Aku memutuskan untuk kembali saat aku ingat pertanyaan itu. Pertanyaan yang selalu sukses membuatku rindu. KRM memang sukses membuatku susah move on. Setiap kata "kenapa" pasti memiliki satu atau lebih "karena" yang tersembunyi di dalamnya. Sama hal nya dengan pertanyaan "kenapa kamu bangga jadi anak KRM?" Besar kemungkinan semua anak KRM pernah mendapatkan pertanyaan itu. Sekalipun pertanyaan itu muncul dari dirinya sendiri. "Kenapa aku bangga jadi anak KRM?" Pertanyaan itu punya banyak jawaban. Bagiku KRM adalah keluarga, yang selalu terbuka, menunggu dan menyambut anggota keluarganya dengan ramah dan bahagia. Itulah yang membuatku selalu kembali. KRM mengenalkanku dengan konsep ukhuwah yang sesungguhnya. Aku ingat perkataan salah satu alumni saat ldks. "Ukhuwah itu bagaikan satu tubuh. Jika tangan terluka, mata ikut menangis. Dan jika mata menangis, tangan lah yang mengusapnya." 'Karena' yang lain adalah: KRM mengajarkanku sebuah pengorbanan dan keikhlasan. KRM juga mengenalkanku arti persahabatan paling kuat sedunia. Persahabatan atas dasar cinta kepada Allah. Dan semua 'karena' itu mengarah ke satu jawaban pasti. Hanya karena dan untuk Allah.