From Rujak Cireng With Love
Aku nggak tahu asal muasal kami berenam bisa punya tujuan khusus dalam berteman: "Traveling bareng-bareng". Dan untuk memenuhi tujuan khusus tersebut tanpa mengotak-atik uang bulanan dari ortu, kami memutuskan untuk menjual sesuatu. Di tengah persaingan ketat danusan di kampus yang populer dengan donat kentangnya, Cici membawa ide segar untuk menjadi reseller salah satu produk rujak cireng dan pisang cokelat alias piscok.
Mulailah hari itu kami menawarkan 2 makanan tersebut ke lingkungan sekitar terlebih dulu. Daaan ternyata cukup banyak peminatnya xixixi terutama si rujak cireng. Kami menawarkan dari sosmed ke sosmed walaupun tampilan flatlay-nya nggak menarik blas wkwkwkwkwk.
Margarin.. saos sambal.. cireng.. bumbu rujak..hmm Jaka Sembung naik getek alias gak nyambung pek. Tapi ya sudahlah ya, yang penting hari ke hari makin banyak yang minat. Kami makin pede berjualan sampai ngide jualan di PAMMITS. Baru regis ke panitianya aja kami udah membayangkan rujak cirengnya jadi rebutan (lebay) dan ludes.
Tapi ya harapan tinggal harapan. Beberapa hari sebelum hari-H berjualan di PAMMITS, Cici membawa berita mengecewakan, rujak cireng yang kami jual mengandung bahan pengawet yang enggak banget. Singkat cerita kami sepakat untuk nggak menawarkan lagi produk tersebut. Kami tetap berjualan di PAMMITS dengan menu mamin penuh kepasrahan dalam membuat dan menjualnya (re: roti panggang dan es teh) . Bayang-bayang pembeli rebutan hilang dalam teriakan-teriakan anak elektro yang membuka booth di depan kami. Bayang-bayang jualan kami ludes juga lenyap ditelan malam karena keesokan paginya mau nggak mau kami melanjutkan menawarkan di danau. Oalaah.. life.. life..
Meskipun demikian kehidupan berteman kami masih berlangsung, pun juga kehidupan mencari cuan. Mati satu tumbuh seribu. Rujak cireng dan pisok lenyap berganti menjadi pelindung kabel. Pelindung kabel sudah nggak ngehits lalu berganti ke buket jajan. Dan buket jajan ini lah yang bertahan sampai kami semua lulus. Walaupun sampai Pattara balik kampung, traveling bareng-bareng kami hanya terealisasi ke Pantai Lenggoksono (itu pun zonk), tapi setiap acara kumpulan full team di Food Fest dan setiap acara menginap di kost Fitri, Pattara, dan Cici nggak pernah zonk dan sampai hari ini akan menjadi kenangan manis yang punya ruang spesial di hati *a6.















