Bersama orang yang sholeh adalah pilihan paling tepat
Hal-hal yang membuat nyaman kadang tidak bisa digeneralisir. Setiap orang punya jenis nyamannya, dari yang paling umum sampai yang tidak masuk akal sekalipun.
Baginya yang akhir-akhir ini kesulitan khusyu dalam sholat, sesekali dia juga merasa ada waktu-waktu dimana dia bisa kembali mendapat nikmat itu, merasa nyaman dengan setiap bacaan dan gerakan dalam sholatnya. Berjamaah.. yang sudah sangat sulit sekali dilakukan karena pembatasan.
Berdiri di belakangmu, mendengarkan bacaan sholatmu dan mengaamiininya, diiringi suara derasnya hujan di luar sana semakin membuat syahdu hatinya. Usai salam rakaat terakhir, memandangi punggungmu adalah ritual kesukaannya kemudian dia mendapatkan segurat senyuman saat kamu menengok ke arahnya setelah sholat sungguh menyejukan hatinya. Masya Allah, kelak bukan hanya senyuman itu, akan tiba saatnya nanti setiap selesai berjamaah dengannya kamu berbalik dan mengecup keningnya usai dia mencium tanganmu. Definisi surga dunia adalah bersama orang-orang yang sholeh.
Sebenarnya dia enggan mengaku bahwa dia sangat mengagumimu, meskipun rasanya itu hal yang wajar dan menjadi kekuatan hati kenapa sampai detik ini dia mampu bertahan membersamaimu. Sudah sepatutnya pasangan itu saling mengagumi untuk memupuk rasa cintanya. Jika dia selalu berkata alasan dia mencintaimu adalah kamu, bukan berarti sosokmu begitu sempurna tapi dia yang berusaha melihat lebih banyak sisi baikmu daripada sibuk mempersoalkan sisi sebaliknya.
Dia juga ingin berkata sepertimu, dia bisa saja memilih yang lebih tampan, yang lebih mapan, yang lebih romantis, yang lebih pengalah, yang lebih penurut, yang lebih berusaha memberi apapun tanpa tapi, yang lebih memanjakannya, yang lebih gercep, yang lebih bucin, yang lebih segalanya darimu dan yang lebih lainnya. Tapi dia sadar tidak perlu mengutarakan itu, karena sejauh apapun dia mencari semuanya tidak akan ada pada satu raga.
Meskipun kamu bukan penurut setidaknya kamu bukan penuntut, meskipun kamu masih saja sulit mengalah tapi kamu tidak pernah menyalahkan, meskipun kamu tidak begitu romantis seperti yang dia inginkan tapi humoris membuatmu cukup manis, meskipun kamu yang ternyata lebih manja tapi dia kadang memang suka memanjakan tanpa diminta, meskipun kadang kamu sering membuatnya menunggu lama tapi dia bisa tahan dan mencoba menerima, meskipun kamu tidak mau jadi bucin dan segala iya-iya saja tapi kamu lebih bisa mengarahkan, meskipun kamu egois tapi tidak pernah abai ketika dia menangis, meskipun kamu kadang tidak peka tapi mau belajar lebih mengenal, kemudian banyak meskipun lainnya yang ada padamu.
Apakah dia menyukai semuanya karena dia begitu mengagumi kamu?
Tentu saja, tidak!
Banyak protes yang dia utarakan selama ini, karena begitu banyak sikap yang tidak biasa dia dapatkan kemudian dia dihadapkan dengan kamu yang begitu, dan protes adalah sebuah bentuk kompromi. Kalian berusaha saling menyesuaikan, kamu berusaha lebih pengertian, dia berusaha lebih sabar.
Bersama seseorang bukan berarti karena yang ada padanya adalah hal-hal yang kita sukai saja. Namun lebih dari itu, menerima dan memperbaiki kekurangannya adalah bentuk dari saling pengertian dan membaikan. Iya, kita tidak akan pernah bisa mengubah seseorang meskipun itu orang yang kita cintai. Tapi karena kita mencintai seseorang dan ingin bertahan bersamanya, maka diri sendirilah yang kemudian mendorong untuk berubah dan menyesuaikan dengan yang pasangan kita sukai semata-mata karena demi membahagiakan.
Dari semua yang masih dia kesampingkan itu hanya satu yang tidak bisa diganti dengan sikap apapun. Kamu insya Allah adalah orang yang sholeh.
Meskipun satu hal itu justru memberatkan untuknya, enam tahun yang lalu dia berkaca bahwa dia tidak cukup shaleha untuk mengharapkan seseorang yang sholeh bersamanya. Kemudian perjalanan panjang dimulai, tahun itu menjadi titik balik dirinya. Dia belajar memantaskan diri untuk modal utama dirinya, dia belajar ilmu berumah tangga karena ternyata menikah itu butuh ilmu tidak asal menikah dulu, dia belajar ilmu parenting meskipun masih jauh pula tahapan itu. Dia berusaha menyiapkan dirinya, meskipun hari ini dia merasa belum menjadi shaleha yang pantas tapi Allah telah mempertemukannya denganmu. Ada teman berjuang rasanya lebih ringan, Allah ingin memudahkannya. Alhamdulillah..
