #creativepost #senjadiataplangit #creativephotographyideas #creative_typographyid #typography #typewriter #typogram #poedisual https://www.instagram.com/p/CB0z5dfDsn3/?igshid=44ssmde4tay1















