Pada dasarnya ada beberapa hal yang emang cuma perlu di-Yaudah-in begitu saja. Tanpa harus ada alasan dan kalimat tambahan untuk sekadar meyakinkan kalau semua akan baik-baik saja.
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Claire Keane
noise dept.
$LAYYYTER

titsay

★
Mike Driver
Alisa U Zemlji Chuda

Kiana Khansmith
Peter Solarz

shark vs the universe
AnasAbdin
Game of Thrones Daily
TVSTRANGERTHINGS
Lint Roller? I Barely Know Her
Today's Document

❣ Chile in a Photography ❣

@theartofmadeline
todays bird
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Morocco
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from Italy
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Sweden
seen from Sweden

seen from Malaysia

seen from United States

seen from France

seen from Malaysia
@skalaku
Pada dasarnya ada beberapa hal yang emang cuma perlu di-Yaudah-in begitu saja. Tanpa harus ada alasan dan kalimat tambahan untuk sekadar meyakinkan kalau semua akan baik-baik saja.
Pagi
Menyambut pagi dengan badan yang sedikit pegal, mata yang berat terbuka. Dibacakanlah Ia doa bangun tidur, sedikit lebih segar.
Menyambut pagi dengan membuka layar media sosial bukan main mata terbuka bak jendela tak mau tertutup. Halah dasar aku.
Menyambut pagi dengan sedikit bersyukur, karena bersyukur itu ternyata juga perlu dicoba dari sedikit dulu. Pelan-pelan aja, coba aja dulu, kan kita gak tahu seseorang akan bertahan sampe level mana.
Menyambut pagi dengan sedikit lebih sadar,waras,dan realistis.
Sore
Sedang merasakan kegaduhan. Kegaduhan yang dirasakan oleh banyak orang yang sedang merasa disakiti hatinya. Bak cinta bertepuk sebelah tangan. Bak cinta dikhianati. Manis di awal masa pendekatan. Teresa sekali pahitnya dalam perjalanan.
Sedang merasa sakit hati. Berkecamuk hati dan raganya. Merasakan teriknya matahari tengah siang. Merasakan jalanan aspal penuh semangat. Tak peduli di awal. Ternyata banyak yang tersakiti, tertular juga rasanya pada diri ini.
Berpikir perlahan, bahwa harus ada hal yang harus dipikir secara dua arah. Yang terdzalimi semoga segera diberikan keadilan dan ketenagan hati untuk mampu segera menerima kenyataan. Yang terdzalimi semoga selalu dicukupkan segala rezeki dan kebutuhannya. Yang mendzalimi semoga Allah berikan taufik dan hidayahnya segera.
Aamiin
I'VE FINISHED 30 DWC #25 . . Hari terakhir menyelesaikan challange tulisan. 30 bagian dalam satu judul tema cerita fiksi. Sebuah judul jadul yang belum terpublikasikan dengan sangat banyak cacatnya di mana-mana. Kalau saya jadi juru lomba pun, rasanya tidak pantas menjadi pemenang. Hehehe. Tapi tak apa, dari sini saya juga belajar. Ternyata menulis itu latihan dan sekaligus belajar. Bahwa setiap apa yang kita tulis jangan cepat merasa puas. Barang kali isi tulisannya bagus, tetapi redaksinya yang tak karuan. Pun juga sebaliknya. Maka tidak boleh berkecil hati, jika mendapatkan feedback yang tidak baik dari para pembaca. Tenang, mereka hanya sedang membuatmu merasa bahwa belajar menulis itu sepanjang hayat. . . Ini adalah kali kedua saya mengikuti #30DWC. Memang sedikit berbeda dari yang sebelumnya. Sepertinya targetan di jilid 25 ini pun tercapai, tanpa terlambat satu hari pun. Saya bersyukur sekali diberi kuat mata, pikiran, akal, jari tangan, hati, dan seluruh anggota badan yang mau diajak bekerja sama. . . Oiya, terima kasih sudah mau membersamai sampai akhir Ka @peuyeum.puan, Ka @maulanahelmi sebagai Guardian yang rajin, Ka Zuhud, Ka dua Annisa, Ka Intan, Ka Dinda, Ka @maziyyaf Hehe. Dan teman-teman yang lainnya yang sudah saling menyemangati supaya tetap setoran tulisan. Hehe. Menjadi support sistem untuk menyelesaikan challenge ini. Love you.. . . Dan terima kasih atas bimbingannya Ka @rezky_passionwriter @rizkamamalia, beserta super team ka @sarikusumaway @spriscadewii. Semoga bertemu di jilid selanjutnya. #pejuang30dwc #30DWC #day308 (di Tangerang) https://www.instagram.com/p/CFHvegmjwie/?igshid=1er4rnjdxura3
Sore
Kalau sudah sore hari begini, pikiranmu sudah sampai mana?
