Saat hati kita terasa lelah, tak tahu alasan apa yang menyebabkannya. Dada pun sesak jika untuk menjelaskannya. Berhentilah.
Berhentilah, kamu hanya perlu untuk berhenti sejenak. "Sebenarnya dirimu sedang memenuhi ambisi siapa?"
Sade Olutola
Peter Solarz

titsay

JVL
Cosmic Funnies
$LAYYYTER

#extradirty
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
noise dept.

❣ Chile in a Photography ❣
hello vonnie

Kiana Khansmith
Misplaced Lens Cap

tannertan36

shark vs the universe
styofa doing anything

Love Begins
Monterey Bay Aquarium
tumblr dot com
One Nice Bug Per Day
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from T1

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from United Arab Emirates
seen from South Korea
seen from United States
@qoyyimahnurl
Saat hati kita terasa lelah, tak tahu alasan apa yang menyebabkannya. Dada pun sesak jika untuk menjelaskannya. Berhentilah.
Berhentilah, kamu hanya perlu untuk berhenti sejenak. "Sebenarnya dirimu sedang memenuhi ambisi siapa?"
Ya Allah
Aku yakin, Kau tidak akan mematahkan begitu saja hati yang sedang berjuang.
Kuatkan lagi, sabarkan lagi...
Kenapa wanita bisa merasa cemburu?
Karena sejak menemukan orang yang tepat, dia telah menutup seluruh pintu hatinya dari orang lain.
Kamu cuma butuh berhenti sejenak. Yuk tarik napas yuk :)
Manusia paling lemah, ialah dia yang tak pandai menjaga pikirannya.
-Aku
Kukira jam overthinking itu hanya malam hari. Tapi pagi ini semuanya dimulai dengan hal itu.
(hanya bisa tertawa. "Hahaha)
"Pernah merasakan?"
Suatu hari kamu merasa sediiih sekali seakan-akan kebahagiian bukan milikmu. Namun. Tiba-tiba ada saja kejutan dari Allah untuk menghibur hatimu.
Percayalah... Allah adalah tempat dimana kamu meminta. Apa pun itu.
Kadang kamu perlu merasa kesakitan, agar tahu betapa besar cinta Allah untukmu ♥️
Karena itu, aku mengamanahkan dirimu pada Allah. Agar Dia jaga iman dan hatinya. Dengan begitu aku tidak perlu risau kau akan tergoda dengan apa di luar sana.
Mungkin nanti atau bahkan yang saat ini sedang minjalani hari-hari yang sedikit sukar... Sabar ya
Ingat janji Allah, setelah kesulitan pasti datang kemudahan.
Marhaban Ya Ramadhan, Semoga kali ini kita bisa jauuh lebih baik.
Sedikit wallpaper buatmu untuk memulai hari yang baru. Semangat ya, kita berjuang sama-sama!
Bagaimanapun keadaanmu,
Semoga tetap percaya kau dilahirkan untuk bahagia.
Ternyata, Kita Manusia Biasa.
Setelah nanti tiba waktunya. Engkau akan menemukan seseorang yang benar-benar melihatmu dari ujung kuku sampai ujung kepala. Melihatnya dari mulai menutup mata hingga terjaga lagi. Dan (mungkin) kini yang ada di sampingmu.
Seseorang yang pernah kau semogakan kini nyata di hadapan mata. Seseorang yang dulu kau terka-terka kini datang dengan sejuta realita.
Dia adalah perwujudan doa-doa panjangmu yang dulu kau aminkan dengan sungguh. Tak ada yang sempurna memang, karena kau juga sama-sama manusia biasa.
Namun, darinya kau merasakan bahwa yang selama ini kau butuhkan adalah yang mampu menerima, memaafkan, dan saling mengerti. Begitu seterusnya. Menerima suka ataupun duka. Memaafkan tanpa harus melakukan kesalahan. Dan saling mengerti meskipun melalui kesepahaman yang berbeda. Dua isi kepala yang sering berbeda pendapat. Dua detak jantung yang berdegub untuk satu napas yang sama. Dua hati yang harus mau saling memberi.
