"Just becoz i don't react., doesn't mean i didn't notice"
~Deepest Thoughts


#dc comics#batman#bruce wayne#dc#dick grayson#dc universe#tim drake#batfamily#batfam#dc fanart



seen from United States

seen from United States

seen from Albania

seen from United States

seen from Netherlands

seen from United States

seen from United States
seen from Canada
seen from Albania
seen from Albania
seen from Albania
seen from United States
seen from Brazil
seen from China
seen from China
seen from T1

seen from Albania

seen from United States
seen from United States

seen from Spain
"Just becoz i don't react., doesn't mean i didn't notice"
~Deepest Thoughts
My Thought of; The Difference Between Change and Sacrifice in Love.
Love? Who doesn’t knew it? Everybody does.
So here am I to share my opinion about love. Check it out!
Love? Cinta? Kedengaran sangat familiar . Yaa tentu saja sangat familiar. Dunia ini sudah di penuhi dengan kata tersebut. Mulai dari rasa cinta anak kepada orang tuanya, orang tua ke anaknya, teman ke temannya, sahabat ke sahabatnya, dan seorang individu ke individu lainnya. Hmm tapi harus di akui tidak semua rasa cinta itu sama, rasa itu selalu beda, tergantung kepada siapa kamu memberikannya.
Jika kamu memberikan rasa cinta itu kepada orang tua yang membesarkanmu, maka rasa itu dinamakan rasa cinta kepada orang tua. Kamu memberikannya karena kamu merasa sangat bersyukur dan berterima kasih mereka telah membesarkanmu dan memberimu kesempatan untuk dapat menikmati dunia. Kamu pasti akan mencintai mereka dengan berbagai cara, sebagai contoh selalu berusaha untuk membuat mereka bangga, kamu akan selalu berusaha untuk menyenangkan mereka, kamu akan bahagia jika melihat senyum terukir di wajah mereka. Kamu merasa hal-hal kecil yang kamu lakukan untuk mereka bisa membuktikan bahwa kamu mencintai mereka.
Selain rasa cinta yang kamu rasakan kepada kedua orang tuamu kamu juga bisa merasakannya kepada teman-teman serta sahabat-sahabatmu, seperti kamu sangat menyayangi mereka. Kamu selalu menghargai setiap waktu yang kamu jalani bersama mereka, seperti semua yang kamu lalui bersama mereka itu sangat menyenangkan, dan seperti kamu selalu ingin bersama mereka setiap saat. Well that proved you loved them!
Selain rasa cinta ke orang tua dan teman-temanmu rasa cinta kepada siapa lagi? Yang paling tenar dan familiar, tak lain dan tak bukan kepada seseorang yang spesial. Kepada satu individu yang kamu sayangi, yang selalu kamu bayangkan, yang selalu menggeluti pikiranmu setiap saat, yang paling sering kamu harapkan untuk memiliki kebersamaan dengannya. Kamu hanya mengiginkannya, menikmati segala hal-hal kecil bersamanya, sejam serasa semenit dan bahkan setahun serasa seminggu untukmu jika menghabiskan waktu bersamanya. Kadang kamu lebih memperdulikannyaa daripada orang lain, bahkan lebih memperdulikannya daripada dirimu sendiri. Ya itu memang bodoh, tapi itu adalah cinta.
Cinta juga adalah alasan munculnya sakit, sakit kadang membuat sekarat, dan sekarat tidak mudah disembuhkan. Kadang orang bertanya mengapa mau merasakan cinta jika memang itu akan menciptakan rasa sakit? Ada orang yang bilang jika kita ingin merasakan cinta kita memang harus merasakan sakit, karena sakit dan bahagia itu satu paket dalam cinta. Kadang cinta memberimu rasa sakit pada saat kamu jatuh ke dalamnya, itulah mengapa muncul istilah jatuh cinta.