Kalau sudah sore hari begini, sudah melalukan hal yang bermanfaat apa saja?
Kalau kamu hari ini merasa disakiti kamu boleh kok menyingkir senentar. Kamu tidak kalah kok kalau menghindar. Kamu punya ruang dan waktu. Di luar sana ada kok yang demikian. Tapi mereka juga bangkit dan berjuang lagi. Gapapa ya. Dunia gak jahat kok. Serius deh. Hehe
Sore
Aneh ya kalau setiap hari kita memikirkan hal yang sama saja. Memikirkan pikiran orang lain yang hanya bisa diterka dengan banyak asumsi. Salut sekali kalau semua hal bisa ditelan sendiri. Sudah dicerna dengan baik apapun yang akan ditelan?
Jangan lelah sendiri ya memikirkan orang lain. Kita gak punya kewajiban untuk itu kok. Mari kita belajar selesai dengan diri sendiri.
I'VE FINISHED 30DWC #23 . . Oh iya saya ingin mengucapkan "TAQABALALLAH MINNA WA MINKUM TAQABALALLAH YA KARIEM SIAMANA WA SIAMAKUM. Semoga dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun esok. Semoga tetap tertular semangat ibadahnya di bulan Syawal dan seterusnya. . . Hari ini adalah hari terakhir saya bercerita di #30dwcjilid23. Kalau kita cemas jika nanti dipertemukan lagi dengan Ramadhan, barangkali saya juga merasakan demikian, takut kalau keistiqomahan menulisnya berkurang. Bahkan tidak konsisten seperti halnya ketika mengikuti challange. . . Saya hanya ingin berterima kasih. Kepada Allah yang sudah sangat membuat saya mampu menulis selama 30 hari. Dimampukan otak, tangan, mata, dan semua anggota tubuh yang sudah mau diajak bekerja sama dalam proses penyelesaian writing challange ini. . . Diberikan kesempatan belajar lebih menjadi narasumber dan moderator terkait kepenulisan. Ternyata benar ya, kita hanya perlu mencoba. Takut salah membuat kita belajar supaya tidak menjadi salah. Hehe. . . Terima kasih kepada guardian saya yang sudah menjadi alarm squad 4 @anisaanza. Seluruh teman-teman yang sudah cukup menghibur dan menyemangati satu sama lain @dinafayna @basyiirun @rosmaidasinurat @ffa_guchiten, Ka Sakdi, Ka Angela, Ka Rachman, dan pasangan pasutri ketjeh ka @usi_supinar dan ka @kamaludinkhoir. Hehe . . Terima kasih juga kepada para mentor-mentor yang luar biasa memberikan ilmu kepenulisannya @rezky_passionwriter dan Ka @rizkamamalia, serta dipertemukan ka @sarikusumaway dan Ka @spriscadewii. Semoga yang sudah diberikan membekas kepada kita dan menjadi paham untuk semua yang memberikan ilmunya. . . #30dwc30 #pejuang30dwc #pejuangdwcjilid23 #squad4 #skalaliabercerita (di Pasar Jati Mauk Tangerang) https://www.instagram.com/p/CAk3CkGDfzu/?igshid=1c14l923u34r
SEMUA BERDOA HAL YANG SAMA #30dwc29 . . Menulis cerita kali ini dengan diiringi suara takbir yang saling bersahutan. Sejujurnya saya sempat bosan harus menanggapi jumlah positif, negatif, PDP, dan sejenisnya yang berhubungan dengan covid-19. Sempat merasa muak dan tidak peduli saja. Hal tersebut lantas tidak membuat saya jadi tidak patuh aturan. Tetap pakai masker, cuci tangan dan hal lainnya. Ke pasar saja saya menghindari tempat dagang yang tidak banyak antriannya. Wkwkwk. Lagi-lagi urusan dapur membuat saya harus tetap ke pasar. . . Malam terakhir di bulan Ramadhan. Saya hanya optimis bahwa dari kita semua pasti menginginkan kabar baik dan bahagia setelah Ramadhan ini. Meskipun memang sedih juga Ramadhannya berakhir dan tidak tahu tahun depan Allah pertemukan lagi atau tidak. Berakhir pandemi ini dari negara ini. Negara yang.... Ah sudahlah saya tidak ingin banyak mengutuk pada negera sendiri. Barangkali juga saya bagian dari orang yang dzalim terhadap negara