Darinya kau mengerti, ada tanggung jawab besar yang harus dipanggul dengan kuat. Ada yang lelah menyiapkan bahu agar senantiasa siap menahan beratnya kepercayaan. Dan hati yang lapang untuk menyiapkan ruang bagi seseorang yang baru kau kenal.
Juga, ada yang saat ini rela mengorbankan waktunya untuk melayani dengan sepenuh hati. Tanpa pamprih. Kerapkali, senyuman bahagia dari pasangan adalah balasan paling berharga. Dikoyak kesibukan yang selama ini dia anggap enteng, tapi sadar ada dua kepala dalam satu waktu dan tempat yang sama, semuanya kepentingan lainnya adalah bagian dari kompromi.
Keduanya sama-sama butuh waktu untuk saling menerima. Perlu sabar yang luas untuk saling mengerti. Keduanya perlu pundak yang kuat, menahan beban dan menahan emosi. Keduanya perlu iman yang kokoh karena ibadah ini semata karena Lillah. Beranjak dari sana, keduanya akan paham peran dan tanggung jawab juga hak dan kewajiban.
Semoga Allah bimbing kita terus untuk menyadari bahwa ternyata, "Kita manusia biasa" yang selalu haus pertolonganNya dan berbahagia untuk menjalankan perannya di bumi ini. Insya Allah, Dia ridhoi sampai Surga nanti. Aamiin
Namanya juga manusia biasa, kadang seneng, sedih, sebel. Kalau manis terus, itu gula atau bisa jadi permen.
#MaafRetjeh
Terima kasih telah memenangkan hati ini
Masuk H+19 satu ruang bersamamu mengajarkan banyak hal. Melatih aku yang kadang masih tak peka dengan keberadaanmu. Belajar menikmati ritme kehidupan dua manusia asing yang kini hidup berdampingan.
Saling menelaah emosi dan memaklumi meskipun mungkin masih ada tirai yang ditutupi. Sungguh indah sekali cinta-Nya yang menaungi perjalanan ini. Kerana, tanpa-Nya semua ini tak bisa kami rasa dengan tulus.
Butuh waktu untuk percaya. Satu hari setelah akad kauucapkan di depan wali, langsung kau boyong segenap ragaku menyusuri ruang-ruang tanpa bayang. Dan hampir selama perjalanan menuju ke kota istimewa ini, aku selalu berkata "masih seperti mimpi".
Sore ini, sengaja ingin kutorehkan rasa yang masih tak bisa kutebak sebelumnya. Tak ingin ini semua menguap begitu saja.
Terima kasih ya Rabb, telah membuka hati kami untuk menerima cinta-Mu.
Terima kasih untukmu (suamiku) telah memenangkan hatiku.
Kalimatmu yang sejak awal tertanam dalam benakku untuk tetap istiqamah menjaga semua ini, insya Allah kita tunaikan bersama-sama yaa. Sungguh, masih banyak kejutan rasa yang membuncah dan tak bisa aku terangkan dengan gamblang. Yang jelas euforianya meletup riuh memberikan debaran, degupan, dan kebahagiaan.
Yogyakarta, 14|12|2020
Menyelaraskan Peran
Ternyata praktik tak semudah teori, mungkin ini memang hal-hal yang perlu kita garis bawahi, tapi tak selalu jadi patokan. Praktik yang benar juga perlu pengetahuan dalam mengambil keputusannya. Dan ilmu yang kita dapatkan juga berasal dari teori yang kita pelajari. So, jangan mengotakkan hal-hal yang luas menjadi terlihat sempit.
