loneliness is my best friend
Kali ini aku akan sedikit review dan menulis kembali apa yang aku dapat dari buku yang baru aku baca, loneliness is my best friend. Sepertinya aku akan coba membuat tulisan rutin review buku, ya supaya aku yang pelupa ini bisa sedikit mengingat buku yang aku baca. Sementara aku pakai hashtag #bookclub dulu sambil aku memikirkan hashtag yang lebih bagus.
Buku ini sebenarnya yang jadi alasan aku menulis cerita kemarin. Karena rasanya kurang, aku coba bahas lagi sedikit di sini.
Buku ini sangat relate dikondisiku sekarang. Seseorang yang mulai memasuki dunia dewasa. Di mana, teman-temanku sudah punya dunianya masing-masing. Karir yang ingin mereka kejar, teman baru yang lebih hebat dan asyik, pasangan yang selalu ada. Dan aku di sini sendirian, tidak punya itu semua :’).
Rasa kesepian itu wajar, semua orang pasti pernah mengalaminya. Orang yang terllihat lebih bahagia dari pada aku, mungkin saja merasa lebih kesepian. Mereka juga punya hal yang lebih di khawatirkan, takut karir mereka tidak berjalan, teman-teman dan pasangan yang pergi. Jika kita sadar bahwa semua orang pasti pernah merasa kesepian, kurasa itu membuat kita tidak merasa begitu kesepian lagi.
Mungkin kesepian ini menjadi tanda untukkmu untuk menggapai mimpimu yang sudah lama hilang. Memulai lagi jalan yang pernah kamu tinggalkan.
Walaupun saat ini bisa dibilang adalah salah satu momen paling sepi dihidupku. Tapi sebenarnya rasanya tidak sesepi itu. Karena di awal tahun ini ada beberapa goal yang ingin aku capai. Ada kebiasaan baru yang aku mulai lagi, seperti menulis ini. Dan yang paling penting itu semua tidak bergantung pada orang lain, tidak untuk memuaskan orang lain.
Tahun-tahun setelah ini mungkin akan terasa lebih sepi lagi, lebih sendiri lagi. Oleh karena itu, aku harus mempersiapkannya. Untuk lebih kuat dengan diri sendiri dan semakin yakin dengan jalan apapun yang telah diberikannya-Nya.
Memang masa depan itu sedikit menakutkan, tapi kurasa lebih menakutkan lagi jika kehilangan kesempatan yang ada saat ini. Masa lalu mungkin kadang akan mengganggumu, tapi ingat bahwa mungkin saja jalan yang diberikan oleh masa lalu itu adalah jalan yang terbaik. Bersyukur bahwa masa lalu itu terjadi, bersyukur dengan semua orang yang pernah kamu temui, dan bersyukur bahwa kamu masih diberi kesempatan untuk memperbaikinya di masa depan.
Beberapa tahun kebelakang aku baru sadar bahwa aku terlalu mendramatisir segala hal yang terjadi dalam hidup. Kejadian yang sebenarnya sederhana seperti ditinggalkan, penolakan, kegagalan, aku membuatnya seperti itu adalah tanda ketidaklayakanku. Menilai bahwa aku adalah orang yang buruk. Namun, sekarang aku sadar bahwa hidup terlalu pendek untuk semua drama-drama itu. Anggap saja yang telah terjadi, masa lalu itu adalah background story dari seorang tokoh utama sebuah drama. Seperti pada drama, masa lalu itulah yang membuat sang tokoh punya alasan untuk menjadi kuat.
Aku jadi cerita kemana-mana...
Intinya adalah aku sangat exited dengan tahun ini. Terlepas dari apapun yang telah terjadi dan apa yang mungkin terjadi, aku punya kesempatan untuk membuat tahun ini adalah tahun terbaikku.
Aku besyukur aku berada di tempatku sekarang ini, dengan segala yang sudah aku miliki saat ini. Segala rasa syukur dan cinta ini, aku ingin mengubahnya sebagai energi untuk membuat tahun ini tahun terbaikku.
Parameternya bukan soal pencapaian dunia. Tapi hal yang paling aku harapkan adalah tahun ini, aku bisa menjadi versi terbaik diriku sendiri, melakukan apa yang aku inginkan untuk diriku sendiri dan akhirnya bisa bermanfaat bagi orang-orang yang berarti dihidupku.
Ini adalah halaman pertamaku, bukan akhir ceritaku. Karena cerita ini baru saja dimulai.
P.S. Mungkin ini adalah tulisan yang paling aku suka yang pernah aku tulis. Bukan karena isinya (karena agak gak jelas juga). Tapi, saat menuliskannya aku merasa benar-benar bahagia dan excited. Walaupun berantakan, tapi untuk tulisan yang gak ada yang baca, yang paling penting adalah enjoy menulisnya, bukan? Menulis tanpa beban apapun memang adalah hal yang terbaik.
P.S.S. Ummmmm…. aku baru sadar harusnya aku review buku, tapi malah curhat, hehe. Tapi anggap saja karena buku inilah aku bisa berpikir dan menuliskan cerita ini.