sendiri. . . Malam terakhir di bulan Ramadhan. Sudah bermuhasabah diri? Atau sudah banyak rencana setelah Ramadhan berakhir? Atau masih resah karena pandeminya belum berakhir? Susah juga ya kayanya, berasa maju mundur kena. Hehe. . . Saya berharap malam terakhir di bulan Ramadhan ini kita bisa sadar, bahwa ikat pinggang sepertinya harus lebih kencangkan. Ada doa-doa yang harus lebih diseriuskan supaya pandemi ini segera berakhir. Jangan mengutuknya meskipun saya yakin kita juga sudah cukup tidak sabar menghadapinya. Sedih bukan. Semoga tidak ada lagi Ramadhan dengan kondisi seperti ini. Tapi saya sadar, bahwa hal ini memberikan hikmah kepada kita, misalnya kita tidak pernah berdebat bukan soal jumlah rakaat shalat tarawih, mau 11 ataupun 23 rakaat. Jangankan mau berdebat, shalat tarawih aja mungkin kita tiadakan karena anjuran dari pemerintah untuk tarawih #DiRumahAja. Ckckck. Salah jarah juga akhirnya. . #30dwc29 #pejuang30dwc #pejuangdwcjilid23 #squad4 #skalaliabercerita (di Pasar Jati Mauk Tangerang) https://www.instagram.com/p/CAiQwG6jtMq/?igshid=1t4nqv3kfr2u0
RUMAH BUKAN TONG SAMPAH #30dwc28 . . Hastag yang sangat populer di tahun ini mungkin yang kaitannya dengan covid-19, ya #DiRumahAja. 6 bulan sudah berada di rumah setelah tidak lagi tinggal di kota Jogja. Tangerang menjadi tempat pulang pada akhirnya. Tapi Jogja tetap menjadi tempat yang selalu membekas dan dirindukan untuk menjadi tempat kembali. . . Umur kalian sudah berapa tahun sekarang? Aku 23 tahun dan masih tinggal menetap bersama orang tua. Alhamdulillah. Selama kamu hidup sudah punya teman terpercaya kah? Atau belum? Masih mencari atau bahkan tidak percaya dengan orang lain? Mari kita tentukan dari sekarang kemana kita akan pulang dan kepada siapa saja kita akan bercerita, berkeluh kesah, mengadu, dan berharap. Saya meyakini sebelum kepada orang-orang kita akan selalu meminta semua itu kepada Allah. Akan mengeluhkan, meminta, berharap, berkeluh kesah, dan bersyukur kepada Allah semata. Tapi bukankah Allah juga menjawab doa kita melalui perantara makhluk di bumi? Ya lewat saya misalnya. Hehe . . Saya yakin diantara kita semua pasti punya satu orang yang dipercaya untuk menjadi tempat bercerita. Sering kali menjadi pendengar dan menyebut diri sebagai tong sampah orang lain. Kasar betul ya. Ah, itu hanya panggilan teman yang levelnya udah tingkat buli. Katanya level pertemanan di atas ukhuwah itu adalah buli. Wkwk. Parah memang ya. Tidak perlu khawatir kalau harus jadi tong sampah orang lain, harusnya bersyukur bisa jadi tempat buat orang lain dalam keadaan 'sekadar' butuh saja. . . Lain halnya dengan rumah, rumah tidak bisa jadi tong sampah. Karena orang-orang di dalamnya menganggap kita lebih dari sekadarnya saja. Lebih dari apa yang kita lihat dan dengar. Kadang orang di rumah bingung bukan caranya mengucapkan sayang, rindu dan kata romantis lainnya. Yang kamu dengar hanyalah kata minta tolong bersihkan a, b sampe z yang tidak ada habisnya. Padahal sebenarnya dari kata tolong itu orang rumah sedang memberikan pelajaran. Tapi sayangnya kita selalu salah memberikan respon. . . Mari menjadikan rumah adalah tempat ternyaman dari tempat lainnya. Rumahku syurga ku. Membangun syurga di rumah, membangun rumah di syurga. #30dwc28 #squad4 https://www.instagram.com/p/CAgoz6Mjgx4/?igshid=160c0ebdfaygg
