Sejak kecil aku suka banget bila diajak ke supermarket untuk belanja bulanan. Aku juga dulu sering menemani ibu belanja bulanan ke swalayan.
Ada sensasi tersendiri saat menyusuri lorong-lorong berbatas rak-rak yang memajang beraneka produk. Sensasi melihat, menyentuh, menimbang, membandingkan, merupakan keistimewaan yang tak bisa didapat di toko kelontong.
Saking sukanya, bahkan aku lebih suka ke minimarket hanya untuk membeli barang kecil daripada ke toko kelontong.
Yang lebih menyenangkan, sejak menikah, aku dan istri sering berbelanja ke Superindo di dekat rumah.
Istri bisa dan senang memasak. Jadi lah kami lebih sering belanja bahan-bahan kebutuhan pokok daripada makanan jadi. Selain lebih hemat tentu makanan jadi lebih sehat.
Kalo di supermarket, aku paling sering “hilang” di bagian buah-buahan. Istri sampe hafal di mana mencariku kalo misal kami terpisah saat di swalayan.
Hari ini kami nyobain belanja di Superindo di daerah Caman yang baru buka. Sebelumnya gedung ini dipakai oleh swalayan Giant, yang makin ke sini sepertinya makin kurang diminati.
Saat masih Giant, suasananya bronx sekali. Di atas ada tempat bilyar yang kurang terawat. Setelah berganti menjadi Superindo, tempatnya terlihat lebih bersih.
Barang-barang yang dijual di sini pun ada beberapa yang tidak kami temukan di Superindo yang biasa kami sambangi untuk berbelanja. Kekurangannya adalah lokasinya lebih sempit dan AC-nya dingin sekali.