TAKUT
Terkadang aku takut, hatiku yg berkhianat dalam memilih. Beraninya mengakui kebaikanmu pdhal belum benar² mengenalmu. Apakah kali ini aku sudah boleh menurunkan jangkar? Apakah sudah saatnya aku berlabuh lalu bersandar? Apakah sudah benar dermaga yg aku tuju? Duhai hati. Ketakutan masih terus mengikutiku. Aku takut salah pilih. Aku takut dia tak se'baik' itu.
Tapi aku jatuh hati pada keluarganya. Aku jatuh hati pada pola pengasuhan abah umik nya. Bagaimanapun, gaya pengasuhan berpengaruh besar kpd watak seorang anak kan? Apakah ini tandanya, kapalku sudah boleh menurunkan layar?

















