Mendaki Gunung dan Tengah Kota
Kuartal ke 4 tahun 2014, seorang muda dengan ke”aku”annya merasa akan diterima kerja pada posisi IT Engineer salah satu Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan rekanan kerja sebuah Perusahaan asing di bidang migas.
Bagaimana mungkin ditolak pikirnya, pengalaman dari Perusahaan EPC kelas dunia dan ditambah lagi baru saja menyelesaikan sertifikasi keahlian khusus sampai dengan level Routing Engineer seakan membuat langkahnya menuju ruang interview menjadi ringan dan dagunya terangkat.
"Jadi seperti ini lingkungan kerjaku nanti..” berkata dalam hati saat berjalan dan menyapu dengan mata setiap ruang kerja yang dilaluinya.
Setelah masuk ruang interview, sudah ada 2 orang laki-laki yang siap menggali batas kemampuannya. Project Manager dari penyedia jasa telekomunikasi dan Senior IT Engineer dari perusahaan migas.
Interview dimulai.. Seorang muda tadi dengan perasaan yakin memperkenalkan diri, latar belakang, pengalaman, serta sertifikasi pelatihan yang dia punya.
Tiba saatnya pemberi kerja mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendetail untuk kemampuan dan keahlian yang mereka butuhkan.
Semua pertanyaan yang di ajukan dijawab dengan baik ya dengan baik, dengan baiknya seorang muda ini berkata “saya belum bisa”, “saya belum pernah mengerjakan itu”, “saya baru dengar”, “saya belum mengerti caranya” berkali-kali.
Lalu pada akhir interview si Senior IT Engineer yang kira-kira belum berumur 35 tahun itu berkata “Terima kasih sudah menyempatkan diri dan meluangkan waktunya untuk datang kesini. Saya pikir anda juga sudah tau hasil dari interview ini seperti apa. Kami disini sedang dalam perjalanan untuk mendaki gunung dan membutuhkan bantuan dari kawan pendaki yang berada disekitar kami, tapi anda ternyata masih berada jauh di tengah kota. tidak mungkin bagi kami untuk menjemput atau menunggu anda.”. Sambil tersenyum dia melanjutkan “Jangan kaget, saran saya mulailah bergerak ke arah kami. Ini baru permulaan bagi kamu, kita semua disini tidak tau jalur dan gunung mana yang kamu pilih nantinya”.