Tentang Mas
Perkenalkan, namaku Fia. Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara. Aku punya seorang kakak laki-laki yang usianya 7 tahun lebih tua dariku. Rentang usia kami yang begitu jauh membuat kami benar-benar terlahir sebagai generasi yang berbeda dan aku kira hal ini membuat kami tidak bisa sepenuhnya mengerti satu sama lain. Sebut saja kakak laki-lakiku itu Mas, begitulah aku biasa memanggilnya. Sejak aku kelas 3 SD, Mas telah pergi merantau ke luar kota. Tak banyak waktu bersama yang kami punya, kecuali hari libur. Itu pun lebih banyak kami lalui dengan kebisuan. Ya, kami tak banyak bicara satu sama lain meski kami saudara. Mas adalah sebuah misteri bagiku. Aku sering penasaran dengan apa yang sedang ada dalam pikirannya, bagaimana pergaulannya, bagaimana perasaannya, pokoknya semua tentang Mas membuatku penasaran. Setidaknya hingga saat itu tiba. Saat ketika aku tak sengaja sebuah buku catatan besar, bersampul coklat, yang berisi catatan-catatan Mas selama di perantauan. Catatan itu sendiri berada di antara buku-buku Mas yang begitu banyaknya. Bukan di tempat penyimpanan khusus yang tempatnya tersembunyi. Mungkin Mas tidak menyangka adik perempuannya yang tidak suka baca ini akan iseng melihat-lihat buku koleksinya, atau mungkin memang sengaja Mas taruh di situ agar kelak aku baca? Entahlah...itu masih menjadi sebuah misteri. Aku pun tak kuasa untuk tidak membacanya. Tentu saja karena aku penasaran. Ada banyak cerita di sana, mulai dari yang tidak jelas juntrungannya, yang bahagia, yang sedih, hingga yang mengharukan. Satu yang pasti, setelah membacanya, aku jadi merasa mengenal Mas luar dalam. Ingin sekali rasanya saat Mas pulang nanti, aku bisa berbicara panjang lebar dengannya. Mungkin itu dulu dariku. Di lain kesempatan, aku akan bercerita tentang isi buku catatan Mas. Aku ingin dunia tahu bahwa aku sayang Mas. Aku ingin dunia iri padaku karena memiliki Mas.









