3 Bulan yang ... entahlah...
Jumat, 1 rajab 1437 H / 8 April 2016
Jumat adalah hari dimana semua kebaikan ada disana
Bahkan kabarnya pun, bumi dan langit diciptakan pada hari jumat
Dan berakhir juga pada hari jumat
Hari terbaik bagi umat muslim
Muhasabah mingguan untuk iman setiap muslim
Di Indonesia, Kemerdekaan pun dimulai pada hari jum'at
Sungguh hari yang sangat baik, hari jumat ini
Sedangkan Rajab, adalah bulannya Allah
Dimana setiap amalan dibulan itu Allah sangat menyukainya
Sya'ban adalah bulannya Rasulullah
Ramadahan adalah bulannya Umat Nabi Muhammad
Di bulan rajab, banyak muslim yang bersiap-siap
Menyambut datangnya bulan ramadhan, perbanyak amal shaleh dan meningkatkan iman
Agar stabil di bulan ramadhan itu
Jika ramadhan bulan yang spesial bagi umat muslim
Maka rajab adalah bulan yang spesial bagi Allah
Entah ini hanya kebetulan atau memang sebuah takdir
Aku mulai didekatkan kembali oleh seseorang yang sangat aku cintai sejak dahulu
12 tahun sebelum hari ini, aku memiliki azam yang sangat kuat untuk menikahinya kelak
Itu 12 tahun yang lalu, dan semakin kuat setiap saat
Untuk menjaga semua perasaan itu agar tetap kuat
atau memang kuatnya perasaan itu aku melakukan banyak hal
Dimulai dari tidak memikirkan wanita lain
Tidak ingin pacaran karena aku yakin dia juga akan begitu
Membuat nicknamenya dalam setiap games yang aku mainkan
Mempelajari ilmu agama agar aku menjadi imam yang baik baginya
Do'a? terkadang aku lupa, tapi aku menyesalinya
Justru kebahagiaan tersendiri untukku lah menyebut namanya dalam do'a
2 hari sebelum pertemuan itu dimulai.
Dia : Ardii.. besok aku mau ngelamar ke sekolahan di SD Islam Rahmatan Lil'alamain (Nama Samaran) di belakang pasar kaget sekalian yuk di...
Aku : hmm.. gw gak bisa.. ijazah gw belom keluar, tinggal minta TTD, palingan minggu depan (memang saat itu aku sedang mengurusnya dan dia muncul)
Dia : Yahh.. padahal pengen ngajakin bareng, biar satu sekolahan. Aku dapet info dari dokter langganan aku.
Aku : Kapan? ikut dooong.. mau liat, mau dapet pengalamannya..
(Saat itu aku berpikir ia tidak memiliki kendaraan, dan cowonya sedang sibuk kerja, sehingga dia butuh diantar)
Dia : Besok.. naro lamaran doang sih..
Aku : iyaa aku ikut yah.. please.. jam brp?
Dia : Pagi Jam 8 di.. yaudah ayuk..
Aku : Oke besok pagi yah jam 8. :)
Keesokan harinya jam 07.30
Aku : Dass.. (Dasma, aku biasa panggil dia das, meskipun ini bukan nama aslinya #haha..)
Dasma : Gak jadi kayaknya deh, lagi gak semangat.
Aku : Hmmm... semangat dong.. besok harus jadi yah.. gw juga sekalian mau ke kampus
Dasma : Iya, besok sekalian deh gw nemenin lu ke kampus, karena lu udah nemenin gw.
Aku : Hmm... bisa.. (Dalam hati sebenernya gak usah, gw bisa sendiri tapi sama dia? gw sangat senang ^_^)
Dasma : yaudah iya besok jam 8 ya..
Aku lupa bagaimana kelanjutannya, yang jelas aku tak sabar menunggu hari esok, ingin sekali waktu cepat berlalu
Jumat pun tiba, Aku datang ke rumahnya jam 8 telat sedikit
Aku datang membawa tas besar sebagai hijab, untuk menjaga kehormatannya
Dia sudah siap dan langsung keluar karena sebelumnya sudah komunikasi lewat BBM
Aku langsung menuju tempat sekolahannya ternyata dekat sekali
Langsung masuk ke ruang TU dan menyampaikan niat untuk melamar jadi guru disana
Ternyata belum dibuat informasi untuk mencari guru, tapi memang akan
Aku ditanya oleh bagian TU nya "Mas mau ngelamar juga?" aku dengan senang hati menjawab "Nggak mas, saya cuma Ojek". Dasma pun hanya tertawa.
Setelah selesai aku mengajaknya melihat-lihat sekolahnya, namun ia tak mau karena tidak enak begitu ramai.
Dia selalu khawatir karena tidak mendapat akta IV lulusan tahun 2015, Aku bilang akta IV sudah tak diperlukan lagi, sekarang PPG lah yang mulai dilihat. Dan bertanya apakah dia ikut PPG. Dan ingin ikut di UIN karena gratis. Mengobrol sebentar diparkiran kemudian lanjut mengantarnya pulang atau ke kampus. Aku bertanya “Beneran mau ikut ke kampus?” Dia menjawab “Iya gpp, kan gantian. Gw juga pernah ke kampus lu kok waktu nganterin dita bayaran”. Aku agak sedikit tidak enak, karena aku benar-benar tidak pernah membawa wanita ke kampus, jalan berdua dengan wanita, aku tidak pernah selain dengan ibuku dalam mengurusi urusanku. Kecuali jika kondisinya mendesak dan aku harus mengantar wanita itu, itupun untuk urusannya. Bukan untuk urusanku.
Ketika di jalan, dia terus bercerita dan aku mendengarkannya dengan baik, ketika dekat dengan tikungan untuk mengantarnya pulang. Aku perlahan, sedikit ragu untuk memulangkannya atau lanjut ke kampus. Sebaiknya aku mengantarnya pulang, tapi entah mengapa aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sangat langka ini, karena kesempatan tak akan datang lagi.
Aku benar-benar senang bertemu dengannya. Akhirnya pun aku memutuskan untuk pergi ke kampus bersamanya.
Ketika sampai di kampus aku hanya memfoto contoh bagian TTD para penguji dan pembimbing. Dia bercerita panjang lebar, dan aku bercerita tentang skripsiku yang penuh kemudahan tapi sangat memalukan. Selesai dalam 3 hari sebanyak 5 BAB. Itu sangatlah memalukan karena tidak sesuai dengan proses yang benar. Dan dia cerita tentang skripsinya yang entahlah, aku terlalu senang melihat wajahnya dan tak fokus mendengarkan ceritanya, hanya mendengar suaranya yang sangat aku cintai.
Aku terburu-buru karena hari itu hari jumat dan mengejar waktu shalat jum’at, takut terjebak macet dan tak mungkin aku memulangkannya setelah shalat jum’at. Karena itu akan menjadi masalah baginya pulang terlalu siang dan menungguku selesai shalat jum’at. Jika tidak dia akan pulang sendiri naik angkutan umum dan itu membuatku tidak bertanggung jawab atas dirinya.
Aku kebut dan akhirnya sampai rumahnya jam 11.00 dan aku pun langsung pulang untuk bersiap shalat jum’at. Pertemuan pertama yang begitu singkat dan sangat membahagiakan bagiku.