Jadi, setelah baca postingannya @deeramli soal postingan tentang Project of Gratitudes, aku pun jadi terpikir, “iya juga, ya..”
Selama ini memang sepertinya aku jarang banget bersyukur. Bahkan beberapa momen pun terlewat begitu saja, dan ujung-ujungnya semalam saat peristiwa pergantian tahun baru, aku berpikir, “ah, paling tahun 2016 bakal sama saja..”
Aku pun kemudian berniat untuk ngikuti apa yang udah Diah lakuin. Mencoba menuangkan, menorehkan, mengabadikan berbagai momen, minimal sehari sekali, untuk menjadi tolok ukur, perjalanan hidup di 2016.
Walau mungkin aku ngga bisa konsisten, tapi setidaknya udah ada niatan untuk nulis, motret, atau apa pun yang berkaitan dengan perjalanan hidup.
Seperti Diah, aku pun memilih pake Tumblr. Buset dah, ternyata Tumblr udah banyak berubah. Banyak fitur-fitur baru yang sepertinya nanti akan aku eksplorasi lagi.
Awalnya Tumblr-ku ini kupakai sebagai wadah untuk mencatat hal-hal berkaitan dengan teknis. Tetapi karena terakhir kuperbarui adalah sekitar 3 tahun lalu, aku memutuskan untuk melakukan reboot dan mengisinya dengan tulisan proyek ini.
Mungkin isi blog ini ngga akan selalu berisi “gratitudes”, tapi setidaknya bisa mengabadikan momen penting dalam sehari.
Untuk tagar, (ya, sebagai insan media sosial, apa-apa wajib ditagarin), aku akan pakai tagar yang udah dipakai Diah, yaitu #366ofGratitudes (karena tahun 2016 berisi 366 hari).
Selamat tahun baru, 2016!