Cakupan nalar kita kadang sempit, adanya teori memperluas pemahan kita dalam menelaah suatu peristiwa. Menyelaraskan peran antar dua makhluk hidup yang belum pernah bertemu sebelumnya adalah tugas manajemen emosi yang harus diasah, terus-menerus, dan berkesinambungan.
Yang terburu-buru harus ditenangkan, yang tenang juga tak boleh terlena. Inilah dua sikap yang kadang mendominasi di antara dua manusia. Mahabaiknya Tuhan mempersatukan untuk saling menyelaraskan hingga terbentuk keseimbangan.
Dari hal itu juga, seolah Tuhan mengirim satu alarm yang kadang luput kita perhatikan. Namun, berperan aktif tak menuntut timbal balik. Yang utama, kita jangan sampai lupa kalau dia juga makhluk Tuhan yang bisa kapan saja habis energinya.
Banyak hal yang bisa kita petik pelajarannya, yang pasti kita menjadi sadar bahwa tak patut bersandar penuh padanya. Lalu, kita dilatih untuk peka. Yang sabar akan melembutkan hatinya, kelirunya yang kadang tak tersadar adalah menyulut emosi jiwa. Ini yang memang harus diasah terus-menerus, empati pada orang yang benar-benar baru kita temui.
Yang pasti, menyelaraskan peran adalah bukti dari visi dan misi kita menjalankan sebuah peradaban. Praktik dari niat ibadah kita kepada Tuhan yang menghasilkan kebaikan untuk sesama, terkhusus untuk seseorang yang dengan tulus menerima kita menjadi pendamping hidupnya.
Jangan lelah berproses, bertumbuh, dan menjadi lebih baik bersama-sama.
Semoga Allah ridha. Aamiin
Jakarta | 27 Oktober 2020
Orang Lain
Seseorang yang kukenal benar-benar tak sengaja. Seseorang yang datang tanpa berjanji waktu; kapan, pukul berapa, dan hari apa. Tiba-tiba datang.
Siapa orang itu? Hari ini aku menyadarinya... Dia benar-benar orang lain, orang baru yang memang baru aku kenal sejak Juni lalu. Dan hari ini aku benar-benar merasa sesuatu yang tak mudah kujelaskan dengan satu kata.
Ada rasa ingin mengenalnya lebih dalam, mengetahui alasannya datang, dan mengapa harus dia. Sejak awal aku tidak pernah memikirkan hal ini. Sungguh.
Aku hanya percaya bahwa Tuhan akan memberikan apa yang aku butuhkan. Terlepas dari harapan tentang keinginan, pun sejak dulu juga pasti kita pernah merasakan pahitnya berharap. Menusiawi memang, menjadi makhluk pengharap adalah bukti pasrah kita pada Tuhan. Tapi ingat, jangan sampai meminta pada makhluknya yaa.
Dan kini, ketika aku benar-benar sadar kehadirannya... Aku harus menyadari betul tujuannya. Juga memastikan satu hal, bahwa dia juga bukan siapa-siapa untuk kuharapkan. Dia adalah titipan Tuhan yang bisa saja takdir tak sejalan dengan keinginan. Yang pasti, ketika pengharapan kita sudah dipusatkan pada Sang Pemilik maka tunggu saja kejutan dari-Nya.
Dia--orang lain--yang tiba-tiba hadir dan mengajakku menyatukan arah. Mengatur mata angin perjalanan kami agar sampai tujuan dengan selamat. Mengompromikan segala suara-suara yang hadir tak nyaring dengan bijaksana.
Aku--orang lain--baginya yang akan menjadi tanggungan langsung dengan Tuhannya. Yang dengan suka rela dan suka cita menerima tiket istimewa perjalanan ini untuk berproses bersama. Yang siap kau bimbing dengan lembut dan tegas sesuai syariat-Nya. Dan yang siap menjadi rumah untuk hatimu dan keluarga kita.
Dengan segala konspirasi semesta, semoga Tuhan rida akan petualangan ini.
Jakarta | 07-10-2020