KITA PELANIN GAS MOTOR DEH YUK!!! #30dwc27 . . Baru saja saya ingat setelah kembali melewati jembatan ini. "Abis ini kemana ni? Nah ini kan jembatan ni, tapi bukan jembatan shiratal mustaqim, terus kemana?" Mengendarai motor sambil ngoceh. . . Saya hari ini ke tempat pelelangan ikan di pinggir pantai pantura. Sudah beberapa kali melewati jembatan ini, tapi tidak tahu persis di mana tempat pelelangannya. Karena lebih sering beli ikan dan sejenisnya di pinggiran jalan. Hari ini karena harus membeli beberapa jenis seafood dalam jumlah banyak saya pikir akan lebih cocok kalau ke tempat pelelangan langsung. . . Foto ini saya dapatkan sebelum Ramadhan datang. "Teh aku mau foto dulu dong, nanti di jembatan itu ya teh" Pinta @sarah.alfatih pada saya. Biar bisa bikin story di sosial media dengan kalimat sendu dan syahdu mungkin. Hehe . . Saya hanya menunggunya di atas motor sembari melihat-lihat. Pas sekali anak ini mengabadikan moment bapak menuntun sepeda ini. Hingga akhirnya saya berpikir, kenapa harus dituntun kalau bisa dikayuh. Ternyata memang berat kalau harus dikayuh. Jembatan ini menurut saya terlalu tinggi tanjakannya, entah berapa sudutnya juga saya tidak paham betul. Kasihan juga ya, bapaknya tua renta naik sepeda. . . Kemudian mata saya tertuju pada belanjaan yang saya beli di pedagang tadi. "Wahh, untung aja tadi gak tancap gas dan gak buru-buru". Saya baru sadar bahwa saya membeli di beberapa pedagang untuk beberapa jenis. Kalau saja tadi langsung tancap gas dan membeli di satu pedagang mungkin pedagang yang lain tidak ada yang terjual juga. Ngebayangin aja gitu kalau dari tiap kita selalu membeli di tempat yang sama semua hanya karena dagangan itu laris manis banyak pembeli. Tapi coba deh bayangin, barang kali ada loh pedagang yang dagangannya pengen dibeli juga karena liat rumput tetangga lebih hijau. . . Kadang cuma ngerasa gak enak hati aja gitu, barang kali kita yang terlalu gak peduli juga sama pedagang yang lain. Barang kali pedagang yang sepi itu lagi butuh uang juga. Jangan sampai kita menjadi salah satu penyebab orang lain mempunyai penyakit hati. #30dwc27 #pejuangdwcjilid23 #pejuang30dwc #squad4 #skalaliabercerita (di Pelelangan Ikan Rawa Saban) https://www.instagram.com/p/CAdE_ALjQOs/?igshid=1m34u9aegk0u2
RUMAH NENEK, DENGAN 15 BUNGKUS NASI SETIAP HARI #30dwc26 . . Tulisan ke 26 masih terkait kehidupan rumah tangga dan dapur. Sebagai orang yang diberi tanggung jawab mengurus dapur dan segala isinya itu jadilah satu judul tulisan kali ini. . . Kantor saya yang sering disebut dengan "Rumah Nenek" itu memang bukan seperti tempat kerja, bahkan seperti rumah sendiri yang isinya seluruh anak tanpa ikatan darah. Dari Januari bergabung dan per Mei ini masih bertahan di sini, mengurus dapur dengan segala kondisi rasa masakannya. Kadang manis, asin, pedas, kecut, dan lain halnya. Tapi mari kita belajar dari hal kecil yang setiap hari melekat dengan kita yang sebenarnya sedang memberikan pelajaran kepada kita. . . 15 bungkus nasi, di kantor kecil ini jumlah kami sekitar 20 orang lebih. Sisanya lebih diisi oleh para relawan setia yang selalu membantu kegiatan program @rumahyatimdhuafarydha. Selama Ramadhan ini, kami hanya berbuka puasa setiap Senin dan Kamis saja, selebihnya masing-masing profesional a.k.a pekerja akan mendapatkan bingkisan untuk dibawa pulang. Kenapa hanya 15? Karena sisanya tinggal menetap di kantor. Kebetulan kantor punya ruang kamar yang bisa diisi oleh para profesional. Karena kantor tidak boleh sepi, bisa jadi bantuan sedekah dalam bentuk apapun datangnya tanpa mengenal waktu. Jadi, setiap hari selalu ada aktivitas meskipun hari libur. Hehe . . 