Ras(i)a-l-is-me
Hari demi hari tak habis dari kontroversi dan problematika. Tapi inilah negeriku tercinta. Bangsa yang kaya akan pergumulan batin antar sesama. Kemarin soal agama, hari ini soal suku bangsa. Disebutlah kafir disana, disebutlah monyet disini. Tak kenal lelah dalam memaki. Namun jemu tatkala diminta berbesar hati.
Ya, persoalan bangsa hari ini lagi-lagi soal disintegrasi. Seolah tak habis-habisnya oknum menggunakan berbagai cara. Jika untuk berebut kuasa, kupikir tak semestinya dengan cara ini. Terlalu muak aku dibuatnya. Tapi apa daya, jika tanpa upaya aku menulis seperti ini, takkan pernah ada kondisi yang lebih baik dibanding sebelumnya.
Aku sangat mengakui bahwa pribadiku adalah seorang yang anti kekerasan. Sebagai sosok tersebut, tentu aku juga anti perpecahan. Dengan begitu, aku sebisa mungkin menghindari ujaran-ujaran kebencian. Namun akankah hal itu cukup untuk memberikan sumbangsih perdamaian bangsa?
Aku rasa sangat tidak membantu. Jika kamu masih memiliki jarak dengan perbedaan. Dalam hal ini, ketika ternyata yang ada di sekelilingmu hanya sekitaran suku bangsa yang seragam, agama yang sepaham, dan sudut pandang yang sama. Apakah adil? Jika dirasa tidak, maka keluarlah. Berbaur dengan perbedaan! Apabila sudah temukan rasanya, maka ceritakan.







