Berusaha Baik
Kadang aku mempertanyakan diriku yang terlihat baik di luar. Menerka-nerka mana kenyataan yang paling mendekati. Orang baik hati atau sekedar pura-pura baik. Entah mana pilihan yang tepat, tapi rasanya aku tidak sebaik yang orang kira.
Dilemanya aku juga sering dikira dingin dan tidak ramah. Padahal tidak sepenuhnya demikian. Ada kalanya aku hanya tidak suka berbicara. Sering kali mendengarkan terasa lebih menyenangkan dari pada berbicara. Bukannya tidak ramah, hanya saja sulit menyampaikan salam.
Aku kesulitan memulai segala hal. Berbicara dengan orang asing selalu menyenangkan bagiku, tapi berbicara dengan orang yang sudah dikenal malah terasa lebih sulit. Memanahi seseorang membuatku lebih hati-hati. Menahan buruknya ucapan yang kadang lepas tak terkontrol.
Menjadi manusia introvert memang sering dianggap tidak suka bersosialisasi. Ya, benar. Namun tidak sepenuhnya benar. Aku suka bersosialisasi dengan berbagai ketentuan. Sulit menghabiskan waktu seharian bersama banyak orang. Selama jumlah anggota kelompok cukup ramping, aku akan merasa baik-baik saja.
Semua diamku sering disalahartikan. Diamku dianggap aku manusia baik-baik dan tidak suka membuat masalah. Aku bukan tidak suka masalah, hanya menghindari kebisingan. Berkelahi bukan sesuatu yang aneh, jika perlu lakukan saja. Kebisingan dari perkelahian yang paling aku benci. Bising sekali rasanya.
Dari sikapku di atas, bisa kamu lihat aku tidak benar-benar baik. Ada buruknya bahkan banyak. Namun tidak semua salah.