15 bungkus nasi, saya belajar terkait kerja sama dalam tim. Saya sendiri mengatur segala urusan dapur, para juru masak hanyalah sekadar masak, sisanya saya yang mengurus sendiri. Sebagai anak yang selalu butuh bantuin, saya tidak pernah singkat kepada anak-anak untuk membantu saya membungkus nasi, sayur, lauk, dan takjil yang harus dibawa pulang. Saya bersyukur sekali, mereka bekerja atas dasar kesadaran dan empati, sehingga melihat saya demikian pasti akan sigap membantu. Meringankan sekali bukan? Hehe . . 15 bungkus nasi, saya belajar mengatur porsi dari masing-masing orang supaya semuanya mendapatkan hak yang sama. Kita belajar berlaku adil terhadap apa-apa yang menggiurkan mata, padahal itu hanya makanan. . . #30dwc26 #pejuangdwcjilid23 #pejuang30dwc #skalaliabercerita (di Tangerang) https://www.instagram.com/p/CAaY9cDj5Wh/?igshid=17su1crlmbhrb
MEMBAHAGIAKAN ORANG LAIN LEWAT MAKANAN #30dwc25 . . Menu yang saya sajikan di gambar pasti tidak asing di mata teman-teman semuanya. Ayam geprek. Iya, gurih, pedas, begitulah gambaran umum makanan ini. Jadi gimana sudah merasa lapar? Hehe . . Menu yang saya sajikan di gambar adalah menu @dapursayma yang dimasak oleh juru masak andalan. Masakan yang dimasak jarang sekali yang tidak pas di lidah anak-anak kantor. Percaya atau tidak sering sekali saya mendapati mereka berbahagia ketika waktu makan tiba. Melihat menu yang disajikan, meresa terpenuhi karena menunya adalah makanan kesukaan. . . Menu yang disajikan selalu membuat kita jadi berkumpul untuk makan bersama. Sehingga terciptalah suasana yang lebih intim di kantor. Memuji makanan yang disajikan. Pun kalau ada yang merasa tidak terlalu suka mereka punya cara lain supaya tidak terkesan mencela makanan. Hehe . . Setiap kali melihat makanan yang disajikan oleh dapur, selalu terlintas doa untuk bibi-bibi di dapur yang masak. Keberkahan atas mereka yang mampu memasak dengan enak sehingga terisilah energi untuk kuat bekerja. Tidak hanya memasak, mereka juga punya ilmu dari memasak ini. Salah satunya adalah bagaimana makanan bisa tetap enak, awet atau tidak mudah basi. Salah satunya dari segi pengolahan bahan masaknya dan memperhatikan kebersihannya. . . Dari tiap anak kantor selalu punya cita-cita ingin pintar masak setiap menu baru dan enak yang dimasak. Hehe. Maklumlah, isi kantor kebanyakan perempuan jadi jiwa keibuannya mulai muncul. Bisa jadi memang kita juga butuh ilmu ini sekalipun memang masak tidak menjadi prioritas atau patokan seseorang siap menikah atau menjadi seorang ibu. Hehe. Tapi menurut saya ini perlu dimiliki, barang kali bahagianya pasangan kita berasal dari makanan yang kita masak. Kita pilih yuk lewat jalan mana kita ingin membahagiakan orang lain. Hehe . . #30dwc25 #pejuang30dwc #pejuangdwcjilid23 #squad4 #skalaliabercerita (di Tangerang) https://www.instagram.com/p/CAX9RGcDKMj/?igshid=d14h54tk0d7k
HIDUP BUKAN SOAL DIRI SENDIRI #30dwc24 . . Tema ketiga di hari ke 24 ini adalah Kemanusian. Saya rasa sangat banyak tulisan yang bisa dimuat. Salah satunya adalah konten dapur dan rumah tangga yang juga bisa dikaitkan dengan Kemanusian. . . Sebelumnya saya ingin cerita sebentar, tadi sore saya membuka laman facebook saya. Saya melihat salah satu status yang tidak ingin saya sebutkan namanya tetapi membuat gemas dan heran juga, ternyata masih ada orang yang bisa merasa terganggu dengan kondisi perekonomian seseorang yang sedang terpuruk di tengah pandemi ini. . . Saya rasa media sosial sudah sangat membantu dalam hal menawarkan barang dan jasa yang kita produksi dan kita tawarkan. Apalagi di tengah pandemi seperti ini, orang