Laut Bercerita
Setelah sekian lama tidak membaca buku, akhirnya hari ini aku menuntaskan sebuah buku. Januari lalu aku membulatkan tekadku untuk menyisihkan sedikit pundi-pundi uang untuk check out di aplikasi e-market berwarna oranye itu, beberapa hari kemudian sebuah amplop cokelat besar berisi buku sampai di tanganku. Sampul buku bergambar pemandang bawah laut; terumbu karang, ikan-ikan kecil, dan sepasang kaki yang terpasang rantai di salah satunya. Buku ini memang bukan seperti yang ku kira sebelumnya, "Oh mungkin bercerita soal indahnya lautan". Ya, mungkin ada benarnya tapi ternyata lebih daripada itu.
Buku ini cukup booming karena kerap kali muncul di FYP TikTok ku. Entah karena memang penasaran atau karena tidak mau ketinggalan momen "booming" itu, aku mulai membacanya. Seperti yang sudah ku duga, hobi membacaku tak segetol zaman SMP-SMA dulu. Satu hari bisa melahap satu buku atau lebih, sekarang karena sudah terlalu terpapar video-video singkat, maka buku ini ku baca perlahan, kadang ku letakkan di rak buku, kadang ku bawa selama perjalanan di atas bus tua, kadang ku baca 10 halaman, kadang juga hanya sanggup dua halaman.
Hingga, beberapa hari lalu muncul ide untuk mengganti aktivitas scrolling TikTok menjadi membaca buku sambil makan. Di bab-bab terakhir buku ini aku makin sadar, sedikit banyak buku ini relate dengan kondisi saat ini. Beberapa paragrafnya rasanya ironi jika melihat kondisi saat ini. Di bab-bab terakhir itu pula, setiap kata menimbulkan dehaga, ingin terus membacanya. Pada akhirnya, aku berhasil menuntaskan buku ini, pun juga buku ini yang menuntaskanku











