X ↵
seen from China
seen from Philippines
seen from Greece
seen from Russia

seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from Brazil

seen from United States
seen from Philippines
seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Ireland

seen from United States
seen from Yemen
seen from Philippines
seen from Georgia

seen from United States
seen from United Kingdom
X ↵
Today’s episode of Metroid: Zero Mission features the Ridley battle and lots of weird conversations! Topics include: animal rights, WrecklessEating, and jingoism!
Radstrecke steht #cycling #cyclinglife #triathlon #teamtri #teamtriathlon #a3k (hier: Straussee)
Sudahlah, berhenti melebihkan kata. Itu tak baik. Selain kau menghancurkan orang lain, kau juga menghinakan dirimu sendiri di hadapan orang cerdas yang selalu berpikir logis. Berhentilah mencari muka, itu tak baik. Tanpa kau mencarinya dengan cara sejijik itu pun kau mampu dilihat oleh yang lain jika kau tidak melebihkan kata sehingga merubah fakta. Berhentilah menjadi benalu dalam sebuah perkumpulan, itu pun tak baik. Kau tahu kan, begitu banyak yang pro sana-sini tapi akhirnya ia diasingkan karna ia terlalu banyak mulut dan tidak bisa konsisten pada ucapannya? Kau pasti tahu itu karna aku sudah pernah menceritakan kisah pertemanannya padamu. Berhentilah menjadi yang seperti itu. Karna kau kawanku dan selamanya akan tetap begitu.
Tadi ibumu telpon. Menanyakan kabarku seraya memastikan hubungan kita setelah kau menelponku kemarin. Aku tak tahu pasti mengapa kita harus seperti ini, berpura-pura tegar pada perpisahan yang kita rencanakan sendiri. Egokah kita, ketika kedua orang tua kita masing-masing masih menginginkan kita bersama tapi kita menghancurkan harapannya? Coba tepuk dadamu tanyakan pada hati. Biar aku menepuk dadaku sekali lagi agar aku dapat memastikan bahwa perpisahan itu memang pantas untuk kita lakukan.
Mantan terindah
Kau katakan padaku bahwa di antara kita tak ada yang salah. Dari awal kita susah senang sama-samapun tak ada yang salah. Kita hanya kurang sabar pada hubungan yang sudah direstui dari awalnya. Mungkin dulu kita masih anak-anak, belum dewasa. Entah sudah berapa banyak kita saling membalikkan badan masing-masing untuk meminta maaf karna kita kerap terluka oleh ego kita masing-masing. Kau, bahagialah dengan lelakimu kelak. Aku, biarkan aku menghapus semua bayang tentangmu di hariku. Biar kita sama-sama bahagia, karna kita memang pantas untuk bahagia walau tak bersama. Di suatu masa jika kau melihatku lagi, sapalah aku sebagai teman baru. Karna dengan begitu, usahaku dalam melupakanmu tak tercipta menjadi hal yang sia-sia. Aku tahu kau kuat, semoga kau selalu setegar ini selamanya. Aku mencintaimu bahkan ketika kau tak lagi ingin bersamaku. Bodoh memang, tapi inilah aku yang mencintaimu dengan terlalu.
"Mengapa kau menghubungiku?" Tanyamu. "Ketika aku menghubungimu, aku punya banyak alasan untuk kembali. Tapi sekarang saat kau di sini, aku tahu bahwa aku hanya sedang merindukanmu. Sangat merindukanmu. Berbahagialah karna rindu ini masih ada untukmu. Tak untuk kau balas, tapi untuk kau mengerti bahwa bukan hal mudah menjaganya agar kau tak pernah benar-benar tahu." Jawabku pada hari itu yang akhirnya membentangkan jarak bermil-mil jauhnya dan tentu saja, jarak itu tak bisa ditempuh.
Ini memang hari minggu. Tapi bukan harinya yang ku maksud. Namun tentang bagaimana cintaku terhadapmu yang tak kenal waktu. Masih bisa kau rasakan hingga detik ini, kan? Atau hanya aku sendiri yang masih berjuang sendirian?