jadi lebih kreatif masak, membuat dan menciptakan sesuatu yang mampu menghasilkan uang sehingga perekonomiannya tetap stabil, tetap bisa makan, dan mungkin sedang menyabung membeli baju lebaran. Miris saja kalau harus ada yang tetap merasa terganggu karena beranda sosial media penuh dengan dagangan bak pasar. Padahal semua orang sah-sah saja menawarkan barang dagangannya. . . Kemanusian itu bukan soal kita harus menyumbang yang banyak untuk kedamaian negara lain yang terancam. Kemanusian bahkan lebih luas dari itu. Contohnya saja, banyak dari teman-teman kita yang akhirnya memilih berjualan apapun yang bisa dijual untuk menambah uang sakunya. Pandemi ini tidak hanya berpengaruh kepada perekonomian negara, tetapi juga berpengaruh terhadap perekonomian keluarga. Nah salah satu bentuk kecil dari kemanusian menurut saya adalah ikut andil dalam menyejahterakan keluarga yang sedang berjuang dalam perekonomiannya. Membeli barang dagangan teman sendiri, membantu mempromosikannya. . . Membeli barang dagangan teman sendiri adalah satu bentuk usaha supaya uang terputar di lingkaran masyarakat kita. Barang kali kita tuh kadang membeli sesuatu bukan karena kita butuh barang tersebut tetapi karena kita ingin membantunya lewat membeli dagangannya. Bantu keluarga lain tersenyum pula lewat aksi kita. Tidak mau senang sendirian bukan? #30dwc24 #pejuangdwcjilid23 #skalaliabercerita (di Tangerang) https://www.instagram.com/p/CAVYpx7DHLn/?igshid=kqjs9p0l26n7
REBAHAN MENYELAMATKAN BANGSA? #30dwc23 . . Kaum rebahan mana suaranya? Iya cukup jawab dalam hati aja ya, gak usah heboh, atau bisa langsung dilampiaskan aja teriakannya di kolom komentar ya. Hehe . . Tema kali adalah soal bahas rebahan. Udah paling sesuai banget kan sama apa yang terjadi di Indonesia. #DiRumahAja disuarakan setelah covid-19 ini mulai masuk ke Indonesia. Kemudian kamu rebahan merasa sangat diangkat derajat karena sudah sangat berpengaruh dalam menyelamatkan bangsa. Katanya sih begitu. . . Bangga banget sih jadi kaum rebahan gak punya karya? Tunggu, tunggu. Jangan begitu dong. Santai aja. Gak usah negatif thinking gitu dong sama beberapa kaum. Barang kali mereka lebih banyak punya karya loh dari pada kita. . . Saya mulai menyadari, semenjak covid-19 ini masuk ke Indonesia, beberapa karyawan harus dirumahkan bahkan kena PHK, para murid dirumahkan dan menjadi lulusan angkatan corona, mahasiswa sidang dan wisuda online, dan beberapa hal yang mengharuskan kita tetap berada di rumah. . . Jangan meremehkan #DiRumahAja, bahkan bukan sekadar kata 'Aja' kalau ternyata ia memberikan dampak positif bagi diri kita. Di mulai dari rebahan sampai menghasilkan pundi-pundi uang dan amal. Kok bisa? Ya bisa dong. Ya misal ni, orang yang ada #DiRumahAja itu malah bisa lebih kreatif dan produktif. Mereka yang suka rebahan malah tiba-tiba ngide buat jadi reseller dari produk tertentu. Posting gambar produk, dikasih caption open PO atau ready, ada yang liat terus komen, terus beli. . . Dari rebahan bisa lebih kreatif, misalnya yang tadinya gak suka masak jadi bisa masak karena kerajaannya tiap hari liat tiktok masak ala-ala. Saya yakin betul tidak semua orang melakukan aktivitas yang sama dan terus-terusan. Kaum rebahan juga tetap minum dan makan, mereka bukan unta ataupun tanaman kaktus yang mampu nyimpan banyak cadangan air. . . Banyak hal yang bisa dilakukan kok untuk tetap produktif dengan #DiRumahAja. Saya yakin orang-orang yang suka rebahan mereka cuma sedang merendah aja untuk melangit. Hehe. Bisa jadi selama smedi di dalam kamar mereka punya rencana masa depan yang gak ingin dibagi terlalu dini ke khalayak ramai. #30dwc23 #pejuangdwc (di Tangerang) https://www.instagram.com/p/CASw2O6jSMk/?igshid=1kp6wm5zdgz7r
