Mencoba menuliskan perjalananku di masa lampau. Dengan mengingat semua pesan dan ekspresi wajah Mama. Tanpa terasa air mata menetes dengan derasnya. . . Tak sanggup rasanya untuk melanjutkan tetapi, harus aku bagikan kisah ini. Agar tidak ada lagi anak-anak yang menyesal karena ketidakpatuhannya pada orang tua. Agar tidak ada lagi hati orang tua yang terluka akibat perlakuan anaknya. . . Mama adalah sosok penuh inspirasi. Mama adalah orang yang tegas, tapi hatinya lembut. Meski terlihat keras, tapi Mama seorang yang luwes. Bahkan tak gengsi untuk meminta maaf pada anaknya. Seharusnya, pada saat Mama wisuda aku juga. Tetapi, egoku terlalu keras saat itu. Menolak doa yang Apa untaikan untukku. Membantah setiap ucapan dengan logika yang semestinya tidak terjadi. . . Aku yakin, luka di hati Apa dan Mama belum sepenuhnya sembuh. Tetapi, demi anak-anaknya, beliau berdua tetap memaafkan dan memaklumi. Kini hanya penyesalan yang hadir. Hingga di akhir hayatnya, Mama tetap tersenyum dan memaafkanku. Semoga aku pun bisa memaafkan diri ini dengan menuliskannya dalam sebuah cerpen. Sakit sekali saat mengingatnya tapi, aku harus tegar dan terus maju. Demi Apa dan Mama. Bismillah. . . #throwback #memories #writemystory #aboutmymistake #becauseofego #feelguilty #sorrytoyou #momanddad https://www.instagram.com/p/B-ZszsuJnbq/?igshid=lr71u1zabh6x












