"Third day, for the new year. but i think, i still feel losing you."
(3/365). Sebuah penantian adalah kata kerja mutlak yang berdiri bersama kebosanan. Perihal mencari tak menjadi solusi, hanya karna menunggumu tak mendapat kembali arti. Bisakah kita berbalik saja? Meninggalkan genangan air yang membasahi sepatu yang sudah terlalu lama berdiri?
Kain dikaki lembab layu terendam tetes yang datang, tanpa permisi mengguyur kebekuan sebuah percaya yang membatu. Apakah kita bisa tinggalkan saja, cuaca ini? Pergi tanpa ada sepotongpun niat untuk kembali kesini? Aku tak bisa, seterusnya mematung dengan tubuh berpegang dalam hujan meski dalam lindungan payung yang menutupi. Lihatkah, keliling menjadi hitam sebab aku telah banyak mengambil warna warni hanya untuk mengindahkan kamu?
Rasa tau takjuga menyadarkan aku, bahwa untuk mencintaimu dalam deras hujan, aku telah mengeluarkan banyak daya. Bahwa untuk menunggu cintamu lebih tepatnya, aku korbankan sakit menanti dan menarik bahagia mereka untuk menjadikanmu bahagia-ku. Kamu tidak (akan pernah)tau.