KALAU SUDAH BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI, HARUS BERDAMAI DENGAN SIAPA LAGI? #30dwc22 . . Isu terkait mental health, Quarter Life Crisis, Heal Your Self, dan lainnya yang terkait dengan diri sendiri salah satu bahasan yang tidak ada habisnya. Mungkin karena manusia di dunia sedang menyadari bahwa ternyata kita semua perlu bahagia. Hehe. Bahagia yang seutuhnya. . . Lihat coba potret ini adalah potret tahun lalu, sehari setelah saya diwisuda. Muka bahagianya terpancar bukan? Padahal sebenarnya menyimpan banyak keresahan, karena kepulangan ke rumah tinggal menghitung mundur saja. Sedih bukan, sudah merasa nyaman di kota Jogja, dan seneng juga akan berdiam di kota sendiri (Tangerang) karena setiap hari dengan dengan orang tua. . . Lalu bagaimana kehidupan sekarang? Apakah sudah lebih baik setelah merasa takut berada di kota sendiri? Hehe. Jawabannya saya rasa sudah merasa lebih baik, saya rasa memang sudah bisa beradpatasi dengan kondisi yang saya anggap saya susah beradaptasinya. Tidak hanya dengan orang-orangnya, tetapi juga kondisi lingkungannya. . . Lalu bagaimana dengan segala rencana mu? Sudah terealisasi? Saya belum bisa memastikan presentase tercapainya. Tapi saya hanya merasa mampu menikmati setelah sudah banyak bergulat dengan diri sendiri. Saya kira saya akan terluka oleh orang lain, karena nada bicara orang kepada saya, cara orang memerlakukan saya. Tapi ternyata saya terluka karena diri saya sendiri. Saya salah memberi respon terhadap lingkungan baru saya. Itulah kenapa yang membuat saya akhirnya bisa beradaptasi setelah saya sadar dan mampu menikmati setiap kejadian-kejadian yang saya alami. . . Apakah lalu saya sudah berdamai dengan diri sendiri? Saya rasa jawabannya hanya soal diri kita dan keimanan kita. Hal ini berpengaruh sekali menurut saya, keimanan itulah yang membuat kita akhirnya bisa lebih bisa menerima keadaan kita. Saya tidak merasa sudah berdamai dengan diri sendiri sepenuhnya, karena berdamai dengan diri sendiri itu seperti belajar sabar yang waktu belajarnya setiap hari dan setiap saat. Bahkan menurut saya tidak ada istilah sugesti yang ada adalah iman. Karena sebenarnya kita berdamai atas bantuan-Nya. #30dwc22 #pejuangdwcjilid23 (di Tangerang) https://www.instagram.com/p/CAQL3wmDuBg/?igshid=1jgte27jjk9re
BELAJAR DARI BAHAN MASAKAN #30dwc21 . . Tulisan kali ini kita beralih ke makanan ya teman-teman. Ini adalah ca brokoli yang saya masak. Rasanya jelas enak karena masakan sendiri. Kalau diberi nilai karena makanannya tidak enak tetap akan dibilang "lumayan lah untuk pemula". Padahal harusnya sudah harus bisa masak loh di umur segini. Sudah harus bisa bedain mana jahe mana laos, mana ketumbar mana lada. Hehe . . Brokoli ini kalau saya belanja di Pasar Mauk saya kadang cukup sulit untuk mendapatkannya. Biasanya saya dapatkan di tukang sayur tertentu saja yang mau jual sayur-mayur yang jenisnya jarang saya temukan di lapak lain. Sempat saya tanya, kenapa beberapa jenis di Pasar ini susah didapatkan. Padahal saya sudah sangat jenuh sekali kadang melihat jenis sayur yang sama di setiap lapak sayur. Tukang sayur hanya menjawab "Soalnya gak banyak orang yang nyari sayur yang kaya gitu, sekalinya ada mesti mahal". Padahal dulu ke pasar tradisional di Condongcatur di Jogja saya mudah sekali mendapatkan brokoli