(sebuah catatan harian daring)
Periode yang mungkin akan masuk dalam salah satu core memories ku karena terlalu banyak kejadian di bulan ini.
Aku memulai Agustus dengan jalan pagi, lalu deg-deg an menunggu pengumuman nilai semester ini—yang alhamdulillah aku bisa memenuhi goal yang sudah aku set. Aku merayakan keberhasilan kecilku dengan semangkuk mie ayam bersama Refly.
Agustus aku banyak explore makanan baru, mulai makan brownies yang diberi muridku, bakpia yang kemasannya gambar Suneo, matcha di tempat baru, hotpot, sampai ayam bawang. Aku bersyukur bisa menikmati semuaaa makanan enak ini.
Bulan ini juga aku kembali merasakan team building bersama lebih banyak kolega. Sejauh ini yang paling berkesan adalah rafting di sungai warna cokelat, yang mana aku dapat oleh-oleh luka karena ranting bambu dan insiden perahu dikebalikin sama bapaknya. Tidak lupa ada pampers nyangkut di perahu saat perjalanan, luar biasa sekali 😭
Agustus tentu tidak bisa lepas dari lomba 17-an. Di kantor, di rumah, semuanya mengadakan lomba. Cukup capek tapi menyenangkan bertemu banyak anak-anak yang bersemangat. Tapi sayangnya semangat itu tidak dibarengi dengan antusias pemerintah untuk jadi Indonesia maju.
Tahun ini aku bahkan sudah tidak ada keinginan melihat siaran upacara di istana karena aku kecewa dengan rezim ini. Terlalu banyak hal-hal yang tidak seharusnya dipikul rakyat. Pemerintahan seolah cuma peduli orang-orangan mereka sendiri, tutup mata seolah lupa siapa yang membikin mereka duduk di sana.
DPR joget-joget di atas kemiskinan banyak warga, presiden melihat rakyat terbunuh, aparat terluka, ASN jadi korban ketidaktegasan pemerintah. Provokasi dimana-mana, penjarahan jadi ajang balas dendam, beberapa masyarakat marah sejadi-jadinya. Murka, barangkali hanya kata itu yang mewakili akhir agustusku.
Tidak perlu ada nyawa dan anarkisme yang terjadi sebetulnya, jika dari awal para tikus dan wakil rakyat itu MAU mendengar dan berhadapan dengan para massa aksi. Tidak perlu ada pembakaran yang dilakukan provokator untuk memecah belah bangsa, jika dari awal pemerintah DENGAN TEGAS menjawab apa yang jadi keresahan rakyat.
Semoga masih ada harap untuk kami menjadi bangsa yang terhormat, yang betul-betul merdeka dan bersih dari taktik picik para pemain lama.