Sedikit cerita, sejak buka kedai dimsum kecil-kecilan saya jadi sentimen. Ada pelanggan yang dimsumnya ga habis, bertanya-tanya dalam hati; apa ga enak ya? kurang apa ya? dia ga suka apa ya? Jadinya kepikiran berkepanjangan, padahal kan perihal selera tidak bisa dipukul sama rata, ya. Sama seperti kita tidak bisa meminta semua orang untuk suka sama kita. Ada yang bikin tersentuh, setiap kali pelanggan tersenyum setelah menikmati gigitan pertama. Duh nyes rasanya. Seperti ga nyangka, yang awalnya jarang masak sewaktu masih lajang, kemudian masak setiap hari hanya untuk suamik, dan sekarang, wow! Makin banyak lidah yang menyicipi masakan saya. Kadang saya sendiri masih ga nyangka. Setiap kali saya melakukan ini suamik pasti menyela "hush! ga sopan liatin pelanggan makan." tapi tapi tapi, aku senang melihat reaksi makan orang-orang apalagi yang dimakan masakan sendiri. Pernah juga terharu karena pelanggan yang melakukan pembelian ulang. Lebih terharu lagi kalau dia merekomendasikan ke teman-temannya. Duh rasanya cerah aja gitu kayak senyuman kamu, iya kamu. Udah gitu aja. Janji ceritanya dikit kan di awal 😂 #aksarannyta @30haribercerita #30hbc2020 #30hbc202020 #30haribercerita (at Bodjo Dimsum) https://www.instagram.com/p/B7jAIWyAEOK/?igshid=czz3a43h11t8

