ini. Padahal pasarnya tidak terlalu besar, tapi jenis sayurnya lebih beragam. . . Kok jadi bandingin pasar gitu? Iya soalnya jadi suka bingung sendiri kalau harus masak hal yang sama meskipun setiap hari memang masak yang berbeda. Tetapi kalau polanya sama dilakukan setiap minggu dengan menu yang sama maka akan timbul kebosanan juga. Padahal setiap masakan yang dihidangkan kita tidak boleh mencelanya. Saya akhirnya belajar dari sini. Belajar untuk tidak ingin berkata atau berpendapat yang sama terhadap makanan yang disajikan. . . Kita mungkin lupa ya, kalau sayur yang kita masak itu proses untuk pada tahap bisa dipanen membutuhkan waktu yang lama. Kemudian atas dasar kesalahan kita sendiri yang barang kali membuat masakan itu jadi tidak berselera. Dari makanan yang dimasak sendiri saya belajar untuk menghargai apa yang sudah saya masak. Alih-alih untuk menghargai diri sendiri dan membuat tubuh mendapat energi dari apa yang kita makan secara bahagia. Bersyukur atas apa yang dimasak, atas apa yang telah disajikan. . . Oiya, ketahui porsi makan kita supaya tidak ada yang mubadzir terbuang karena kita merasa terlalu kenyang. #30dwc21 #pejuangdwcjilid23 (di Tangerang) https://www.instagram.com/p/CANqjBuDpSn/?igshid=rxrf4be5dgs2
YANG DIANGGAP TIDAK PENTING, TERNYATA BERNILAI - DRIED FLOWER #30dwc20 . . Pernah lihat jenis tumbuhan liar ini di pinggir jalan? Pernah merasa cantik melihat jenis-jenis ini tidak? Apa yang kalian bakalan lakuin kalau lihat mereka ini? . . Oke ini lagi-lagi soal cara pandang saya saja ya. Nanti teman-teman yang membacanya bisa kok berpendapat lain terkait jenis tanaman liar di pinggir jalan. . . Saya sudah beberapa kali mencoba untuk mengeringkan bunga-bunga atau daun yang sekiranya masih bisa layak dijadikan sebagai hiasan kamar. Sebenarnya kebiasaan ini muncul sejak saya mengenal mata kuliah fitogeografi di Fakultas Kehutanan. Kita diajarkan caranha untuk membuat herbarium dari daun yang kita dapatkan. Nanti silahkan dicari tahu saja terkait fitogeografi seperti apa. Hehe. . . Kemudian setelah saya sidang skripsi, saya mendapatkan beberapa bunga yang kemudian saya simpan sampai ia mengering dan berubah warna. Saya juga meminta bunga wisuda yang kala itu teman saya juga ingin membuangnya dan saya memintanya daripada harus dibuang. Hingga jadilah foto di slide kedua, bagaimana penampakan dried flower saya. Kalau dilihat memang ada beberapa bunga edelweis yang sudah mengering. Bukannya gak boleh dipetik? Memang tidak boleh dipetik kalau yang berada di zona-zona tertentu dalam kawasan. Kalau ini kan jelas pasti dari hasil budidaya. Hehe . . Potret kedua saya ambil bersama sepupu saya di sekitar jalan yang sering kami lewati setiap kami pualng kerja ataupun tempat kami lari pagi. Di sana kami menemukan jenis ilalang dan tumbuhan liar lainnya yang kami rasa cocok untuk dijadikan hiasan. Saya juga kadang suka berkeinginan untuk menggunakan ini ketika pernikahan saya kelak. Sebagai buket bunga yang saya bawa selama sesi resepsi berlangsung. Rasanya ikut berbahagia saja kalau harus menggunakan apa yang kita punya tanpa harus membelinya bahkan menyewanya. Hidup memang harus sekreatif mungkin. . . Saya kadang terharu juga kepada sang Maha Pencipta, karena sudah sangat berbaik hati menciptakan mereka yang kadang kita lupakan. Keberadaan mereka itu sebagai penghibur mata ketika di perjalanan. Kalau kita menyadarinya. MasyaAllah. #30dwc20 #pejuangdwcjilid23 #squad4 (di Tangerang) https://www.instagram.com/p/CALEe3ZjIHB/?igshid=1hfgf881bjrqt