Membaik Kamu jatuh cinta dan tidak peduli segala keburukannya? Kamu salah, artinya kamu tidak pernah berniat menjadikannya lebih baik bersamamu. Bondowoso, 27 Desember 2016 #30harimenulispuisi #hari27 #menutuptahundenganberpuisi #aidicted

seen from Israel

seen from Canada

seen from Germany
seen from United States

seen from Malaysia
seen from T1
seen from Germany

seen from United States
seen from Canada
seen from China
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from T1
seen from China
seen from United States

seen from Germany
seen from Italy
seen from Kosovo
seen from China
Membaik Kamu jatuh cinta dan tidak peduli segala keburukannya? Kamu salah, artinya kamu tidak pernah berniat menjadikannya lebih baik bersamamu. Bondowoso, 27 Desember 2016 #30harimenulispuisi #hari27 #menutuptahundenganberpuisi #aidicted
Rapuh Langit teduh; membulu mata di ranting pagi Kesedihan ini lebih dari sekadar daun-daun yang gugur sebelum musimnya Bondowoso, 24 Desember 2016 #30harimenulispuisi #hari24 #menutuptahundenganberpuisi #aidicted
Perempuan Mati Aku melihatnya, di antara basah yang memekar. Dari sini kulihat ia terduduk di pinggir, berbasahan dengan angin yang dingin. Bibir kecilnya menggigil. Badannya merinding. Dalam kesedihan di batin, aku memanggil dalam angin. Aku yakin sakit yang ia rasa takkan berpaling. Maukah ia, kalau aku mematikan jiwanya yang mulai mengombang-ambing? Namun ia membisu. Perempuan itu, mati bersama mataku. Bondowoso, 23 Desember 2016 #30harimenulispuisi #hari23 #menutuptahundenganberpuisi #aidicted (di Taman Tasnan)
Membekukan Waktu Aku tidak peduli kalau ini hanya mimpi. Yang terpenting aku bisa bersamamu sedekat ini. Pun jika ini sebuah ilusi, biarlah waktu lantas berhenti. Aku ingin terus di sini. Ingin kusentuh wajah yang selalu kurindukan. Ingin kuabadikan detik-detik ketika aku berada pada titik tanpa jarak denganmu. Kuakui rasa ini menyakiti, karena kutahu kita takkan bisa bersama. Kau hanya memenuhi seisi kalbu berpagar rindu..., tanpa pernah kita bertemu. Bondowoso, 21 Desember 2016 #30harimenulispuisi #hari21 #menutuptahundenganberpuisi #aidicted (di Baluran National Park)
Bersyukur Dalam hidup tak mesti harus serius, kadang kau cukup mengagumi cinta di bening matanya sembari mensyukuri setiap senyum dan tingkah menggemaskannya. Bondowoso, 20 Desember 2016 #30harimenulispuisi #hari20 #menutuptahundenganberpuisi #aidicted (di Parque nacional de Baluran)
Hujan di savana, sehamparan cinta dipuja-puja bak pujangga Di batang pohon, daun kering dan air mata menuliskan lara Bondowoso, 19 Desember 2016 #30harimenulispuisi #hari19 #menutuptahundenganberpuisi #aidicted (di Baluran National Park)
Masih Mencari Larut, abu-abu, nyaris pagi, kabut bergumul tebal, wajahku memudar, entah salah entah benar, gerak jari ini seakan ia mengerti saja dimana titik, mencari dan terus mencari, koma ini akan selalu mengikuti, hingga aku berhenti, tanpa sela tanpa jeda, menemukannya. Bondowoso, 17 Desember 2016 #30harimenulispuisi #hari17 #menutuptahundenganberpuisi #aidicted (di Baluran National Park)
Gagal Aku selalu gagal melukis wajahmu dalam kata-kata dimana satu-satu berguguran abjadnya Waktu lalu mati serupa cakrawala petang membentak rasa khawatir Kau, imaji indah di antara sajian intan di tempat tak berbayang Aku hanya mampu menafsirkanmu seperti ini dan seperti ini saja Karena aku tak tahu bagaimana caranya menerjemahkan seribu cahaya. Bondowoso, 16 Desember 2016 #30harimenulispuisi #hari16 #menutuptahundenganberpuisi #aidicted