#28 : Koma
Aku mengenalnya hampir selama dia terbaring di sini, sayang dia belum sempat mengenalku. Hari itu adalah hari dimana kami akan saling bertemu, tapi naas dia mengalami kecelakaan dalam perjalanan dan di tempat lain aku sedang menunggu.
.
Aku baru sempat mengucapkan “Hallo” saat dia sudah memejamkan mata. Sampai hari ini dia belum membalas sapaanku, matanya masih tertutup, dia belum mau bangun.
“Nak, kamu cari perempuan lain saja. Mungkin belum jodoh sama anak bapak,” kata ayahnya yg waktu itu membuatkan janji untuk kami bertemu.
Aku menggeleng, “Saya mau berkenalan dulu sama anak bapak, saya masih bisa nunggu kok,” jawabku.
.
Padahal saat aku berkata itu sudah lebih dari 3 bulan dia tidak sadarkan diri, hanya saja aku masih terus menemuinya setiap hari. Meski keadaannya belum berubah setiap aku datang kemari. Entah kenapa aku ingin ada di sampingnya ketika dia pertama kali membuka mata nanti.
.
Selama dia koma, aku mengenalnya dari keluarganya, dari sahabat terdekatnya, dari rekan kerjanya. Aku memiliki banyak informasi tentang dia sehingga cukup tahu meski bukan dari dirinya. Aku senang melakukan itu, karena aku memang begitu ingin mengenalnya meski dulu belum sempat bertemu. Padahal aku bisa saja mencari perempuan lain yg bisa segera aku pacari.
.
“Mas, serius mau nunggu dia bangun?” tanya sahabatnya yg banyak cerita tentang dia kepadaku.
“Iya.”
“Gak mau cari cewek lain aja? Kita kan gak tahu dia kapan bangunnya.”
“Aku juga gak tahu kalau sama cewek lain bakalan gimana.”
Ketika sore itu aku dan sahabatnya berbincang sambil menungguinya, tepat 4 bulan kurang 1 hari akhirnya dia membuka mata secara perlahan. Sahabatnya berlari keluar kamar untuk memanggil dokter. Sementara dia mengerjapkan mata dan melihat sekelilingnya, kemudian dia melihat ke arahku yg sedang menatapnya.
.
“Hallo!” sapaku.
“Ka...mu...siap...a?” tanyanya dengan suara lemah.
“Aku lelaki yg mau dikenalin sama kamu 4 bulan yg lalu, senang akhirnya hari ini bisa benar-benar berkenalan.”
Dia masih kebingungan, mencoba mengingat-ingat kejadian terakhir sebelum dia terbaring koma.
.
Cr : We Heart It








