Ta'aruf-able 2 (2/2). . Ibuku menatapku yang masih kusut dengan pakaian dan gaya yang diingatnya dari pagi dia berangkat sampai sekarang belum berubah. Lalu dia tersenyum. "Dun, kalo nanti nyari Istri ga perlu yang bisa masak kayaknya". Kali ini aku menatap ibuku yang mulai ngomong serius. "Nanti kamu kecewa kalo masakannya ga seenak masakan kamu" tambahnya dengan senyum. Sambil mengambil botol di kulkas dan gelas di meja. "Lagian kamu ga perlu ada yang masakin kayaknya". . Aku cuma senyum dengan pernyataan ibu. "Kamu kayaknya juga ga perlu yang cantik" tambah ibu. . "Lho? Knapa Bu?" . "Soalnya ibu khawatir, dia cemburu. Soalnya kamu selalu muji ibu yang paling cantik dari kecilkan?!" Kali ini ibu berkata sambil tertawa kecil. . "Terus aku harus cari yang gimana Bu?" Tanya ku yang mulai ikut tertawa. . Yang bisa buat kamu disiplin, dan buat kamu pengen jadi imam yang baik" "Nyari polwan dong Bu? Ga ah. Dosa aku banyak banget di jalanan." Jawabku sambil tertawa. "Ya engga lah, mau ibu kasih tau gimana cara nyarinya?" Jawab ibu kali ini dengan tampang lebih serius. "Coba nanti, kalo kamu jalan-jalan, atau kenalan sama cewek, liat, kalo dia sering sholat di awal waktu. Atau ngajak kamu sholat di awal waktu, Jangan lepasin". "Ibu yakin?" Jawabku pura-pura masang tampang yang serius juga. "Ia lah, sama Allah aja dia selalu disiplin apalagi sama manusia, pasti nanti kamu ketularan". Ibu tertawa begitupun aku. "Sekarang ibu tanya, kamu udah Zuhur?" Aku terdiam, memasang senyum, senyum anak kecil yang ketauan makan bakwan saat puasa, satu piring. "Belum Bu" . . "Tuh kan bener, sana sholat dulu, kamu juga pasti belum mandi dari pagi, sini biar ibu lanjutin" aku meletakkan semua peralatan masak dan menuju kamar mengambil handuk, lalu menuju ke kamar mandi melewati dapur kembali. . "Oh ia satu lagi, kamu kalo nanti cari pasangan harus yang..." Ibu memasang tampang serius sambil berfikir keras kini. "Harus yang apa lagi bu?" . . Ibu menatapku dengan senyum. "Harus yang serius, biar cepet dapet jodohnya" goda ibu. Aku membalas senyum ibu dengan senyum, senyum seperti orang bergumam 'kok kzl ya dngernya' @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1724 #fiksimini #drawing