Bisa dikatakan mengagumimu bukan karena semata-mata karena dia mencintaimu. Tapi dia mencintai setiap detail yang Allah biarkan dia tahu ada padamu.
Dia mencintai kebiasaan beribadahmu yang jika dimana pun selalu mengajak di awal waktu. Dia mencintai merdu tilawahmu, hal ini tidak pernah sampai detail dia harapkan yang penting bisa mengaji tapi Allah Maha Baik memberi bonus yang satu ini. Dia mencintai caramu mencintai keluargamu, detail keluarga yang tidak dia dapatkan di keluarganya sendiri. Dia mencintai tutur katamu yang tidak pernah meninggi padanya seburuk apapun suasana hatimu. Dia mencintai marahmu, sesuatu yang baginya begitu takut tidak pernah ada pada seseorang yang dia inginkan tapi ternyata ada padamu. Dia mencintai segala kejutanmu, padahal selama ini dia yang begitu suka memberikan kejutan pada orang lain dan kini dia tahu rasanya perasaan bahagia itu. Dia mencintai caramu mengabulkan permintaannya, meskipun itu untuk hal yang remeh. Dia mencintai sabarmu, berhubung dia kekanakannya luar biasa dan orangnya moody kalau tidak sabar pasti cepat bubar. Dia mencintai jenakamu, meskipun kadang tidak lucu. Dia mencintai ketidak romantisanmu, saking jarangnya bahkan hanya sedikit hal manis saja dia klaim sebagai prestasi romantismu. Dia mencintai sentuhanmu, salah satu hal yang menyamankannya bagi orang kinestetik bahwa sentuhan lebih bermakna dari kata-kata menenangkan (meskipun kata-kata baik pun penting ada baginya). Dia mencintai manjamu, selalu membuat gemas dan rindu.
Dia mencintai caramu mencintainya, banyak lagi hal yang mungkin terlewatkan dalam ingatan selain hal-hal di atas yang merupakan sebentuk cinta dari kamu.
Mau sebanyak apapun itu, mau hanya mengulang hal-hal yang dia kagumi itu selamanya, dia harap semua kenyamanan itu datangnya hanya dari kamu. Dia berharap untuk berhenti di kata cukup. Karena dia percaya Allah memberikan pasangan itu yang sepadan, yang sholeh/shaleha-nya sekufu, maka jika dia meminta yang lebih lagi dari kamu seperti yang dia bilang dia bisa saja, belum tentu dia mampu membersamainya.
Tidak perlu sempurna (karena tidak ada) tapi saling melengkapi, tidak perlu cocok (karena tidak ada juga) tapi saling menyesuaikan, saling memahami, saling menjadi dan memperbaiki. Mau belajar sama-sama lebih baik daripada memiliki perbedaan yang begitu jauh dan terlalu lelah berlari untuk menyetarakan, terlalu lelah mendaki untuk dapat sama tinggi dengan yang menunggu di puncak. Allah tahu dia tidak akan mampu, ya, lebih itu tidak selalu baik, baginya cukup itu sudah yang terbaik.
Cukup dengan memilihmu yang sholeh, dia percaya akan selalu ada kebaikan bersamamu. Mau setinggi segunung kekurangan yang kamu punya, insya Allah kebaikan kamu seluas samudera. Kamu saja cukup, bahkan untuknya lebih dari cukup. Allah Maha Baik, mengabulkan yang lebih detail dari doa-doanya yang dia rasa sudah detail. Tentu saja Allah lebih detail, tidak ada yang luput dari-Nya, Allah memberi lebih dan membuatnya selalu merasa cukup.
Yakin saja dan ingat hadist ini, Pilihlah lelaki yang baik agamanya jika cinta ia akan memuliakanmu dan jika marah ia tidak akan menghinakanmu. (Imam Hasan Al Basri)
Karena yang baik agamanya pasti paham cara berakhlak mulia dan bersabar terhadap istrinya, cara menjaga istrinya dengan kasih sayang yang bersumber dari ridho Allah dan bisa lebih mendekatkan mereka kepada-Nya, juga selalu mempunyai ilmu yang bersumber dari nilai-nilai agama.
Kelak, akan ada satu waktu dimana bentuk syukur tertingginya adalah mencintaimu karena Allah dan memuliakan peranmu. Sama-sama ya, agar kelak berjodoh lagi di surga-Nya. Aamiin ya Allah ya mujibudu'a..










