Tesis Pria Berkeffiyeh Merah
"....Kamu mengira bahwa mereka itu bersatu, padahal hati mereka terpecah belah. Hal itu disebabkan mereka kaum yang tidak berakal."
(Al-Hasyr : 15)
Membaca buku ini, akhirnya aku memahami mengapa Pria Berkefiyeh Merah, juga Para Mujahid di Ghozzah memiliki keberanian yang luar biasa hingga membuat malu entitas yang katanya memiliki supremasi militer itu.
Apa rahasianya? Al-Quran.
Mukjizat Rasulullah berisi sebenar-benarnya firman, memberikan kita petunjuk nyata, pelajaran, sejarah, dan juga peringatan bagi kaum-kaum beriman.
***
Tesis Abu Ubaidah bisa diklasifikasikan sebagai buku ajar dengan disiplin ilmu akidah. Buku ini menjelaskan bagaimana sudut pandang antar agama dalam memandang kesucian Baitul Maqdis baik secara teologis dan historis lalu dikomparasikan dengan pendekatan Islam.
Bagian yang menarik dari buku ini menurutku adalah ruang lingkup agama Yahudi yang ternyata tidak hitam dan putih dari sekadar Yahudi atau zionis semata.
Sejak kemunculan Yahudi pasca Nabi Musa dan Yusya banyak sekali distorsi, penyimpangan, dan juga kontrakdiksi yang akhirnya menggugurkan klaim mereka atas "tanah yang dijanjikan".
Baik Al-Quran dan Perjanjian Lama (dalam beberapa versi) telah menjelaskan betapa membangkangnya mereka atas ajaran Allah sehingga mendapat hukuman dan terusir dari tanah suci.
Sudah membangkang, mereka juga menyelewengkan taurat yang dengan mengubahnya sesuai dengan keinginan nafsu, dari fase terusir ke Persia dan beberapa zaman kemudian yang menelurkan produk-produk hukum seperti : Taurat, talmud, dan kitab-kitab lainya.
Salah satu yang membuat penyimpangan hari ini adalah menjadikan perkataan Rabbi menjadi dasar hukum yang bahkan meletakanya lebih tinggi dibanding hukum-hukum lainya
Buku memberikan bantahan secara teologis dan historis berkenaan klaim zionis hari yang kita tahu seperti apa kelakuanya.
Hingga hari ini, perbedaan pendapat masih terjadi akibat distorsi dan berbagai penyimpangan dalam memandang zionis baik yang mendukung maupun yang menentangnya.
Sebut saja Naturei Karta, Yahudi Ortodoks, dan Yudaisme Reformis yang menentang zionis sebagai bid'ah.
Dan tentu kalangan Yahudi garis keras seperti Haredi atau kelompok yang memang murni mencari keuntungan seperti setanyahu bersatu menggunakan agama sebagai dalih atas klaim dan kelakuan mereka selama ini.
Al-Qur’an telah memberikan pelajaran tentang mereka sekaligus cara menghadapinya. Namun, memahami petunjuk Allah secara langsung masih menjadi pekerjaan besar bagi umat.
Musa berkata kepada kaumnya, "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa" (Al-A'raf : 128)
Maha benar Allah dengan segala firmanya.
(Bersambung)








