KALAU SUDAH BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI, HARUS BERDAMAI DENGAN SIAPA LAGI? #30dwc22 . . Isu terkait mental health, Quarter Life Crisis, Heal Your Self, dan lainnya yang terkait dengan diri sendiri salah satu bahasan yang tidak ada habisnya. Mungkin karena manusia di dunia sedang menyadari bahwa ternyata kita semua perlu bahagia. Hehe. Bahagia yang seutuhnya. . . Lihat coba potret ini adalah potret tahun lalu, sehari setelah saya diwisuda. Muka bahagianya terpancar bukan? Padahal sebenarnya menyimpan banyak keresahan, karena kepulangan ke rumah tinggal menghitung mundur saja. Sedih bukan, sudah merasa nyaman di kota Jogja, dan seneng juga akan berdiam di kota sendiri (Tangerang) karena setiap hari dengan dengan orang tua. . . Lalu bagaimana kehidupan sekarang? Apakah sudah lebih baik setelah merasa takut berada di kota sendiri? Hehe. Jawabannya saya rasa sudah merasa lebih baik, saya rasa memang sudah bisa beradpatasi dengan kondisi yang saya anggap saya susah beradaptasinya. Tidak hanya dengan orang-orangnya, tetapi juga kondisi lingkungannya. . . Lalu bagaimana dengan segala rencana mu? Sudah terealisasi? Saya belum bisa memastikan presentase tercapainya. Tapi saya hanya merasa mampu menikmati setelah sudah banyak bergulat dengan diri sendiri. Saya kira saya akan terluka oleh orang lain, karena nada bicara orang kepada saya, cara orang memerlakukan saya. Tapi ternyata saya terluka karena diri saya sendiri. Saya salah memberi respon terhadap lingkungan baru saya. Itulah kenapa yang membuat saya akhirnya bisa beradaptasi setelah saya sadar dan mampu menikmati setiap kejadian-kejadian yang saya alami. . . Apakah lalu saya sudah berdamai dengan diri sendiri? Saya rasa jawabannya hanya soal diri kita dan keimanan kita. Hal ini berpengaruh sekali menurut saya, keimanan itulah yang membuat kita akhirnya bisa lebih bisa menerima keadaan kita. Saya tidak merasa sudah berdamai dengan diri sendiri sepenuhnya, karena berdamai dengan diri sendiri itu seperti belajar sabar yang waktu belajarnya setiap hari dan setiap saat. Bahkan menurut saya tidak ada istilah sugesti yang ada adalah iman. Karena sebenarnya kita berdamai atas bantuan-Nya. #30dwc22 #pejuangdwcjilid23 (di Tangerang) https://www.instagram.com/p/CAQL3wmDuBg/?igshid=1jgte27jjk9re

















