Hanya satu yang kuyakini dan tak akan pernah terjadi; kau tak akan pernah jadi kepunyaanku seutuhnya.
Today's Document

Discoholic đŸª©
No title available

Andulka

Janaina Medeiros
cherry valley forever
Three Goblin Art
taylor price
Peter Solarz
Cosimo Galluzzi

roma★

if i look back, i am lost
tumblr dot com

★
AnasAbdin
No title available

No title available

No title available
sheepfilms
will byers stan first human second

seen from Malaysia
seen from Russia
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United States
@memorelies
Hanya satu yang kuyakini dan tak akan pernah terjadi; kau tak akan pernah jadi kepunyaanku seutuhnya.
Terima kasih atas semua usaha2 yang sudah diusahakan.
Aku adalah hal yang paling mudah kamu singkirkan bukan?
So.. did she happy without me?
Bagian terberat dari melepaskan seseorang adalah belajar memahami, bahwa beberapa orang merasa baik-baik saja tanpa adanya kita di hidupnya.
Aku menjadikanmu tujuan, bukan pilihan.
Mau gimana lagi?
Mauku membenahi. Maumu menyudahi
Semoga aku abadi dalam rasa sesalmu
Dulu, kukira tingkatan tertinggi dari mencintai seseorang adalah membersamai, tanpa memiliki. Tapi ternyata, masih ada yang lebih tinggi dari itu. Yaitu membebaskan, memerdekakan. Aku mencintaimu sepaket dengan membebaskan dan memerdekakanmu. Kamu bebas hidup seperti apapun yang kamu mau. Kamu bebas mencintaiku dengan cara apapun itu. Kamu bebas enggak mencintaiku atas pilihanmu. Aku tetap mencintaimu. Kamu bebas. Kamu merdeka.
- Sastrasa
Jam tidurnya semakin sedikit, tiap malam ia isi dengan isak tangis
Pelan-pelan digerogoti dari dalam.
KEDEWASAAN EMOSI
Salah satu topik yang agak jarang diangkat di Indonesia adalah kedewasaan emosi (emotionally mature).
Yang saya lihat, kebanyakan orang di Indonesia beranggapan bahwa kedewasaan emosi ini akan berjalan seiring dengan umur.
Padahal, berdasarkan pengalaman diri sendiri, kalau nggak sering-sering dikulik, kita jarang sadar bahwa secara emosi, kita kurang dewasa.
Setidaknya, ada 20 tanda kedewasaan emosi seseorang, diantaranya adalah:
1. Sadar bahwa kebanyakan perilaku buruk dari orang lain itu akarnya adalah dari ketakutan dan kecemasan – bukan kejahatan atau kebodohan.
2. Sadar bahwa orang gak bisa baca pikiran kita sehingga akhirnya kita tau bahwa kita harus bisa mengartikulasikan intensi dan perasaan kita dengan menggunakan kata-kata yang jelas dan tenang. Dan, gak menyalahkan orang kalau mereka gak ngerti maksudnya kita apa.
3. Sadar bahwa kadang-kadang kita bisa salah – dan bisa minta maaf.
4. Belajar untuk lebih percaya diri, bukan karena menyadari bahwa kita hebat, tapi karena akhirnya kita tau kalau bahwa semua orang sebodoh, setakut, dan se-lost kita.
5. Akhirnya bisa memaafkan orang tua kita karena akhirnya kita sadar bahwa mereka gak bermaksud untuk membuat hidup kita sulit – tapi mereka juga bertarung dengan masalah pribadi mereka sendiri.
6. Sadar bahwa hal-hal kecil seperti jam tidur, gula darah, stress – berpengaruh besar pada mood kita. Jadi, kita bisa mengatur waktu untuk mendiskusikan hal-hal penting sama orang waktu orang tersebut sudah dalam kondisi nyaman, kenyang, gak buru-buru dan gak mabuk
7. Gak ngambek. Ketika orang menyakiti kita, kita akan (mencoba) menjelaskan kenapa kita marah, dan kita memaafkan orang tersebut.
8. Belajar bahwa gak ada yang sempurna. Gak ada pekerjaan yang sempurna, hidup yang sempurna, dan pasangan yang sempurna. Akhirnya, kita mengapresiasi apa yang 'good enough'.
9. Belajar untuk jadi sedikit lebih pesimis dalam mengharapkan sesuatu - sehingga kita bisa lebih kalem, sabar, dan pemaaf.
10. Sadar bahwa semua orang punya kelemahan di karakter mereka – yang sebenarnya terhubung dengan kelebihan mereka. Misalnya, ada yang berantakan, tapi sebenernya mereka visioner dan creative (jadi seimbang) – sehingga sebenernya, orang yang sempurna itu gak ada.
11. Lebih susah jatuh cinta (wadaw). Karena kalau pas kita muda, kita gampang naksir orang. Tapi sekarang, kita sadar bahwa seberapa kerennya orang itu, kalau dilihat dari dekat, ya sebenernya ngeselin juga đŸ˜‚ sehingga akhirnya kita belajar untuk setia sama yang udah ada.
12. Akhirnya kita sadar bahwa sebenernya diri kita ini gak semenyenangkan dan semudah itu untuk hidup bareng
13. Kita belajar untuk memaafkan diri sendiri – untuk segala kesalahan dan kebodohan kita. Kita belajar untuk jadi teman baik untuk diri sendiri.
14. Kita belajar bahwa menjadi dewasa itu adalah dengan berdamai dengan sisi kita yang kekanak-kanakan dan keras kepala yang akan selalu ada.
15. Akhirnya bisa mengurangi ekspektasi berlebihan untuk menggapai kebahagiaan yang gak realistis – dan lebih bisa untuk merayakan hal-hal kecil. Jadi lebih ke arah: bahagia itu sederhana.
16. Gak sepeduli itu sama apa kata orang dan gak akan berusaha sekuat itu untuk menyenangkan semua orang. Ujung-ujungnya, bakal ada satu dua orang kok yang menerima kita seutuhnya. Kita akan melupakan ketenaran dan akhirnya bersandar pada cinta.
17. Bisa menerima masukan.
18. Bisa mendapatkan pandangan baru untuk menyelesaikan masalah diri sendiri, misalnya dengan jalan-jalan di taman.
19. Bisa menyadari bahwa masa lalu kita mempengaruhi respons kita terhadap masalah di masa sekarang, misalnya dari trauma masa kecil. Kalau bisa menyadari ini, kita bisa menahan diri untuk gak merespon dengan gegabah.
20. Sadar bahwa ketika kita memulai persahabatan, sebenernya orang lain gak begitu tertarik sama cerita bahagia kita – tapi malah kesulitan kita. Karena manusia itu pada intinya kesepian, dan ingin merasa ada teman di dunia yang sulit ini.
Written by @jill_bobby
Referensi: https://youtu.be/k-J9BVBjK3o
On the Ledge | adamkylejackson
Untuk segala yang ada di luar kendali biarkan ia tetap menyakiti, memberi luka, menyanjung dan membuatmu lelah. Tugasmu masih sama, hanya menerima dan belajar dewasa
Mungkin kita harus saling menarik diri dari perputaran waktu
Menjinakkan badai dalam isi kepala masing masing
Menunggu takdir kembali mempertemukan kita di laut yang sama
Berlayar dengan aman dan nyaman
Tanpa gangguan, pun keterpaksaan
Bagaimana bisa aku meyakini hal-hal yang tak pasti
Belajar untuk mengapresiasi orang yang mencintaimu. Karena, suatu hari kamu mungkin akan kehilangan bulan jika terus menerus menghitung bintang.
~ Kata seseorang