Setiap orang, pasti mempunyai mimpi. Mempunyai ingin. Atau mempunyai harap.
Mimpi bagi seorang pemuda tidak ada yang sederhana.
Apalagi, menelisik makna tentang pelajar. Yang mimpinya digantung di atas langit yang paling tinggi. Impiannya tak hanya sekedar impian.
Ada yang ingin naik kelas, dapat nilai terbaik, ingin lulus. Ada juga yang ingin dapat kampus terbaik, ada yang ingin dapat jurusan yang sesuai, dan ada juga yang hanya sekedar ingin mencicip bangku yang bernama perkuliahan.
Untuk mencapai impian tersebut pun banyak jalan yang ditempuh. Dan beragam cara nya.
Ada yang ngambis, sampai ikut bimbel seharga puluhan juta. Ada yang ngambis sampai tidur hanya 1jam sehari. Dan ada yang santai mantai.
Namun, upaya tersebut tetaplah sama. Namanya upaya.
Pelajar juga manusia. Yang bawaannya panas ketika lihat usaha yang lainnya lebih. Dan semakin menjadi jadi, ketika ia yang berusaha dengan penuh terkalahkan dengan ia yang kerjaannya hanya tidur dan main game.
“Dunia ini gak adil banget sih. Masa dia yang kerjaannya cuman tidur aja bisa, aku yang dibelain mati-matian usaha tapi gagal”
atau dengan “hey! kamu gaboleh ambil jurusan ini ya! jadi temen itu harus pengertian. jurusan ini aku yang duluan ngambil”
Kira-kira demikian. Salah satu drama anak sekolah tingkat akhir. Lucu memang.
Namun terkadang mereka lupa. Pun saya dulu. Bahkan buta. Ketika gagal itu mendatangi diri. Kecewa? Pasti.
Kecewaa akan kegagalan terhadap suatu proses memang tak dapat dipungkiri.
Mungkin saja kita yang lupa. Akan makna besar dibalik benteng kegagalan.
Kamu mungkin belum tahu bahwa dengan gagal bisa membuka makna yang lebih jauh. Tentang banyak tentang, yang mungkin masih tertutup dalam fikirmu. Tentang kekuatan, tentang bertahan, tentang jalan, tentang tujuan, tentang lapang, dan masih banyak lagi.
Bisa jadi, ia yang kamu cerca dalam usahanya yang tak sebanding dirimu namun hasilnya lebih, ia yang paling sregep berupaya bagaimana ia mengambil hati Rabbnya. Mendekat dan tunduk padaNya. Bersimpuh, mengadu, dan memberikan yang terbaik untukNya. Ia yang kamu remehkan, yang kamu anggap ga pernah belajar, yang kamu anggap paling bawah, justru ia yang memberikan pengabdian terbaik pada dua malaikat yang Allah titipkan padanya. Ini bukan pencitraan, yah. Ini adalah usaha-usaha langit yang mungkin sudah ia usahakan sejak lama.
Atauuuu, jangan-jangan malah dirimu yang bermain citra? Alih-alih belajar ngungkut hanya karena tujuan sesaat?
Alih alih ngambis abis, hanya untuk pujian para manusia.
Allah tau, paling tau akan niat dibalik hati. Yang selalu saja kamu tutupi. Mungkin ini, kesempatanmu. Untuk berbenah diri. Untuk sekedar membersihkan kotoran di hati.
Upayakan dengan sebaik-baik upaya. Pasrahkan sebaik-baik kepasrahan, bukan menyerah! Ikhlaskaan dengan lapang :)
Selamat menempuh episode baru-