"Pasti akan ada waktunya", tapi kapan ?
Mas Adil dan Dek Damai, kelak akan ada saat di mana kamu merasa sesuatu berjalan tidak sesuai harapanmu lalu kamu bertanya-tanya "kenapa waktuku tak kunjung tiba".
Mungkin rasanya seperti Papa dan Mama saat tahu mutasinya masih jauh dari rumah di saat yang lain banyak yang mutasi mendekati rumah atau sesuai harapannya. Mama dan Papa menerima dan awalnya mengira "pasti akan ada waktunya".
Tapi setelah beberapa hari merenungi kemudian Papa dan Mama sadar kalau nanti ternyata "waktu" itu nggak kunjung tiba apakah kita harus selalu menunggu? Jika terus menunggu kapan kita benar-benar mensyukuri dan menikmatinya?
Kita selalu memanjatkan doa minta diberikan yang terbaik, kita selalu titip doa ke teman-teman yang ke tanah suci, keluarga dan sahabat juga telah mendoakan kita, jadi ketika ini hasilnya, bukankah berarti ini yang terbaik?
...
Mas Adil dan Dek Damai, suatu saat nanti jangan penuhi hati untuk selalu menunggu waktu yang dianggap sebagai waktu terbaik menurut sudut pandang dan kalkulasi kita sendiri.
Kenapa harus menunggu nanti? Bukankah setiap waktu dan jalan yang kita jalani itu yang terbaik? Kan Allah yang takdirkan dan membuat segalanya terhubung hingga akhirnya keputusan itu ada hari ini.
Kalau kita sibuk menyesali atau mempertanyakan hari ini, kita akan kehilangan hari-hari begitu saja. Padahal waktu tidak akan pernah bisa kembali.
Yakinlah setiap waktu yang kita lalui saat ini adalah yang terbaik. Jangan menunggu nanti. Saat ini, hari ini, dan juga apa yang di depan mata kita, itupun juga "waktu" yang dahulu kita semogakan. Kita cuma belum mengerti hikmahnya aja.
Kalau kita sudah berusaha tapi hasilnya tidak seperti yang kita harapkan dan kita tak punya kendali atasnya, maka itulah takdir. Dan takdir Allah tidak mungkin salah.
Maka jika mereka bilang "pasti akan ada waktunya". Percayalah saat ini pun juga adalah waktu-Nya ❤️