Tapi sebelum membahas cinta lebih jauh, saya ingin bertanya. Mengapa harus jatuh untuk merasakan cinta? I mean why people did hurt each other if they’re actually in love? I just didn’t get it. Sebagian orang juga mengatakan bahwa cinta itu butuh pengorbanan. Lalu saya berpikir mengapa kita mau berkorban? Mengapa cinta membuat kita berkorban? Dan kenapa kita mau berkorban hanya untuk cinta? Bukannya cinta itu harusnya menyenangkan? Membuat kita bahagia? Membuat kita selalu tersenyum dan bersemangat? Mengapa harus ada pengorbanan di dalamnya? Lalu saya akhirnya berpikir, bahwa sebenarnya dalam mencintai sesungguhnya tidak ada yang namanya pengorbanan, yang ada adalah perubahan, everybody knew it right? Everybody knew that everything has changed. Perubahan adalah hal yang sangat termasyur dalam kehidupan. Semua hal pasti mengalami perubahan, yang muda menjadi tua, yang kecil menjadi besar dan begitu pula beberapa hal lainnya, akan mengalami hal yang sama, yaitu perubahan. Jadi saya mau membagi pendapat saya tentang cinta. Cinta itu tidak butuh pengorbanan, karena tidak dapat dipungkiri seseorang yang mau berkorban itu sama dengan satu banding seribu, dikarenakan manusia memiliki rasa ego, jadi yang namanya pengorban itu pasti akan sangat susah untuk dilakukan. Jadi, maksud saya adalah dalam cinta itu tidak ada pengorbanan karena dalam cinta itu hanya ada kebahagiaan, hal-hal manis yang menyenangkan, dan bahkan hal-hal kecil yang tidak pentingpun terasa nyaman. Tapi apakah semua itu bertahan lama? Apakah ada hal yang bertahan selama-lamanya? Tidak ada, bahkan Allah pun menciptakan kita tidak untuk selama-lamanya, kita akan hilang. Kita akan pergi setelah ada. Dan apakah namanya itu? Perubahan.
Begitu pula hal yang bernama cinta, ia bisa berubah. Cinta yang awalnya manis akan berubah menjadi sedikit hambar dan berakhir pada kepahitan. Saat cinta yang manis itu berubah menjadi sedikit hambar disitulah orang-orang yang mengalami cinta akan merasa bahwa mereka berkorban, padahal sebenarnya mereka tidak berkorban sama sekali. Mereka hanya menjalani sebuah perubahan, perubahan yang tidak mengenakkan. Yang tadinya mereka hanya mencintai satu sama lain, perlahan-lahan rasa itu sedikit berubah, sedikit berkurang, akhirnya hambar karena adanya perubahan. Yaa kalian akan berpikir bahwa apa maksud saya dengan ini. Apa hubungannya perubahan dan pengorbanan? Menurut saya itu sangat berhubungan. Kadang jika seseorang berubah dan tidak seperti sebelumnya, maka kita akan merasa aneh dengan hal tersebut, dan dengan sabar kita akan tetap bersama mereka seperti pada awalnya even they’re totally changed. Right? Yes, that because we actually in love with them. Maka dengan melakukan hal tersebut (tetap mencintai pada saat mereka berubah) kita akan berpikir bahwa kita telah berkorban, apa yang kita korbankan? Perasaan. Perasaan kita sendiri. Karena dengan sabarnya kita tetap mencintai mereka di saat mereka bahkan telah berubah 180 derajat kepada kita, kita bahkan tidak berpikir untuk mencari yang lain karena kita sudah terlanjur mencintai mereka, dengan rasa cinta yang ada kita menjalani perubahan yang ada, dengan sedikit hal yang berubah kita merasa berkorban padahal kita sesungguhnya tidak berkorban sama sekali, tetapi sedang menjalani perubahan dalam kisah cinta. Tidak ada yang dikorbankan dalam cinta. Cinta hanya memberikan kenyamanan, cinta mungkin menyakitkan tapi tidak akan sebegitunya hingga membuat kita berkorban, cinta kadang hanya memiliki perubahan layaknya hal-hal lain yang ada di dunia ini. Karena cinta juga berasal dari sumber yang sama, yaitu Allah. Allah merubah berbagai hal, Allah merubahmu menjadi dewasa, Allah merubahmu menjadi sedih, Allah merubah cintamu menjadi sedikit menyedihkan. Tapi Allah tidak akan membiarkanmu berkorban, Allah hanya mengajarmu untuk bersabar dan menjalani perubahan yang ada, karena Allah akan selalu mengajarkan kita bagaimana untuk menerima perubahan dengan cara memberikan cobaan yang berbeda-beda kepada kita dan salah satunya yaitu menjalani perubahan pada kisah cinta.
-Shindita K